Gadis Bisu Pemikat Hati

Gadis Bisu Pemikat Hati
54. Bertahan untukku.


__ADS_3

...Mau curhat dulu nih yah....


...Sebenarnya, aku ini lagi gedek Ama nih apk....


...Masak iya, levelku enggak naik? Muke gile bener nih....


...Niatnya mau update dengan semangat membara, malah jadi ngaret karena level....


...Tapi enggak apalah untuk kalian aku update, tapi besok enggak tahu. Doain aja biar tetap semangat yah. Aku juga lagi kejer daily di platform sebelah....


...Jadi mulai awal bulan ini, aku mau sempetin buat update cerita ini. Tetapi, jika 7500 hadiah langsung gas update lagi untuk kalian....


...(enggak ada foto)...


..."Bertahan untukku, dan jangan pergi dalam keadaan aku yang mulai suka melihat tawa tanpa suara milikmu, dan senyum manis yang selalu tersungging indah di wajah ayu milikmu"...


...*...


...(Alfarizi Kavindra)...


...***...

__ADS_1


Kavin terus saja berlari menuju ke ujung pantai, karena saking cepatnya dia berlari. Topi yang sedari tadi bertengger di kepalanya itu, terlepas karena embusan angin yang sedari tadi sudah membesar.


Namun, pria itu tidak peduli. Malahan dia mulai bergerak menaikkan satu kakinya, membuka sepatu beserta kaos kakinya, agar laju larinya tidak terganggu.


Kavin melakukan hal yang sama dengan satu kakinya lagi, dan setelah dia membuka kedua alas kaki itu. Kavin langsung berlari semakin cepat, diikuti oleh rambut hitam sedikit coklat yang sedari tadi berkibar karena ulah dari angin laut.


Sesampainya Kavin ditempat itu, suasana sepi langsung menyambut indera pengelihatan miliknya, "Mika!" teriak Kavin menggema memenuhi kawasan sepi itu.


Kavin bergerak menunduk, karena rasa lelah mulai merambat ke seluruh tubuhnya. napas pria itu mulai terengah-engah, tapi itu tidak menyurutkan keinginannya.


"Kau ada di mana, Mika!" teriak Kavin. Pria itu langsung kembali berlari, untuk mendekati kawasan yang dipenuhi oleh batu karang.


Sontak Kavin langsung membulatkan mata, saat otaknya mulai berpikiran yang tidak-tidak, "Mana mungkin itu Mika. Tidak," ujar Kavin, tapi pria mengayunkan langkah mendekat ke sosok gadis yang tengah terkapar itu.


Pikiran-pikiran takut tadi, semakin menjadi saat Kavin sudah mulai melihat jelas baju Mika, "Tidak," gumam Kavin mulai mempercepat langkahnya.


Seketika pria itu langsung diselimuti oleh kepanikan, saat melihat keadaan Mika yang begitu sangat menyedihkan. Sekujur tubuhnya mutih, bibir bawahnya bergetar, sudut bibirnya mengeluarkan darah, dan pipi kirinya berwarna keunguan.


"Tidak— kau tidak boleh berakhir seperti ini gadis desa." Kavin membungkuk, dan dia mulai bergerak mengangkat kepala Mika.


Sementara Mika yang kesadarannya perlahan menghilang, mulai berhalusinasi mendengar dan melihat wajah Kavin, dan itu membuat dia menyinggung senyum, "aku akan melakukan apapun untuk menyelamatkan dirimu, jadi kau bertahanlah." Kavin langsung bergerak mengangkat kepala Mika ke pangkuannya. tangan pria itu gemetar saat dia mencoba mengelus pipi kiri Mika yang membiru.

__ADS_1


"Siapa yang melakukan ini pada kau." Kavin berucap dengan bibir yang bergetar, dan rasa panik serta takut. Langsung mengambil alih kendali tubuhnya.


Dan tanpa sadar, pria itu bergerak mengangkat tubuh tak sadarkan diri Mika. Tetapi, sedetik kemudian, dia menurunkannya kembali, dalam posisi lutut menyentuh pasir pantai.


Dia bergerak memunggungi Mika. Setelahnya, dia langsung melingkarkan kedua tangan Mika ke lehernya, dan Kavin langsung menggendong wanita yang napasnya mulai melemah itu, dalam posisi menggendong menggunakan punggung.


"Bertahan sampai kita tiba di rumah sakit," ujar Kavin, dan pria itu langsung berlari ke pinggir pantai, menembus semak-semak belukar.


Dia tidak Melawati jalanan yang dia lalu tadi, karena mungkin itu memerlukan waktu yang cukup lama. Maka dari itu, Kavin berlari menerkam semak-semak belukar di tepi pantai yang langsung tembus ke jalan raya.


Kavin tidak memperdulikan kakinya yang tertusuk oleh duri-duri semak. Baginya, keselamatan Mika yang harus diutamakan sekarang. Entah dia juga tidak tahu, kenapa dia bersikap sangat khawatir seperti ini. Tetapi, satu hal yang sekarang nyata dia rasakan.


Iya, sekarang dia sangat takut kehilangan gadis yang ada di gendongannya saat ini. Dia sangat takut kehilangannya, terlebih embusan napas gadis itu tidak terasa menerpa pundaknya, dan itu membuat rasa takut semakin menjadi memenuhi benaknya.


...T.B.C...


...Aku lagi bedmood. Jadi aku hanya minta bantu share, dan rekomendasikan cerita ini yah!...


...7500 hadiah buat next Update!...


...Bay see you😘...

__ADS_1


__ADS_2