Gadis Bisu Pemikat Hati

Gadis Bisu Pemikat Hati
Part 15. Menjadi Teman kah?


__ADS_3

"Apa anda bisa menggunakan bahasa isyarat?" Mika dengan cepat menoleh ke Agrel yang kembali memberikan dia pertanyaan. Mendengar pertanyaan Agrel tadi, Mika langsung mengangguk menjawab tanpa ada rasa ragu.


Agrel yang melihat itu langsung menyungging senyum. Entah kenapa saat melihat Mika yang antusias seperti itu, membuat dia tersenyum seolah merasa lucu, "Beneran anda bisa bahasa isyarat?" tanya kembali Agrel, dan sama seperti yang tadi. Mika langsung mengangguk.


"Kalau begitu, beri tahu saya siapa nama anda lewat isyarat," pinta Agrel, membuat raut keraguan di wajah Mika tercetak jelas.


Dengan ragu-ragu, Mika mulai menggerakkan kedua tangannya untuk membentuk isyarat yang berbunyi, "Apa anda mengerti bahasa isyarat?" tanya Mika dengan bahasa isyarat.


Agrel terlihat sedikit mengeja, tapi pria itu juga mengangguk-anggukan kepala seolah paham apa yang gadis itu maksud, "Oh iya— saya memang tidak ahli, tapi saya sedikit mengerti kok."


"Benarkan?" tanya Mika dengan gerakan tangan dan satu alis naik.


Agrel yang melihat itu langsung mengangguk. Sekarang posisi pria itu sudah sepenuhnya menghadap Mika, dengan posisi duduk bersila. Melihat itu, Mika juga bergerak memutar tubuhnya agar berhadapan dengan Agrel.


"Beneran, kebetulan adik saya juga terlahir tidak sempurna, dan dia harus menerima takdir tidak bisa mendengar," Agrel berucap dengan nada sendu, dan membuat Mika yang melihat itu sedikit iba. Entah dapat keberanian dari mana, Mika bergerak membingkai rahang tegas milik Agrel, dan membuat pria tampan itu terdiam.

__ADS_1


Begitu juga dengan Mika, gadis itu ikut terdiam tanpa membuat gerakan. Kedua mata mereka kembali bertautan satu sama lain. Kerasnya suara ombak seolah tidak bisa membuat tatapan mata mereka saling teralihkan.


Lama mereka saling menyalami lewat pandangan mata, hingga datangnya hembusan angin laut mampu membuat kontak mata mereka terputus, dan Mika dengan kepala menunduk langsung menarik kedua tangannya menjauh dari rahang milik Agrel.


Dengan masih menunduk, gadis ayu itu bergerak menyelipkan beberapa rambutnya ke telinga, dan dengan perlahan dia bergerak menegakkan kepalanya. Tangannya kembali bergerak membuat isyarat yang berbunyi, "Maaf," ucap Mika dari bahasa isyarat.


Agrel yang juga masih terlihat kikuk hanya mengangguk seolah menerima permintaan maaf dari gadis bisu berparas ayu itu. Melihat anggukan dari Agrel, Mika ikut menganggukan kepala. Keheningan kembali tercipta di antara mereka berdua. Suara burung camar yang sedang berterbangan di udara terdengar merdu menyalami gendang telinga mereka, hingga Mika bergerak menepuk pelan paha Agrel, dan membuat pria itu melihat ke arah Mika.


"Tapi adikmu itu beruntung punya orang sepertimu," tangan Mika bergerak membuat isyarat membuat Agrel sedikit mengernyit bingung, tapi dia paham apa yang gadis itu coba ucapkan melalu isyarat tadi.


"Siapa? Adikku?" Mika hanya menganggukan kepala menjawab pertanyaan Agrel, "iya— bukan hanya aku yang menyayanginya, ada Papaku, Mamaku, dan seluruh anggota keluarga menyayanginya," lanjut Agrel setelah melihat anggukan kepala Mika tadi.


Seketika Mika membentuk senyum, entah apa arti senyum itu, tapi percayalah sekarang gadis bisu itu merasakan hatinya tercubit, karena merasa iri. Tentu saja Mika akan merasakan itu, bohong jika dia tidak merasakan iri hati, karena Mika sangat ingin sekali disayangi, dan bukan selalu kena bully.


"Ohh iya— aku lupa, nama kamu siapa?"

__ADS_1


Mika menegakkan kepalanya yang tadi dia tundukkan, "Namaku?" tanyanya dengan bahasa isyarat.


"Iya namamu. Siapa namamu?" tanya kembali Agrel, dan membuat senyum Mika tersungging.


Mika langsung bergerak membuat isyarat tangan untuk memberitahukan namanya.


"Mika?" ujar Agrel saat melihat isyarat tangan pertama Mika.


Melihat itu, gadis ayu itu kembali bergerak membentuk isyarat tangan, "Mika Anaya? Jadi namamu Mika Anaya?" Gadis ayu itu menganggukkan kepala.


Agrel yang melihat Mika mengangguk, langsung menyodorkan tangan untuk salam perkenalan, "seperti yang tadi aku katakan Mika, perkenalkan— aku Agrel Adelio dari ibu kota."


T.B.C


vote, komen, like, dan SHARE AJA LAH☺️☺️

__ADS_1


__ADS_2