Gadis Bisu Pemikat Hati

Gadis Bisu Pemikat Hati
Part 33. Penjajahan namanya.


__ADS_3


...(Seharusnya nih yah! Aku mengawali pagi itu di balkon, terus ada segelas kopi susu, but di sini malah mangsedih gangs. Tetapi, enaknya di sini itu bisa ganggu si gadis desa yang selalu bikin aku gemes itu loh)...


...***...


Kawasan pantai Kuta lombok.


"Lio! Lio!" teriak Zaly sembari menuruni anak tangga, membuat olahraga lari-lari kecil Agler berhenti, dan pria yang sudah rapi dengan pakaian santai disertai celana pendek, langsung mengayunkan langkah masuk ke dalam motel.


Sementara itu di dalam motel. Zaly sudah duduk di sofa yang ada di ruang berkumpul, yang menyatu langsung dengan dapur, dan ruang makan, "Ada apa? kenapa kamu berteriak sepagi ini Zel?" tanya Agler yang baru saja masuk dari pintu belakang.


Zaly berdiri dari duduknya, memutar tubuhnya, dan langsung menatap tajam Agler, "Bukannya semalam kau mengatakan Kavin sudah pulang? ke mana dia? aku mencarinya di atas, tapi tidak ada," sembur Zaly, membuat Agler langsung mengangkat kedua bahunya.


"Aku tidak mengatakan seperti itu Zaly. Tetapi, kemarin aku mengatakan. Kavin mungkin akan pulang malam ini, dan bukan sudah pulang malam ini. Apa kamu masih belum mengerti?" jelas Agler dengan nada malas.


Entah kenapa pria itu langsung merasa tidak suka kepada Kavin, walau dia menganggap Kavin itu sahabatnya. Tetapi, setelah Zaly menyebut nama Kavin. Pria itu langsung berubah tidak suka.


"Tapi tetap saja, aku mau Kavin pulang. Emang dia pergi ke mana sih?" balas Zaly dengan kedua kaki dihentakkan ke lantai.


"Aku tidak tahu," jawab Kavin sembari berjalan ke meja makan, meraih sebuah apel, dan langsung menggigitnya, "Lagian di sini ada aku Zel. Apa bedanya kamu jalan-jalan bersamaku, atau bersama Kavin?" imbuh Agler dan pria itu kembali menggigit apel yang ada di tangannya itu dengan lahap.


Zaly yang mendengar itu, ikut mengayunkan langkah mendekati meja makan. Dengan raut wajah cemberut, dia menarik salah satu kursi, dan setelahnya dia menundukkan pantatnya di sana, "Tapi aku hanya mau dengannya. Lagian aku ke sini untuk lebih dekat dengan Kavin," jawab Zaly, dan tangan wanita itu bergerak meraih sebuah jeruk, dan dia langsung menyerahkannya ke hadapan Agler.


"Kupasin," minta manja Zaly, membuat hati Agler yang tadinya sakit, malah langsung terasa bahagia kembali.


"Apapun untukku," jawab Agler, dan pria dua puluh tujuh tahun itu, langsung mengambil alih buah jeruk yang ada di tangan Zaly.


"Lio...." panggil Zaly dengan nada lembut, membuat Agler menaikkan satu alisnya.


"Ada apa? mendengar caramu memanggilku, kamu pasti menginginkan sesuatu."


"Kau memang sahabat yang sangat peka Lio," puji Zaly saat Agler berhasil menebaknya.


"Emang mau apa?" tanya lembut Agler sembari menarik kuris yang ada di meja makan, menyerongkan sedikit kursinya, dan langsung duduk menghadap ke arah Zaly.


"Tolong telepon Kavin untukku. Jika aku yang menelponnya, dia pasti tidak mau menjawab," minta Zaly dengan mata memelas.


"Ponselnya tidak aktif."

__ADS_1


"Apa?!" kaget Zaly yang baru saja memasukkan sepotong jeruknya, "jangan-jangan Kav-"


"Hilangkan pikiran buruk itu. Tadi aku dapat SMS, kalau dia baik-baik saja, dan sedang bersenang-senang," potong Agler.


"Terus— apa dia memberi tahukan keberadaanya?"


"Tidak, tapi dia meminta kita untuk menikmati liburan di pantai ini. Jadi, berisap-siap lah, aku akan mengajakmu mengelilingi tempat indah ini," jelas Agler, dan pria itu bangkit terlebih dahulu dari duduknya.


"Baiklah. Untuk hari ini aku mau jalan-jalan denganmu." Zaly langsung berlalu masuk ke dalam kamarnya yang ada di lantai bawah, dan dia tidak melihat saja, kalau sekarang Agler tengah mengulum senyum.


'akhirnya. okeh ini baru awal, dan akan aku pastikan kalau kamu tidak akan menyebut nama Kavin hari ini, Zaly,'


***


Kuta barat, pesawahan.


Hawa dingin masih menyelimuti persawahan, yang sekarang tempat Kavin dan juga Mika tengah bersama. Padahal bias jingga matahari terbit, sedang memenuhi kawasan itu, tapi cahaya berwarna jingga itu tidak bisa mengusir hawa dingin di yang menyelimuti tubuh Kavin saat ini.


