
Sementara pria pemain gitar itu, masih memejamkan mata merasakan angin yang berhembus, deburan ombak yang terdengar lembut, dan suara petikan gitar yang dia mainkan itu menyatu dengan suasana sunyi di pantai ini.
"Bila ketetapan tuhan.
Sudah ditetapkan.
Tetaplah sudah.
Tak ada yang bisa merubah.
Dan takkan bisa berubah."
Seketika senyum bahagia di wajah Mika berubah menjadi senyum sendu. Lirik kedua yang dinyanyikan oleh pria itu seolah membuat dia sadar, kalau kondisinya ini sudah ditetapkan oleh tuhan, tidak akan ada yang bisa merubah, dan takkan bisa berubah. Impiannya suatu hari nanti bisa bicara seperti orang-orang pada umunya, langsung pudar hanya karena sepenggal lirik lagu milik dewa 19 itu.
"Relakan saja ini.
Bahwa semua yang terbaik.
__ADS_1
Terbaik untuk kita semua.
Menyerahlah untuk menang.
Hadapi dengan senyuman.
Semua yang terjadi biar terjadi.
Hadapi dengan tenang jiwa.
Semua 'kan baik-baik saja."
Terkejut? Tentu saja itu yang dia rasakan, karena setelah dia membuka mata. Pandangannya langsung disambut oleh senyum manis seorang wanita yang berdiri di depannya. Hening—angin semakin gencar berhembus, dan membuat rambut panjang berwarna hitam milik Mika berterbangan tak menentu.
Pria itu masih terdiam seolah tidak ingin membuat wanita yang sedang memejamkan mata dengan terus menyungging senyum itu sadar, dan entah kenapa pria itu juga ikut menyungging senyum, 'manis,' batin pria itu memuji penampilan Mika yang tidak ada kata manis pun. Padahal sekarang gadis itu belum mandi, kaos yang dia kenakan semalam masih melekat di tubuhnya, dan rok kain bermotif bunga yang dia kenakan itu masih sangat kotor.
Mika mulai mengernyit heran karena tidak lagi mendengar suara gitar yang dipetik, dan alunan lagu yang merdu. Dengan satu alis terangkat, Mika perlahan membuka satu matanya, dan gadis ayu itu terkejut langsung terjungkir jatuh ke belakang, dan membuat dagangannya berhamburan jatuh.
__ADS_1
Mika masih terdiam dengan posisi kedua tangan menyangga tubuhnya agar tak berbaring di pasir pantau. Sementara Pria yang menyebabkan dia terjatuh itu dengan sigap bangkit dari duduknya, meletakkan gitarnya di atas batu karang, sedikit meloncat kecil untuk turun, dan langsung memunguti pernak-pernik dagangan Mika yang sudah tergeletak di pasir.
"Maaf— aku tidak bermaksud membuatmu terkejut seperti tadi," sesal pria itu, dengan masih bergerak memunguti pernak-pernik yang terjatuh tadi.
Mika hanya bisa terdiam. Wanita itu bersemu merah saat melihat senyum yang terlukis dari pria bergitar tadi, 'dia tersenyum, dia tersenyum seperti tadi,' batin Mika yang kembali tertegun.
Pria itu bangkit dengan kotak plastik yang berada di tangan kirinya, dan tangan kananya sekarang terulur untuk membantu Mika berdiri, "Sekali lagi aku minta maaf," ujar pria berparas tampan itu dengan masih menjulurkan tangannya.
Mika hanya bisa berkedip-kedip, masih setia dengan posisi duduk, dengan tangan yang menahan tubuhnya, "Nona—apa anda baik-baik saja Nona?" Mika langsung tersentak dan kembali membuat pria itu tersenyum seolah merasa lucu dengan ekspresi gadis yang duduk di depannya ini.
Sementara itu, Mika yang sudah tersadar dari keterdiaman'nya langsung bangkit dari duduknya, dan mengambil alih kotak plastik yang ada di tangan pria pemain gitar itu.
Pria pemain gitar itu hanya bisa menaikkan satu alisnya karena merasa aneh dengan sikap gadis desa di depannya ini, "Ma-" baru saja pria itu hendak mengucapkan maaf, tiba-tiba Mika menundukkan kepala seolah ingin meminta maaf dengan gayanya.
T.B.C
Langsung aja like, vote, gift, komen, dan ini yang paling penting! BANTU SHARE!
__ADS_1
Bay!