
...3000 hadiah aku update lagi...
...Yok kirimkan hadiah untuk Mika dan juga Kavin, biar outhornya dapet semangat!...
...(Kalian menghinaku, aku diam. Kalian menyakitiku, aku diam. Kalian mempertanyakan asal-usul diriku, aku masih tetap diam. Tetapi, untuk yang satu ini, aku tidak bisa diam. Jangan kalian mengira aku tidak melawan, karena aku takut. Tidak— bukan seperti itu)....
...Kavin libur dulu yah. Biar si Mika yang kita pajang....
...***...
"Ne beras bagian bi (Ini beras bagianmu)," ujar amak Kasim sembari bergerak menyerahkan tas plastik berukuran sedang, yang berisikan beras ke depan Mika.
Mika yang melihat itu, langsung menganggukan kepala, mengambil alih tas plastik itu, dan setelahnya dia menyungging senyum.
Iya, hanya itu yang bisa dia lakukan untuk berterima kasih, karena walaupun dia ingin membuka mulutnya. Pasti hanya akan ada kesunyian yang akan terdengar, "Simpen tie solah-solah (ingat simpan itu baik-baik)," imbuh amak Kasim, membuat Mika menganggukkan kepala.
Mika dengan masih tersenyum, menggerakkan tangan kanannya untuk menunjuk ke arah pintu keluar, seolah dia ingin mengatakan akan pergi.
Amak Kasami yang melihat itu menganggukan kepala, membuat Mika bergerak memutar tubuhnya, dan hendak mengayunkan langkah, "Mika, anteh seberak (Mika, tunggu sebentar)," imbuh inak Icok, istri dari amak Kasim, membuat langkah Mika menggantung di udara.
__ADS_1
"Ne kubeng bi aden arak isik bi berombok belanje (Ini saya kasih kamu, agar ada tambahan untukmu belanja)," ujar inak Icok setelah berdiri di sebelah suaminya, sembari menyerahkan selembar uang berwarna biru tepat ke hadapan Mika, yang sudah kembali memutar tubuhnya menghadap amak Kasim dan inak Icok.
Mika yang melihat itu, hanya bisa menggelengkan kepala, dan dia juga tidak lupa untuk menyungging senyum. Jujur saja, Mika benar-benar tidak ingin mengambil uang itu, karena dia juga mendapatkan cukup banyak uang dari hasil ngerampek.
"Aroo bait jelapan (Ayok ambil burun)," paksa inak Icok, dan Mika kembali menggelengkan kepala, tapi itu percuma saja, karena inak Icok langsung menjejalkan uang itu ke tangan Mika.
Mika yang menyadari itu, hendak mengamalkannya, tapi tangan Inak Icok lebih dulu menghentikannya, "Wah bait wah. Simpen kepeng ni indah isik lemak. Endak langsot lalo bekakenan (Udah ambil saja. Simpan juga uang itu untuk esok. Dan jangan terlalu boros membeli makanan)," ujar inak Icok pada akhirnya, dan itu langsung membuat Mika tak enak hati.
Mika ingin mengucapkan terima kasih, tapi dia tidak bisa memenuhi keinginannya itu. Alhasil, dia hanya bisa menyungging senyum.
Gadis ayu itu, menganggukkan kepala, setelahnya dia memutar tubuh, dan langsung mengayunkan langkah, untuk pergi dari pekarangan rumah amak Kasim dan inak Icok.
Iya, sudah sedari tadi mereka di rumah masing-masing, tapi Mika terlebih dulu mampir ke rumah amak Kasim dan inak Icok, untuk mengambil bagian berasnnya.
Mika dengan penuh kebahagiaan, dan kesenangan. Mengayunkan langkah, dan dia sudah tidak sabar untuk kembali ke gubuknya, karena walaupun gubuk itu lusuh. Tetapi, bagi Mika yang tidak punya keluarga, maupun rumah. Dia menganggap, gubuk itulah tempat dia berpulang, dan melepas penat.
***
Beberapa menit telah berlalu, akhirnya Mika sudah berbelok masuk ke kawasan kebun yang, di mana. Tempat gubuk lusuhnya berdiri.
Mika terus saja berjalan, dengan mulut yang sedari tadi bergumam tanpa suara. Tiba-tiba langkah Mika terhenti, gadis ayu itu langsung membeku saat pandangan matanya saat ini sedang melihat, sesuatu yang membuat dia tak bisa melanjutkan perjalanan.
__ADS_1
Bug!
tas plastik yang sedari tadi Mika pegang, akhirnya terjatuh juga, karena kedua tangan Mika serasa kehilangan kekuatannya. Mika menggeleng-gelengkan kepalanya seolah tidak percaya, dengan apa yang matanya lihat saat ini.
'tidak— tidak. gubukku,' batin Mika dengan kepala terus menggeleng, dan kedua matanya mulai berkaca-kaca.
Gadis ayu itu mencoba memejamkan mata, dan sedetik kemudian dia kembali membukanya. Tetapi, apa yang baru saja dia lihat, sama sekali tidak berubah, 'tidak mungkin— ini tidak mungkin terjadi dengan tempat pulangku,' batin Mika, dan twpat setelah itu, kedua lututnya terjatuh mencium butiran-buturan beras yang sudah berserakan di atas tanah.
'apa yang terjadi dengan tempat pulangku?'
...T.B.C...
...Ada apa ini?...
...Apa ada yang bisa menebak yang terjadi?...
...Jika penasaran, yok capai 3000 hadiah dulu, baru aku update lagi....
...Masak iya 3000 hadiah enggak bisa sih?...
...Bisa lah yah...
__ADS_1
...see you next part!...