
Arkha berpikir Kanaya terlalu lama berada di dalam kamar mandi, pada akhirnya memutuskan untuk mandi di kamar mandi yang lain. Dan kebetulan juga ia ingjn mengambil sesuatu yang papanya berikan kepadanya tadi. Arkha menaruhnya di dapur, dan berniat ingin meminumnya sekarang juga sebelum ia masuk ke kamar mereka lagi.
Setelah selesai dengan urusannya di kamar mandi, Arlha segera membawa langkahnya menuju dapur. Keadaan rumah sudah lumayan sepi. Karena rasa lelah seharian telah melewati beberapa acara, membuat beberapa penghuni rumah ini segera mengistirahatkan tubuh mereka. Sedangkan Arkha menuju area dapur yang
terlihat sepi. Hanya ada dua maid rumah ini yang sedang membereskan pekerjaan mereka. Mereka memberi hormat kepada Arkha, yang merupkan sebagai tuan muda di rumah ini sekarang.
"Ada yang bisa saya bantu, Tuan Muda?" tanya salah satu maid itu kepada Arkha.
"Ah, iya ... Itu, cairan berupa warna kuning yang aku taruh di sini tadi kemana ya?" tanya Arkha sedikit kikuk. Karena memang dia belum terbiasa dengan penghuni rumah ini. Terlebih lagi ini adalah malam pengantinnya. Pastilah mereka beranggapan yang semestinya.
__ADS_1
"Oh ... saya simpan di sini, Tuan," jawab satunya lagi dengan mengambilkan barang yang dimaksud oleh Arkha. Kemudian maid itu memberikannya kepada Arkha.
"Makasih," balas Arkha lalu segera meminum cairan berwarna kuning tersebut. Setelah itu ia langsung bergegas menuju kamar pengantin mereka. Yang merupakan kamar Kanaya.
Dengan langkah lebar Arkha membawa langkah kakinya menuju kamar Kanaya yang berada di lantai dua. Menaiki satu per satu undakan anak tangga, hingga sampailah juga Arkha di depan kamar Kanaya. Dengan pelan, Arkha membuka pintu kamar tersebut. Melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar dengan langkah yang begitu pelan. Takut-takut jika membangunkan istrinya yang mungkin sudah tidur. Pikirnya. Namun ternyata anggapannya salah, istrinya itu masih terjaga dan sedang memainkan ponselnya dengan posisi menyandarkan rubuhnya di kepala ranjang.
Dengan salah tingkah Arkha menjawab. Karena ia sudah seperti seorang maling yang tertangkap basah. "Kamu terlalu lama mandinya, Sayang. Jadi aku memutuskan untuk mandi di kamar mandi yang ada di lantai dasar," balas Arkha. Kemudian pria muda berparas tampan ini melangkah maju ke depan, menuju tempat tidur.
"Oh, kirain dari mana," ucap Kanaya kemudian berniat mematikan lampu tidur yang berada di sebelahnya. Namun tanpa ia duga selimut yang sedari tadi ia gunakan untuk menutupi tubuhnya hingga sampai batas dada, melorot ke bawah. Sehingga memeperlihatkan keindahan tubuhnya dari balik balutan kain yang sangat tipis dan transparan tersebut. Bahkan bisa dikatakan kalau Kanaya tidak memakai baju. Karena sama saja.
__ADS_1
Arkha melebarkan matanya guna menikmati pemandangan yang sangat luar biasa indahnya. Meskipun ini bukan pertama kalinya Arkha melihat keindahan yang ada pada diri Kanaya. Namun tetap saja Arkha tidak bisa mengabaikannya begitu saja. Ia selalu merasa bersyukur, kalau dirinyalah pemilik semua keindahan itu.
"Tidak ingin melewatkannya begitu saja. Lantas Arkha cepat-cepat menuju tempat tidur untuk kemudian segera menahan selimut yang akan Kanaya gunakan untuk menutupi tubuhnya kembali. Karena ia merasa sangat malu kepada suaminya, dengan tampilan yang seperti sekarang ini.
"Kenapa ditutupi, Sayang?" tanya Arkha dengan nada yang lembut. Kemudian dirinya naik ke atas tempat tidur, menyibak dengan pelan selimut yang masih menutupi sebagian tubuh istrinya. "Keindahanmu ini tercipta untuk aku nikmati," bisiknya kembali dengan tangan yang mulai menyentuh bahu Kanaya lalu turun ke bawah. Membuat wanita itu menahan napasnya di setiap Arkha menggerakkan jemari-jemarinya.
~Bersambung~
Sayang banyak² buat Mak Emak Polos😂
__ADS_1