
...Padahal tinggal satu like, tapi nggk apalah. Yok capai target biar cepet update 25 like dan spam komen. Aku akan double up. Bisa kan, 25 like? Yok bisa yok, kalau kalian bantu PROMO xixixixixi. bisa promo ke FB, TikTok, dan apapun sosial media....
...Satu lagi— jangan lupa follow Instagramku, "suka_paris" biar mengetahui info cerita ini, xixixixixi**!...
...Gimana cantikkan covernya? xixixixixi!...
...stay reading!...
Bunyi langkah kaki terdengar jelas di sebuah gubuk yang berada di kawasan kebun dengan pohon rambutan dan mangga yang mendominasi tempat itu. Di dalam gubuk kumuh itu, terlihat Mika sudah sedari tadi mondar-mandir karena gadis itu sekarang, tengah kerepotan untuk mempersiapkan barang bawaan yang akan dia bawa pergi ngerampek hari ini.
Sedikit informasi. Dalam bahasa sasak, Ngerampek berarti sebuah proses memanen padai secara tradisional, memisahkan bulir padi dari batangnya dengan bantuan alat, berupa papan kayu atau kayu kelapa berbentuk segitiga yang di padukan dengan bambu. (note: di kutip dari good news from Indonesian)
...(foto contoh dan alat untuk ngerampek)...
Sekarang Mika tengah berdiri di sebuah cermin agar dia dapat lebih mudah melihat pantulan wajah ayunya. gadis yang sudah mengenakan sebuah pakaian kaos warna hijau yang di padukan dengan kain tenun bercorak bunga itu, sudah terlihat sangat cantik, dan dari setelan pakaian yang dia gunakan, sudah bisa menunjukkan kalau dia memang benar-benar seorang gadis dari desa.
Padahal jam masih menunjukkan setengah enam pagi, yang dimana kebanyakan orang mungkin masih bermanja-manja di balik selimutnya. Tetapi, tidak untuk Mika. Jika dia melakukan hal itu barang sehari, mungkin dia akan kelaparan. Jadi, Mika yang hanya hidup sebatang kara, harus giat bekerja agar hidupnya terjaga. Lagian, ini sudah sering Mika lakukan, dan gadis ayu itu sudah terbiasa dengan kesehariannya.
Mulut Mika, terlihat bergerak menghembuskan nafas, saat rambut hitam legamnya sudah berhasil dia ikat dengan gaya cepol bawah. Wanita itu terlihat menyungging senyum, setelah itu dia bergerak memutar tubuh, dan langsung mengayunkan langkah menuju sebuah meja kecil, yang dia fungsikan sebagai tempat menaruh piring, dan alat dapur seadanya.
Mika dengan masih menyungging senyum seolah tengah merasakan bahagia, mulai bergerak menjulurkan tangan kananya untuk meraih sebuah plastik, berisikan beberapa buah singkong yang dia rebus subuh tadi.
__ADS_1
'saatnya kita berangkat kerja,' girang Mika dalam hati sembari mengayunkan langkah keluar dari dalam gubuk kumuhnya dengan masih menyungging senyum secerah mentari pagi, yang sekarang mulai mengeluarkan cahayanya di ufuk timur.
Namun, senyum cerah yang terbit di wajahnya itu sontak menguap tergantikan wajah terkejut, karena tepat saat dia sudah menginjakkan kaki di luar gubuk, sosok Kavin berwajah datar, yang saat ini terlihat gagah mengenakan pakaian santai berdiri tepat di depan Mika.
"Kau tidak kelihatan memakai make up, tapi kenapa kau begitu lama berada di dalam sana?" ketus Kavin saat sudah melihat Mika keluar dari sarangnya.
Namun wanita itu tak bergeming. Malahan sekarang mulut bawahnya mulai terbuka, diikuti dengan tatapan yang membulat karena masih terkejut akan kehadiran Kavin yang sebenarnya tidak wanita itu inginkan. Tetapi, Mika tidak pernah mengira kalau pria kota itu sudah datang sepagi ini.
"Ehh mulutmu di tutup dong. Nanti kalau kebanyakan menganga, liur kau meleleh keluar," celetuk Kavin, membuat Mika tersadar dari keterkejutannya, dan dengan secepat kilat gadis itu menutup mulutnya.
Kavin terlihat memperhatikan penampilan Mika dari ujung kaki hingga kepala, setelah itu dia mengeluarkan sebuah decakan, dan langsung berkacak pinggang, "Kenapa kau berpakaian seperti itu? Apa kau mengira aku akan terpesona melihat kau berpakaian seperti itu?" tuduh Kavin dengan mulai mengungkit-ungkit masalah terpesona.
