Gadis Jebakan

Gadis Jebakan
Lepaskan Dia


__ADS_3

Arkha membungkukkan badannya sopan, serta menyapa tuan besar yang mau menunggunya dengan tenang seperti ini dia tidak menyangka jika seorang komisaris dari Burrack Company, mau bertemu dengannya. Pasti ada hal yang sangat penting, mengingat orang ini bukan dari kalangan biasa.


"Selamat siang, Tuan Gladio. Maaf, telah membuat anda menunggu lama," sapa Arkha dengan nada yang sopan serta menganggukkan kepalanya ke arah bodyguard yang setia mengikuti pria tua itu pergi kemana pun.


"Ternyata ini, pria yang sangat mencintai cucu saya, tapi malah menjalin hubungan lagi dengan wanita lain?" Gladio nampak memperhatikan Arkha dari bawah hingga atas. Membuat Arkha membeku di tempatnya.


Arkha tak bisa menyanggah perkataan Gladio. Memang benar apa yang dikatakan oleh pria tua itu. Dirinya sedang menjalin asmara dengan Kanaya, yang tak lain adalah cucu dari Gladio Burrack. Dan di salah satu sisi ia juga menjalin hubungan dengan wanita lain, meskipun tidak memakai perasaan. Dan dengan wanita lain inilah dirinya mempublishkan hubungan mereka.


Siapa yang tidak marah dan kecewa jika keluarga mereka diperlakukan seperti ini. Terlebih lagi ini cucu dari seorang yang tergolong tak tersentuh oleh siapapun.

__ADS_1


"Maafkan saya, Tuan," ucap Arkha dengan tulus meminta maaf pada kakek kekasihnya tersebut.


Gladio menatap tajam ke arah Arkha. Tidak serta merta menjawab permintaan maaf yang Arkha ucapkan. Ia ingin tahu seberapa besar cinta Arkha kepada cucunya. Lantas Gladio menguji pria muda yang masih menundukkan kepalanya dihadapan dirinya.


"Kalau begitu, lepaskan cucuku." titah Gladio dengan nada suara yang datar. Tanpa menatap pria muda itu.


"Maaf, Tuan. Saya tidak bisa menuruti perintah anda yang satu ini, meskipun anda akan mempersulit hubungan kami nantinya," tolak Arkha dengan tegas. Tidak mungkin ia melepas Kanaya begitu saja, meskipun harus menghadapi halangan dari kakek kekasihnya tersebut.


"Apa alasanmu tidak bisa melepas Nara? Apa kau ingin memiliki mereka berdua dalam waktu bersamaan? Ck! Serakah juga ternyata," dengan sengaja Gladio berkata seperti itu. Ingin melihat kesungguhan dari Arkha.

__ADS_1


Sebelum memutuskan untuk menemui Arkha secara langsung, Gladio sudah memeriksa terlebih dulu tentang Arkha. Bahkan tentang masalah yang sekarang ini Arkha hadapi pun Gladio tahu betul.


Mendengar cintanya diragukan terhadap Kanaya, membuat Arkha sedikit geram dengan pria tua ini. Lantas pria muda ini tidak mau untuk berkata menurut lagi. Daripada terjadi kesalahpahaman di sini, lebih baik ia jelaskan semua apa yang menimpa perusahaannya dan dirinya. Lalu juga menceritakan semua rencananya.


"Mungkin anda tidak akan percaya. Tapi alangkah baiknya anda mendengarkan terlebih dulu penjelesan saya. Karena sampai kapan pun, saya tetap akan bersama Naya. Dengan restu atau tidak, saya tetap tidak akan melepaskan dia. Karena dia sebagian dari hidup saya saat ini," setelah mentelesaikan kalimatnya, Arkha memulai ceritanya. Dari awal hinggga terjadinya konflik di antara mereka. Tanpa dikurangin ataupun ditutupi sedikit pun.


Memdengar dan melihat cara pria muda ini berkata, membuat Gladio mengulas senyumnya. Kali ini ia percaya dengan pria muda yang ada di hadapannya saat ini. Kesungguhan pria ini tidak bisa diragukan lagi. Kali ini cucunya jatuh pada orang yang tepat, menurutnya.


"Kalau begitu, bisakah kau mempersatukan kami lagi? Tanpa ada kesalahpahaman seperti yang diyakini oleh Nara selama ini?" Tantang Gladio. Pria tua ini rupanya licik juga. Memanfaatkan Arkha demi urusannya dengam Kanaya yang tidak bisa pria itu selesaikan sendiri.

__ADS_1


__ADS_2