
NTB, Kuta beach, Motel.
"Kami kembali!" Seru Kavin dari pintu masuk depan motel, dan membuat seorang wanita yang ada di dalam ruang santai motel berlari keluar.
"Kavin—Lio, kalian pergi kemana?" sembur seorang wanita modis berperawakan tinggi, dengan rambut di cat coklat keemasan, alis tak terlalu tebal, bulu mata lentik, iris mata hitam, hidung sedikit mancung, dan jangan lupakan senyum manis yang akan dihiasi oleh dua lesung pipi itu, membuat dirinya dicap sebagai wanita cantik.
Kavin yang baru saja kembali setelah berjam-jam mencari Lio hanya mengangkat kedua bahu acuh, dan memilih berjalan masuk ke dalam rumah. Sementara wanita yang menanyainya tadi, langsung mengerucutkan bibirnya merasa kesal, karena Kavin selalu bersikap acuh tak acuh padanya.
"Kenapa monyong gitu sih," celetuk Agler, dan langsung merangkul wanita cantik di hadapannya itu.
"Kenapa Kavin selalu mengacuhkanku?"
"Zaly, Kavin bukannya mengacuhkanmu. Bukankah dia selalu seperti itu dari kecil? Apa lagi sekarang dia dalam kondisi tidak enak karena mencariku," tutur Agler dengan nada lembut sambil jari jempol dan telunjuknya mengapit kedua pipi milik wanita bernama Zalynda Adora, hingga membuat bibir wanita cantik itu semakin monyong.
__ADS_1
Iya, suara yang memanggil dia tadi itu adalah milik Kavin yang sudah naik pitam karena berkeliling mencari dirinya, tapi tanpa raut bersalah sedikitpun, Agler malah senyum-senyum tak jelas, dan membuat kekesalan Kavin meningkat.
Zaly yang dijepit pipinya, bergerak menepuk keras lengan Agler, agar pria tampan itu berhenti menekan pipinya. Mendapatkan serangan itu, Agler dengan masih tersenyum menjauhkan tangannya dari pipi Zaly.
"Agler tadi itu sakit tahu," gerutu Zaly dengan wajah cemberut, dan itu kembali membuat Agler ingin sekali mencubit pipi mulus itu.
Sedikit informasi. Sebenarnya Kavin berlibur bersama dua orang yang sudah menjadi sahabatnya dari kecil. Satu Agler Adelio, sang fotografer, yang mempunyai hobi menyanyi, dan seorang wanita bernama Zalynda Adora seorang model. Sebenarnya Kavin tidak berniat untuk membawa kedua temannya itu, tapi pagi-pagi sekali, tepatnya setelah kejadian dia ditabrak wanita aneh itu. Agler dan Zaly datang, dan jadilah mereka bertiga berlibur bersamaan.
"Dari pada di sini bersamamu, lebih baik aku ke dalam menyusul Kavin," sinis Zaly dan berjalan cepat masuk ke dalam motel.
***
"Vin—kau memang ahli dalam mencari tempat berlibur. Sungguh pantai Kuta Lombok ini sangat indah, dan ramai." Sambil bergerak mengambil gambar pemandangan dengan, kamera yang talinya sudah menggelantung rapi di leher, Agler berucap.
__ADS_1
"Kavin lihat kalung yang dijual gadis itu! Lihat—bukankah itu sangat cantik?!" teriak Zaly tepat di samping telinga Kavin. Wanita itu sedari tadi melingkarkan tangan lentiknya di lengan kekar Kavin.
Sedangkan Kavin hanya bisa memejamkan mata saat mendengar teriakan membengkakkan telinga itu, tanpa mau membalasnya. Niatnya untuk pergi berlibur, dan menikmati suasana indah pantai Kuta, malah di hancurkan oleh kedatangan dua sahabatnya ini. Kavin bukannya tidak suka dengan kedatangan mereka, tapi sekarang dia butuh waktu sendiri. Apalagi sekarang ada Zaly, pasti waktu sendirinya tidak akan ada, karena wanita itu selalu menempelnya.
"Kavin! Lihat, ayok belikan itu untukku." Pria yang selalu diteriaki itu menyerah, dan akhirnya melihat ke arah di mana telunjuk Zaly mengarah.
Agler yang mendengar teriakan Zaly juga menghentikan kesibukannya, dan memilih ikut melihat ke arah di mana telunjuk Zaly mengarah.
Seketika kedua mata Pria itu membulat terkejut. Kavin yang masih mengenal betul ciri-ciri orang yang menabraknya tadi pagi langsung mengetatkan rahang. Berbeda dengan Agler yang sedang tersenyum saat melihat seorang gadis, sedang menawarkan dagangannya. Dia masih ingat jelas wajah gadis yang sekarang menyungging senyum itu.
T.B.C
Nah siapa ayok!
__ADS_1
Langsung aja like, vote, gift, komen, dan ini yang paling penting! BANTU SHARE!
Bay!