"Kemana gadis desa itu pergi? Kenapa dia begitu lama sekali membuat susu hangat," gerutu Kavin sembari bergerak menggosok-gosokkan telapak tangannya untuk menciptakan sedikit kehangatan, walaupun itu percuma, tapi sedikit bisa membantu Kavin yang baru saja bangun dari tidurnya.


Iya, setelah pulang shalat subuh tadi. Kavin kembali tidur, dan dia baru saja bangun. Itupun karena Mika yang mengganggu tidurnya. Padahal ini yah, semalam Kavin tidak bisa tidur karena hawa dingin, dan terlebih lagi banyak sekali nyamuk yang mengganggunya.


Jika kalian melihat mereka. Mungkin kalian akan mengira kalau Kavin dan Mika itu seperti sepasang suami istri. Di mana Mika yang selalu saja melayani Kavin. Seperti beberapa menit yang lalu saat di mana Kavin marah karena tidurnya di ganggu. Tetapi, setelah Mika mengatakan akan mengambilkan dia makanan, pria itu tidak marah lagi.


Sementara Mika. Wanita itu tidak memiliki maksud apa-apa. Dia melakukan itu semua, karena dia menganggap Kavin itu sebagai tamu, dan dia harus bertanggung jawab kepada tamu itu, karena Kavin pergi bersama dengan dirinya.


Namun berbeda dengan Kavin. Setiap kali Mika memberikan dia perhatian. Dia langsung mengungkit-ungkit pembahasan terpesona lah. Padahal ini yah, dia sendiri yang terpesona dengan Mika, tapi ia tidak mau mengakui itu.


"Gadis des-" Kavin menghentikan panggilannya, saat kedua matanya melihat Mika membawa sebuah gelas bening murahan, yang sudah berisikan susu. Tetapi, Kavin berani menebak kalau itu adalah susu sachet yang seharga seribu lima ratus.


"Kau kenapa lama seduh susu saja butuh waktu berjam-jam," protes Kavin yang Mika anggap terlalu berlebihan.


Mika yang mendengar protestan itu hanya bisa menyungging senyum, dan itu membuat degup jantung Kavin langsung tak menentu, "Udah salah malah senyum. Kau itu udah jelek. Jadi percuma kau senyum, karena itu tidak sama sekali membuatku terpesona."


'Aku tidak peduli tuan, tidak peduli,' batin Mika, dan wanita itu meletakkan gelas yang berisi susu hangat itu, di atas tanah liat kering.


Mika memposisikan diri duduk di sebelah Kavin, tapi tidak berdekatan. Melihat itu, Kavin lagi-lagi menunjukkan ekskresi sinis miliknya, "Emang tubuhku bau yah, hingga kau enggak mau duduk di dekatku?" Mendengar pertanyaan itu, Mika langsung saja menggerakkan pantatnya, hingga dia duduk tepat di sebelah Kavin.


"Kenapa kau dekat-dekat sih?" protes Kavin, membuat Mika hanya bisa pasrah, tapi dia tidak pindah dari duduknya, karena dia tahu apa yang akan Kavin ucapkan setelah itu.

__ADS_1


"Karena hari ini aku baik. Jadi, aku membiarkan kau duduk di sebelahku. Ingat ini baik-baik. Aku tidak menyrunu duduk didekatku, tapi kau yang berinisiatif, paham?" Mika hanya menganggukan kepala, dan membuat Kavin menyungging senyum penuh kemenangan.


'sabar Mika, baurkan dia bahagia dulu,' batin Mika mencoba menanam benih kesabaran di hatinya.


"Aku kira kau akan mengingkari janji kita gadis desa. Kalau begitu, cepat pijatkan tanganku. Gara-gara kau, kedua tanganku pegal-pegal." Kavin memutar tubuhnya hingga sekarang pria yang masih menggunakan sarung itu, duduk bersila menghadap Mika.


Kavin menjulurkan kedua tangannya, dan Mika langsung bergerak memijat lengan besar Kavin, tanpa ada rasa canggung sedikitpun. Sedangkan Kavin yang sekarang melakukan kontak fisik dengan Mika, kembali merasakan desiran hebat, bahkan sesuatu yang ada di bawah, dan tidak terbungkus sem*pak itu mulai aktif.


"Hentikan. Pijatan yang kau lakukan sungguh tidak enak. Lebih baik sekarang kau pergi ambilkan baju, celana, dan kolorku sana," perintah Kavin yang mulai mengeluarkan gaya bossy miliknya. Mika yang semalam sudah berjanji akan menuruti perintah Kavin, hanya bisa pasrah, dan menjalankan perintah pria kota itu.


'Pembalasanku karena semalam kau sok berani memerintaku gadis desa,' batin Kavin merasa sangat senang.


'okeh lihat saja nanti pria kota,' batin Mika yang sekarang kembali menaburkan benih dendam pembalasan di hatinya.


...T.B.C...


...Gimana Part ini?...


...110 like + 80 komen bisa enggak?...


...kalau bisa mencapai target gue otw update lagi....


...Bisalah 110 like....


...Terus, Ada kata yang ingin anda sampaikan untuk:...


...Kavin?...


...or...


...Mika?...


...or...


...Zaly?...


...or...


...Agler?...

__ADS_1


...jangan lupa kasih Gift, dan juga tiket Vote yah! bantu share juga!...


__ADS_2