
...Yok komennya, walaupun hanya kata semangat. pintaku, kalian jangan jadi silent reader 🙈....
...Sekali lagi aku katakan, komen kalian itu sangat membantu mood nulis ku, because itu membuat semangat nulismu membara....
...Terlebih lagi jika kalian bantu share dan rekomendasikan ke teman-teman kalian. aku akan sangat-sangat berterima kasih....
...Hanya itu aja sih, jadi selamat reading yah....
...(Kenapa kau merasakan hal aneh seperti itu? Aku pun tak tahu. Tetapi, yang jelas hal-hal aneh yang aku rasakan itu muncul, jika bersama dia. Dia? Iya dia)...
...***...
sang surya perlahan menenggelamkan dirinya ke tengah samudra, dan itu dapat Kavin lihat dengab jelas kalau matahara begitu tega, meninggalkan tahtanya. Padahal Kavin berharap hari ini waktu, tidaklah berjalan secepat ini.
__ADS_1
Entah dia tidak tahu kenapa dia menginginkan hal itu, yang jelas dia sore hari menjelang petang ini, dia serasa enggan untuk melihat matahari pergi secepat ini, "Gadis desa...." panggil pelan Kavin yang otomatis, membuat Mika menoleh.
Seketika Kavin terpana saat melihat kulit kecoklatan Mika begitu kontras dengan cahaya jingga yang sekarang menerpa wajah ayu gadis itu. Terlebih lagi sekarang di atas sini, angin bertiup lumayan kencang, membuat rambut hitam legam Mika, berterbangan, dan itu sedikit mampu menutupi setengah wajah Mika.
Iya, sekarang mereka sedang berada di sebuah jembatan. Di mana, saat ini Mika tengah duduk di sisi jembatan yang dibawanya adalah sebuah danau, dan sekarang Kavin sedang berdiri di sisi jembatan dengan satu tangan menggenggam tiang.
Mika menggerakkan kepalanya seolah ingin bertanya ada apa Kavin memanggilnya. Tetapi, Kavin yang saat ini terpana, hanya bisa diam membisu seolah. Dia membiarkan burung-burung camar, yang saat ini berkicau, untuk menyampaikan betapa cantiknya gadis itu sekarang..
Namun, keterdiaman Kavin tidak bertahan lama. Karena, beberapa detik kemudian embusan angin datang menyapa mereka, membuat kesadaran pria itu tertarik kembali ke raganya, dan Kavin langsung membuang pandangan ke sisi kanan, "sialan,' umpat pria itu dalam hati.
Mika yang melihat pria kota itu membuang pandangannya, hanya bisa mengangkat kedua bahunya acuh. Dia kembali memfokuskan pandangannya untuk melihat proses menghilangnya matahari sore hari ini.
"Aku bilang maafkan aku gadis desa," imbuh Kavin dengan nada bicara yang ditekan, membuat Mika menoleh, dan menganggukan kepala, "Tidak bukan begitu, kau harus mengatakan "iya aku memaafkanku" menggunakan bahas isyrat. Cepat lakukan itu." Kavin melepaskan genggaman tangannya, dan dia langsung memfokuskan pandangannya untuk melihat Mika, hanya Mika, dan dia tidak mempedulikan pemandangan di sekelilingnya.
Sebenarnya Mika masih enggan untuk memaafkan kelakukan Kavin yang terjadi beberapa menit lalu. Sebenarnya dia bukan tipe orang yang tidak bisa memanfaatkan, tapi kejadian beberapa menit yang lalu itu sungguh salah besar, "Mik— maksudku gadis desa. Sungguh, tadi aku hanya terbawa suasana."
__ADS_1
Mika yang sudah berulang kali mendengar kata itu, mulai melakukan isyrat tangan, "Tapi anda seharusnya tidak melakukan itu Tuan."
Kavin yang melihat Mika melakukan isyarat tangan dengan raut menyeramkan itu, menunduk dengan mata terpejam, 'sialan aku tidak suka melihat raut itu,' batinnya. Kavin bergerak menegakkan kepala.
Pria itu langsung memposisikan tangannya di kedua kuping, persisi apa yang dilakukan Mika siang tadi, "Maaf— aku janji tidak akan melakukan itu lagi," sesal Kavin, dan Dimata Mika pria itu sekarang terlihat menyedihkan.
Akhirnya Mika menganggukan kepala, dan wanita itu langsung menyunggingkan senyum untuk Kavin, "Iya, aku memaafkanmu," isyrat tangan Mika pada akhirnya, dan itu langsung membuat Kavin mengembuskan napas lega.
"Terima kasih," ujar Kavin pada akhirnya, dan mereka berdua kembali larut dalam keindahan di sore hari menjelang petang ini.
...T.B.C...
...Pendek kah?...
...Jangan khawatir karena nanti aku akan update lagi....
__ADS_1
...Jadi stay reading yah!...
...Kalau boleh tahu, siapa yang paling kalian suka di cerita ini? (jawab di komentar yah)...