
...Kok kalian capai target cepet banget sih😙😙😙...
...Mamacih yah, ini aku kasih bonus deh buat kalian semua part yang🤣🤣🤣🤣🤣🤣😙...
...12000 Hadiah, bisa enggak yah? Bisa lah yah, yok pus hingga 12000 hadiah and aku otw up bab selanjutnya....
..."I'm back for you."...
...*...
...(Alfarizi Kavindra)...
...****************...
Deg!
Seketika Mika berhenti bernapas. raut terkejut nampak jelas di wajahnya. Mika menggelengkan kepala, dan dia mencoba untuk memejamkan matanya.
Satu detik
Dua detik
Tiga detik
Mika kembali membuka mata yang sudah bergelimpangan air itu, dan kedua netra hitam itu masih melihat hal yang sama.
__ADS_1
Seketika air mata Mika semakin deras keluar. Bahkan gadis ayu berkulit sawo matang itu, mulai menggerakkan kedua tangan untuk membekap mulutnya, dan....
Grib!
Mika langsung menerjang tubuh tinggi Kavin yang sedari tadi berdiri dengan menampilkan wajah sendu bercampur dengan senyum. Gadis itu semakin mempererat pelukannya, dan dia semakin membenamkan wajahnya di dada Kavin yang terbalut kaos hitam keabu-abuan.
Seandainya dia bisa bicara. Sudah di pastikan, kalau Mika akan mengeluarkan jerit tangis bahagia. Tetapi, itu jika dia bisa mengeluarkan suara, dan kondisinya yang bisu membuat gadis itu hanya mampu berucap di dalam hati.
Walau begitu. Kavin yang beberapa hari ini selalu dengan Mika, dan kemana pun dengan Mika. Sudah tahu maksud dari pelukan ini, "Bodoh— kau itu gadis bodoh Mika. kau gadis bodoh, dan aku membencimu," ucap lirih Kavin, dan air mata pria dua puluh tujuh tahun itu ikut terjatuh juga.
"Aku tahu kau tidak ingin aku pergi, tapi kenapa kau tidak menghentikanku?" imbuh Kavin, dan itu membuat Mika semakin membenamkan wajahnya di dada bidang Kavin.
Kavin yang merasakan area dadanya sudah sedikit lembab, mulai memejamkan mata. Pria dua puluh tujuh tahun itu sekarang sedang menikmati situasi yang di mana, Mika saat ini tengah memeluknya, dan dia hanya mengerutu.
"Aku tidak memintamu untuk memelukku, tapi karena aku baik. Aku akan membalas pelukanmu," terang Kavin, dan pria itu langsung memeluk Mika dengan sangat erat.
Saking eratnya, tubuh mungil Mika hampir tertelan oleh tubuh tinggi besarnya, "Aku kembali bukan karena merindukanmu. Aku mana mungkin merindukan gadis desa yang jelek sepertimu," imbuh Kavin, dan ucapannya itu sangat berlawanan dengan apa yang dia lakukan tadi.
"Aku juga tidak menyukai bau rambutmu. Aku datang ke sini lagi bukan karena ingin mengendus bau busuk ini," tutur Kavin kembali, dan perkataannya itu lagi-lagi berlawanan dengan apa yang dia lakukan.
Katanya dia tidak merindukan bau rambut Mika, tapi kenapa dari tadi. Dia tidak berhenti untuk menempelkan hidung dan bibirnya di pucuk kepala Mika?
Mika mulai bergerak mengurai pelukannya, dan itu otomatis membuat pelukan Kavin mengendur. Mika yang saat ini masih mengeluarkan tangis bahagia, mendongak melihat wajah tampan Kavin yang rautnya sama persisi dengan yang dia keluarkan saat ini.
Puk! Puk! Puk!
Mika menepuk pelan pipi Kavin, dan itu berhasil membuat sang empunya pipi tersenyum.
__ADS_1
Puk! Puk! Puk!
tiga kali tepukan kembali dia berikan di pipi Kavin, membuat pria itu semakin mengeratkan lingkaran kedua tangannya di pinggang Mika, dan tatapan tajam penuh kepastian langsung dia arahkan ke wajah Mika.
Mika seketika teridam. Air mata yang sudah terkumpul di pelupuknya, terpaksa berhenti berderai karena saking tajamnya tatapan mata yang Kavin arahkan untuknya.
"Mika...." Kavin mulai memanggil dengan nada yang sangat lembut, dan itu berhasil membuat jantung Mika berdetak cepat, "Aku mencintaimu."
"Aku mencintaimu."
"Aku mencintaimu."
"Aku mencintaimu."
Dan....
Brak!
Seketika Mika bangkit dari tidurnya. Dia dengan mata yang masih mengantuk dan terlihat sembab, mulai mengedarkan pandangannya ke sudut rumah. Tetapi, nihil. Gadis itu tidak melihat sosok yang tadi bersamanya, dan mengucapkan kata-kata aneh yang baru pertama kali Mika dengar.
Mika hendak turun dari sofa, dan dia berniat untuk memeriksa ke luar rumah. Tetapi, sebelum dia lakukan itu. Dia terlebih dulu melirik ke jam. Pukul 11 lebih dua puluh menit. Mika yang melihat itu mengurungkan niatnya, karena ternyata apa yang terjadi tadi hanyalah mimpi.
Lagi-lagi Mika menangis. Baru saja gadis itu berhenti mengeluarkan air hangat, tapi lihat. Sekarang dia kembali melakukan itu. Di tatapnya album foto, yang tadi sempat terjatuh dari pengakuannya.
Mika memungutnya, dan dia kembali melihat foto Kavin yang tadi sempat membuat dia tertidur, 'kenapa aku tidak bisa berhenti memikirkan Kavin?' tanya Mika dalam hati, dan dia bergerak memeluk buku album itu.
Mika membulatkan mata saat samar-samar dia mendengar suara petikan gitar yang berasal dari belakang rumahnya.
__ADS_1
...T.B.C...
...12000 hadiah kita gas lagi. yok makanya push hadiah bagi yang penasaran🤣🤣🤣🤣...