
...Sebelum sibuk, aku bakalan kasih kalian double update. Yok hadiahnya kasih double juga dong....
...Langsung aja yok, stay reading....
..."Kenang-kenangan yang akan membuatmu selalu mengingatku."...
...****************...
"Langkah kakimu dipelankan sedikit, bodoh," geram Kavin yang saat ini berjalan bersama Mika, dengan posisi dia berada di belakang tubuh gadis itu, dan kedua tangannya sedari tadi menutup mata Mika.
Yap, seperti yang Kavin katakan pagi tadi, kalau dia akan memberikan Mika sebuah kejutan yang akan membuat gadis itu tidak akan melupakan Kavin.
"Berhenti— berhenti— berhenti!" perintah Kavin dengan nada jengah, dan itu berhasil membuat Mika menghentikan langkahnya.
Kavin mengembuskan napas lelah. Pasalnya sedari tadi, Mika sangat sulit diatur. mana siang hari ini, sangatlah terik, membuat Kavin uring-uringan karena capek menuntun Mika dari belakang.
"Jangan kau berani-berani buka mata, gadis desa," tegur Kavin yang sudah berhenti menutup mata Mika dengan kedua tangannya.
__ADS_1
Mika yang baru saja ingin membuka mata, dengan cepat kembali memejamkan matanya, "Bagus, gadis pintar" puji Kavin yang tadi sempat mengintip wajah Mika dsri samping kiri.
Kavin bergerak meronggoh celana jeans milikinya, mengeluarkan sebuah kain merah, dan dia langsung menggunakan itu untuk menutup mata Mika. Sebenarnya itu rencana awal Kavin untuk menutup mata Mika menggunakan kain merah.
Namun, pria dua puluh tujuh tahun itu mengurungkannya, dan malah menggunakan kedua tangan untuk menutup mata Mika. Taulah kenapa dia ingin seperti itu.
"Selesai," cicit Kavin saat berhasil mengikat kedua ujung kain, dan dia langsung bergerak menggenggum jemari Mika, "Ayok kita pergi melihat kejutannya."
Mereka berdua kembali melanjutkan perjalanan, dengan Kavin yang menuntun Mika. Sebenernya gadis itu ingin sekali bertanya, tapi sedari tadi dia tidak pernah sempat melakukan isyrat tangan.
Alhasil Mika hanya bisa mengikuti kemauan pria kota ini. Baginya asal Kavin tersenyum dan tidak murung lagi. Dia akan melakukan itu. Pasalnya setelah kejadian semalam. Kavin tiba-tiba menjadi seorang pria pendiam.
Malahan pemuda dua puluh tujuh tahun itu, baru-baru saja berubah menjadi seorang yang ceriwis.
...****************...
Kavin menyungging senyum sumringah saat melihat rumah sederhana yang sudah berdiri sangat kokoh. Dia menolehkan kepala melihat ke arah Mika yang matanya masih tertutup oleh kain merah.
"Sudah siap dengan kejutannya, gadis desa?" tanya Kavin dengan senyum yang tidak bisa luntur. Sekarang pria itu sedang membayangkan ekspresi yang akan Mika keluarkan.
__ADS_1
Mendengar pertanyaan Kavin. Mika langsung menganggukkan kepala, dan itu membuat Kavin mengurai genggaman tangannya. Pria dua puluh tujuh tahun itu, mengayunkan langkah ke belakang Mika.
"Aku hitung yah," tutur Kavin dengan kedua sudut bibir semakin mengembang.
"Satu...." Kavin mulai menarik satu ikatan kain itu, "Dua...." Ikatan Kain itu sudah terbuka, tapi Kavin masih menahannya, agar pandangan mata Mika masih dapat terhalangi.
"Tiga...." Kavin langsung menarik kain hitam itu ke samping kanan. membuangnya, dan secara spontan. dia langsung memeluk pinggang Mika dengan sangat erat.
Gelap— itulah yang Mika rasakan untuk pertama kali, karena matanya sangat lama terpejam.
Gadis itu mulai mencoba membuka matanya dengan perlahan, sembari mengatur cahaya yang akan merambat masuk. Tepat setelah kedua mata bernetra hitam itu terbuka. Sebuah rumah sederhana lah yang Mika lihat untuk pertama kali.
Kavin masih tidak sadar akan posisinya saat ini. Bahkan dia mulai bergerak menempelkan dagunya di pundak Mika, "Kau suka dengan kejutannya?" tanya Kavin dengan masih menyungging senyum, dan kedua matanya juga saat ini menatap ke arah rumah sederhana itu.
Mika masih belum bisa mencerna ucapan Kavin. Dia mulai memindai tempat yang serasa tidak asing di mata Mika, dan Mika langsung sadar kalau sekarang, dia berada di dalam kebun, tempat dulu gubuknya berdiri.
Kavin menoleh ke kanan, dan bibirnya hampir saja mengenai Pipi Mika, "Lihat— gubuk jelek yang dulu berdiri di sini, sudah berbuah menjadi sebuah rumah yang layak kau tinggali. Ini kenang-kenangan yang aku hadiahkan khusus untukmu, agar kau tidak coba-coba melupakanku," terang Kavin, dan....
Cup!
__ADS_1
...T.B.C...
...Like, komen, hadiah, dan tiket Vote!...