
Iya, mika kembali menundukkan badannya, dan langsung pergi dari tempat itu dengan masih meninggalkan kebingungan tentang kertas yang bergambar emoticon senyum itu.
Sementara Kavin langsung terdiam. Rasa bersalah langsung memenuhi hati pemuda itu, dan berbeda dengan Agler. Dia juga terdiam membisu, dengan rasa iba yang menyelimuti dada.
'dasar gadis pelit bicara,' ucapannya beberapa jam lalu langsung terputar di benak Agler, membuat pria itu ingin sekali meminta maaf, dan menarik kembali kata-katanya.
Hal yang sama juga dirasakan Kavin. Pria itu sudah dua kali melukai hati Mika dengan menghinanya dengan perkataan "apa kau bisu" dia masih mengingat jelas kata yang dua kali dia lontarkan itu. Sekarang Kavin tahu alasan Mika tak meminta maaf. Dia benar-benar diliputi rasa bersalah.
Sementara Zaly yang baru pertama kali bertemu dengan Mika, menampilkan raut iba dan kasihan yang terlihat jelas di air wajahnya. Dia tidak menyangka ada wanita malang seperti Mika yang masih bisa bertahan hidup dengan kondisi seperti itu.
"Dia gadis yang malang," celetuk pak pramuwisata itu dan membuat kelima orang melirik ke arahnya.
Kalian pasti bertanya-tanya kemana bule uang tadi hendak membeli kalung yang dijual Mika tadi? Mereka masih di sana, walaupun mereka tidak tahu apa yang tadi Mika dan Rina perdebatkan.
"Tolong tuan maafkan dia jika ada salah, tapi saya berani jujur kalau gadis itu tidak bermaksud," sesal pak pramuwisata itu memohon kepada Kavin, "tuan—kalau saya boleh tahu, Mika salah apa kepada tuan? Kenapa tuan terlihat sangat marah kepada gadis itu?"
__ADS_1
"Mika?" Beo Kavin dengan satu alis terangkat menandakan dia tidak mengerti.
"Iya—gadis bisu tadi itu bernama Mika tuan," jawab pak pramuwisata itu, dan membuat Kavin menganggukkan kepala.
"Dia— tadi pagi gadis itu menabrakku, dan langsung pergi begitu saja tanpa mengucapkan maaf," jelas Kavin, dan membuat pak pramuwisata itu mengernyitkan keningnya.
"Benarkan dia tidak meminta maaf? Setahuku dia tidak seperti itu tuan. Dia memang tidak bisa bicara, tapi dia akan memberikan ini sebagai permintaan maaf." Pak pramuwisata itu menunjukkan kertas yang berisi gambar emoticon senyum yang tadi diberikan oleh Mika.
Kavin semakin dibuat terkejut. Kebenaran tentang gadis aneh itu kembali dia dapatkan, dan kebingungan tentang sepucuk kertas bergambar emoticon senyum itu juga sekarang sudah dia ketahui. Rasa bersalah semakin memenuhi rongga hatinya.
"Jadi emoticon senyum ini artinya permintaan maaf?" Bukan Kavin yang bertanya, melainkan Zaly. Sekarang gadis itu masih saja bergelantung manja di lengan kekar Kavin.
"Kenapa dia tidak menulis kata maaf saja?" imbuh Kavin menimpali pertanyaan Zaly, dan membuat pak pramuwisata yang tadi hendak menjawab pertanyaan Zaly terputus.
"Dia tidak bisa baca tulis, karena Mika tidak bersekolah tuan. Namanya saja dia tidak bisa tulis," jawab pak pramuwisata itu, dan langsung pergi bersama pasangan bule yang harus dia bawa untuk berwisata mengelilingi pantai Kuta ini.
__ADS_1
Kavin yang tadinya ingin bertanya lebih tentang gadis yang bernama Mika itu harus terhenti, karena pak pramuwisata itu pergi tanpa ada kata pamit yang dia ucapkan.
"Ehh Lio ke mana?" celetuk Zaly saat baru menyadari tidak adanya Agrel di sebelahnya.
Mendengar celetukan Zaly, Kavin langsung menoleh ke arah di mana Agler tadi berdiri, memang benar dia sudah tidak ada di sana.
"Kemana perginya bocah itu?" gerutu Kavin. Inilah sifat Agler yang sangat dia benci. Entah kenapa pria itu selalu saja membuat Kavin panik, karena sering pergi tanpa pamit.
T.B.C
Nah ada yang mulai kasihan nih🤭.
Kenapa si Kavin pen bet tahu tentang Mika yah?
Terus kenapa Zaly selalu saja nempel di Kavin?
__ADS_1
Agler pergi kemana kira-kira?
Penasaran? Yok vote, gift, komen, like yang banyak, serta wajib bantu SHARE!