
...Apa cerita ini terlalu dark?...
...Beginilah jalan cerita yang aku buat, dan maaf jika kalian tidak nyaman....
...Jika ini sudah kalian katakan Dark, Maka aku yakin Lanjutan cerita ini akan jauh lebih Dark....
...Aku mau kasih info kalau cerita ini akan ada lanjutannya, tapi dalam sudut pandang yang berbeda. Di mana, lanjutannya besok akan menceritakan sakitnya sebuah kehilangan....
...Jadi, yok kita tuntaskan cerita ini dulu....
***
Jam empat lebih tiga puluh dini hari, pesawat yang ditumpangi oleh Kavin dan Agler mendarat dengan selamat di Bandar udara Soekarno-Hatta.
Setelah menempuh perjalanan udara selama 20jam lamanya. Sekarang kedua laki-laki berusia dua puluh tujuh tahun itu baru saja keluar dari Bandara.
Mereka terlihat celingukan mencari sopir yang akan menjemputnya, "Apa kau yakin sudah meneleponnya?" tanya Kavin sembari menolehkan kepalanya ke kanan dan kiri.
"Tentu saja aku yakin, Vin," jawab Agler sembari bergerak mengeluarkan ponsel dari saku celananya.
"sepertinya pak Rahmat lupa," imbuh Agler sembari mendial beberapa digit angka dan baru saja dia ingin memencet icon telepon warna hijau, tiba-tiba bunyi klakson mobil tertangkap oleh gendang telinganya.
Agler menaikkan pandangannya dan kedua mata berntera coklatnya langsung melihat sebuah mobil berwarna hitam. Agler yang tadinya ingin menelepon mengurungkan niat dan dia kembali memasukkan benda pipih itu disaku celana kainnya.
Sementara dari arah pintu kemudi. Terlihat seorang laki-laki paruh baya keluar dan langsung berjalan cepat mendekat ke Kavin dan juga Agler.
Laki-laki paruh baya yang mengenakan baju serba hitam itu menundukkan kepalanya, "Maaf telah membuat Tuan menunggu," tutur laki-laki paruh itu dengan nada sopan pun kepala yang mengangguk.
__ADS_1
"Tidak apa-apa." Agler berucap dengan nada yang juga sangat sopan membuat diaโ Rahmat, semakin merasa tidak enak.
"Kalau gitu, mari Tuan." Pak Rahmat bergerak cepat ke sisi pintu penumpang bagian belakang dan dia juga langsung membukakan pintu itu dengan gesitnya.
"Sepertinya aku tidak bisa ikut kalian." Agler yang tadinya sudah berjalan langsung menoleh ke belakang untuk mendapati Kavin yang masih diam ditempat.
"Kenapa?" tanya Agler dengan satu alis terangkat.
Kavin yang mendengar pertanyaan itu hanya bisa menyunggingkan senyum, "Aku akan langsung pulang ke apartemen dan kita akan ketemu besok di perusahaan untuk melakukan rapat."
Kavin berucap dengan tangan kiri bergerak menaikkan jas kantornya yang hampir terjatuh dari pundak pun tangan kanannya menarik pegangan koper agar keluar.
"Kalau begitu aku pergi dulu." Kavin berucap sembari melangkah cepat ke sebuah mobil berwarna biru yang terparkir di pinggir jalan.
Agler yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya dan laki-laki itu langsung mengubah raut wajahnya menjadi perihatin saat melihat punggung tegap Kavin yang sudah masuk ke dalam mobil taksi.
***
Kavin yang tadinya fokus melihat ke arah ponsel menaikkan pandangan matanya dan laki-laki itu langsung menyunggingkan senyum, "Apa ada toko bunga yang buka jam segini?" tanya Kavin sembari menaikkan satu alisnya.
"Toko bunga di jam empat pagi?' beo sopir taksi itu sembari mengerutkan keningnya, "sepertinya tidak ada, Tuan," imbuh sopir taksi itu membuat Kavin menghela napas kecewa.
"Duh, apa yang harus aku katakan pada istriku," ujar Kavin dengan raut dibuat semenyedihkan mungkin, agar si sopir taksi itu menaruh iba padanya.
"Ini permintaan istri, Tuan?" kata sang sopir taksi dan Kavin yang mendengar itu menganggukkan kepalanya.
"Sebenarnya saya punya saudara yang membuka toko bunga, tapi mungkin dia belum buka di jam segini."
__ADS_1
"Langsung saja bawa saya ke rumah saudara, bapak. Nanti saya kasih ongkos lebih dan saat juga akan bayar lebih saudara bapak!" perintah Kavin, dan dengan gerakan sedikit ragu, sopir taksi itu menganggukkan kepalanya.
"Kita coba saja ke sana, Tuan."
Kavin menganggukkan kepalanya, dan laki-laki itu kembali melihat ke layar ponselnya yang saat ini tengah menunjukkan room chat dia dan Mika.
Sedari tadi. Dia tidak ada hentinya untuk tidak menyunggingkan senyum kala membaca chat dari istrinya itu, "Aku akan mengejutkanmu, sayang," gumam Kavin sembari terus membaca pesan antara dia dan istrinya ๐.
...T.B.C...
...Lanjutnya nanti malam yah, doakan bisa double update....
...Ada yang sudah menerka-nerka lanjutan cerita ini seperti apa?...
...Stay too ....
__ADS_1