Gadis Bisu Pemikat Hati

Gadis Bisu Pemikat Hati
69. Ketahuan.


__ADS_3

...I am come baby😘...


...Happy Friday...


...Can't wait, can't you wait for the weekend?...


...right baby?...



...Karena aku baik, dan sedikit sombong. Aku akan terjemahkan buat kalian yah, qoutes Kavin😘. Kavin bilang gini loh sahabat paris....


..."Jangan bandingkan hidupmu dengan orang lain. Anda tidak tahu apa perjalanan mereka telah membawa mereka palung. Ketahuilah bahwa kita semua bersinar saat waktunya habis."...


...Gitu loh maksudnya si Kavin, well jadi semangat. Satu lagi, bagi emak-emak ini saran aku aja yah, enggak maksud menggurui sama sekali. Untuk emak-emak yang punya anak remaja cowok, aku saranin jangan pernah kalian bandingkan dengan anak tetangga, karena itu tidak lah baik. Terlebih lagi anak laki-laki yang masih nganggur di rumah. Terus kalian bandingkan dengan anak tetangga yang sudah kerja. Jujur, itu tidak baik dan bisa buat mereka sakit hati. Emang sih mereka terlihat seolah tidak acuh, but kalian enggak tahu aja. kata-kata bandingan kalian itu ngena di hati mereka. Mungkin kalian ngeliat mereka cuma nganggur di rumah, dan tidak melakukan apa-apa. Tetapi, siapa tahu mereka sedang pusing cari kerja, terlebih pandemi. Jadi, sebelum kalian mencoba membandingkan. Saran saya, kalian pikir-pikir dulu....


...Jadi itu aja sih. Sekian saran saya, dan yok kita lanjut ke cerita. Makasih jika kalian menerima saran dari saya, dan makasih juga jika kalian tidak acuh....


...***...


sreang! sreang! sreang!


Bunyi wajan yang beradu dengan spatula, memenuhi kawasan lantai satu motel. tepatnya di bagian dapur di mana saat ini, Mika sedang membuat nasi goreng sebagai sarapan paginya.


Mika terus mengaduk nadi yang sudah terlihat merah kecoklatan itu, dengan cekatan. wajah hitam manisnya terlihat sangat cerah pagi hari ini. Terlebih lagi, rambutnya yang masih agak sedikit basah seolah menjelaskan, kalua gadis itu sudah mandi, 'apa Kavin masih belum bangun?' batin Mika bertanya sembari melihat ke arah pintu kamar Kavin yang masih tertutup.

__ADS_1


Setelah batinnya berkata seperti itu. Mika menggelengkan kepala, seolah sedang mengenyahkan bayang-bayang Kavin yang selalu saja menggangunya. Tetapi, jika boleh jujur. Mika perlahan-lahan mulai merasa senang jika bersama Kavin.


Terlebih lagi jika melihat pria itu mengomeli dirinya, Mulut gadis itu bergerak seolah sedang menirukan cara ngomel Kavin, bedanya dia tidak mengeluarkan suara. Tetapi diri gerakan bibirnya Mika seolah mengatakan, "Hai gadis desa. Kau mulai berani denganku yah!"


Tawa bisu langsung Mika keluarkan, dan itu membuat wajahnya semakin nampak berseri. Cantik hanya kata-kata itu yang mampu menggambarkan, raut wajah Mika saat ini.


***


Sementara di dalam kamar. Kavin mulai menggeliat. kedua tangannya bergerak menarik selimut yang menutupi seluruh tubuhnya hingga sampai dada. Pelupuk matanya, masih terpejam, tapi mulutnya mulai menguap.


"Gadis desa!" Kavin dengan mata masih terpejam, mulai memanggil Mika.


Mika yang masih berada di dapur, mendengar suara teriakan itu, tapi dia pura-pura menulikan diri sendiri. Malahan dia bergerak mematikan nyala kompor gasnya melepas sepatunya, dan langsung mengayunkan langkah ke depan TV.