Seandainya kalian tahu, kalau sebenarnya sekarang hati Kavin tengah mengeluarkan desiran hebat. Tetapi, pria itu belum menyadarinya, atau bisa dibilang masih tidak ingin menyadarinya. Buktinya saat ini, Kavin tidak henti-hwnyinya memutuskan pandangannya dari penampilan Mika.
Sementara itu, Mika langsung saja melayangkan pandangan saat dia mendengar dengan jelas tuduhan yang keluar dari mulut Kavin. padahal dia tidak pernah bermaksud untuk membuat pria kota itu terpesona. Tetapi, kenapa pria yang dia tidak tahu namanya itu, selalu saja berpikir Mika sengaja melakukan hal itu.
"Apa?" tanya sinis Kavin, dan setelah melontarkan satu kata itu. Dia bergerak menghidupkan ponsel yang sedari tadi ada di genggaman tangannya, "kau pasti mengira aku mau membuka google dan mencari gerakan-gerakan bahasa isyarat?" imbuh Kavin dengan mengeluarkan sifat sok tahunya, membuat Mika mengernyitkan dahinya.
"Kau harus mendengar ini baik-baik gadis desa. Mulai hari ini aku sudah tidak membutuhkan google untuk mengetahui apa yang engkau katakan. Karena tadi malam, aku sudah mempelajari bahasa isyarat itu semalaman penuh," imbuh Kavin dengan nada terdengar jelas sedang menyombongkan diri sendiri.
"tapi kau harus tahu, kalau aku mempelajari bahasa isyarat bukan untuk mengobrol denganmu gadis desa. Jadi— kau jangan besar kepala dulu," imbuh Kavin agar Mika tidak besar kepala. Padahal, sebenarnya dia mempelajari bahasa isyarat itu hanya untuk mengobrol dengan Mika. tapi karena rasa gengsi, dia tidak mau mengakui itu.
"Sesuai perkataanku semalam. Jadi— ayok kita bergegas pergi.' Kavin hendak menyambar lengan Mika, tapi dengan sigap gadis itu memundurkan langkah, membuat Kavin hanya menggenggam angin.
Mika yang sudah sedari tadi jengah mendengar ocehan pria kota itu, mulai bergerak membuat isyrat tangan yang berarti, 'maaf tuan. Saya tidak bisa menemani tuan, karena saya mau pergi ngerampek.'
__ADS_1
Melihat isyarat tangan yang dibuat Mika, membuat Kavin langsung melayangkan tatapan tajam, "Jadi kau berani membantahku gadis desa?" Kavin bertanya dengan menekan setiap perkataannya.
'saya sungguh tidak bermaksud membantah anda tuan,' jawab Mika dengan isyarat tangan.
"Kalau kau tidak ingin membantahku. Kau harusnya mau ikut bersamaku. Bukannya pergi apa tadi? nge— ngerampek," hardik Kavin masih dengan nada ketus.
'sekali lagu saya minta maaf Tuan. Saya harus pergi sekarang juga,' ujar Mika menggunakan bahasa isyarat.
"Aku katakan kau harus ikut bersamaku. Emang apa pentingnya ngerampek itu, dari pada aku?" Tanpa Kavin sadari, pertanyaan yang seolah terdengar seperti membandingkan dirinya keluar begitu saja dari dalam mulut Kavin.
'sekali lagi saya minta maaf tuan.' ujar Mika menggunakan bahasa isyarat. Setelah itu, Mika bergerak mengambil topi khas petani yang tergantung di dinding gubuknya, memasangkan benda itu di kepalanya, dan dia langsung berjalan melewati Kavin yang masih tidak mempercayai, kalau ada orang yang begitu berani membantah keinginannya.
"Tunggu!" Mika menghentikan ayunan kakinya, dan langsung menolehkan kepala ke belakang, "Jika kau mau pergi ngerampek— aku juga akan ikut."
...**T.B.C...
...Si Kavin kok gitu bet yah! dia asal asalan mau ikut, walau dia masih belum tau apa itu** ngerampek!...
...**xixixixixi, penasaran ekspresi Kavin setelah tahu dia akan pergi kemana? yok makanya capai 25 like dan spam komen!...
...Satu lagi, jangan lupa kasih hadiah, atau tiket vote untuk memberikan semangat!...
...Ada kata buat:...
...Kavin...
__ADS_1
...atau...
...Mika**...