'Kemarin Kavin menekan ini, dan-' Mika langsung menutup telinganya saat suara dentuman musik yang sangat keras, setelah tadi tangannya menekan tombol play disebuah DVD.


Sementara di dalam kamar. Kavin sudah duduk di atas ranjang dengan kedua mata terbuka, dan satu alis naik, "Apa yang gadis desa itu perbuat?" gumam Kavin dengan wajah khas bangun tidurnya.


Kavin bergerak menggaruk kepala bagian belakangnya. Dia tidak sengaja melirik ke arah nakas, dan kedua matanya langsung melihat ponsel yang tergeletak rapi di atas sana.


Kavin bergerak meraih ponselnya, menghadapkan layar benda pipih itu tepat ke wajahnya, dan dia langsung menyalakan benda pintar itu.


Senyum terbit di muka bantal milik Kavin. Padahal disudut matanya, masih tersisa kotoran, tapi pria dua puluh tujuh tahun itu tidak peduli. Sekarang yang menjadi fokusnya, hanyalah sosok foto Mika yang dia jadikan wallpaper ponselnya.


"Kau semakin manis jika tidur terlelap seperti ini, gadis desa," gumam Kavin. Tanpa sadar, jari jempolnya bergerak mengelus foto Mika yang dini hari tadi dia ambil, saat gadis itu tertidur lelap.

__ADS_1


Iya, dini hari tadi Kavin tidak bisa tidur. Karena bidan, tiba-tiba saja pikiran jahil untuk masuk ke kamar Mika, langsung memenuhi otaknya, dan begitulah cara dia mendapatkan foto Mika yang tertidur lelap itu.


"Gadis desa! kecilkan volume musiknya bodoh!" teriak marah Kavin yang kesadarannya sudah kembali. Tetapi, diluar sana. Mika malah asik menggelengkan kepalanya menikmati lantunan musik keras.


"Mika!" teriak Kavin dengan hati yang mulai meradang, karena teriakan-teriakan yang dia lakukan tidak dituruti oleh Mika.


Mendengar masuk yang belum di kecilkan, hati Kavin semakin dipenuhi gejolak api kemarahan. Pria ity bergerak turun dari atas ranjang, dan tanpa sadar dia langsung mengayunkan langkah keluar dari dalam kamar dengan hanya menggunakan celana pendek.


Namun itu bukanlah masalah besar, karena yang harus Kavin khawatirkan adalah dia yang keluar dari dalam kamar, tanpa menggunakan kursi roda. Apa karena rasa kesal bercampur marah, Kavin lupa kalau dia sedang berakting masih sakit?


Namun, dia masih belum menyadarinya, dan terus saja berjalan keluar dari dalam kamar. Kavin bergerak memutar handel pintu, menariknya ke dalam, dan langkah kakinya berhenti tepat di ambang pintu.


Pandangan mata Kavin langsung tertuju ke arah Mika yang sekarang berjoget ria, dan ksrena itu juga seutas senyum terbit di wajah Kavin. Pria dua puluh tujuh tahun itu, menyandarkan pundak kirinya di ramon pintu. Kedua tangannya juga sudah menyilang di dada.


Berbarengan dengan itu, Mika yang sudah menyispkan nasi gorengnya ke dua buah piring, bergerak memutar tubuhnya dan, "Bagus yah, bagus sekali. Pagi-pagi kau sudah menggangguku dengan memutar musik bervolume besar. Emang apa faidahnya coba? Kau mau agar aku perhatian, begitu?"


prang! prang!


Kedua piring yang sudah berisikan nasi goreng itu, terjatih dari tangan Mika. dia menjatuhkannya bukan karena takut dengan raut wajah Kavin saat ini. Mika dengan masih terkejut bergerak melakukan isyrat tangan, "Kavin bisa berjalan?"


...T.B.C...


...Gimana Part ini?...


...Coret-coret di kolom komentar yah!...

__ADS_1


...Ada kata buat Kavin dan Mika?...


__ADS_2