
Hari yang mereka tunggu-tunggu pun tiba. Dimana hari ini merupakan hari yang sangat bersejarah bagi Arkha. Menemukan jodoh dengan cara yang tak disangka-sangka, serta meluluhkan wanita itu dengan drama yang tak biasa. Dan juga beberapa ujian cinta mereka yang harus mereka hadapi. Namun itu semua membuat Arkha dan Kanaya jaul lebih dewasa dalam menyikapi permasalahan yang terjadi padanya. Lebih mengutamakan sikap jujur dan saling percaya, dan tidak ada sedikit dusta diantara mereka.
Kali ini. Tepat di hari ini Arkha mempersunting keturunan keluarga Burrack, yang kastanya jauh lebih tinggi darinya. Nanun, itu semua tidak berarti bagi kuarga mereka. Yang terpenting bagj keluarga Burrack ialah sikap tanggungjawb yang dimiliki oleh Arkha.
Semua orang menatap ke arah anak tangga, ketika sang pembawa acara di acara pernikahan Arkha dan Kanaya memberitahukan jika mempelai wanita turun ke bawah.
Semua mata terpana, bahkan tersihir oleh kecantikan Kanaya yang sedang berjalan menuruni anak tangga, satu per satu. Dan diapit oleh dua pria berbeda generasi, Gladio dan Keanu.
Mata Arkha tak mengerjap sekali pun, melihat Kanaya yang begitu sempurna du matanya hari ini. Meskipun biasanya wanita itu terlihat cantik, namun hari ini dia terlihat berlipat-lipat lebih cantik. Membuat dirinya tidak jngin tersadar dari lamunannya. Sampai-sampai Erlangga menepuk bahunya sedikit lebih keras untuk menyadarkan Arkha dari pesona yang Kanaya miliki.
__ADS_1
"Jangan diliatin terus. Sana buruan ucap ijab qabul dulu. Atau mau aku wakilin?" Bisik Erlangga bwrusaha menyadarkan Arkha. Karena sang mepelai wanita sudah duduk di samping Arkha, dan Arkha hanya terbenging saja melihat calon istrinya tersebut.
Sementara itu Erlangga yang membisikkan tawaran seperti itu kepada adiknya, lantas membuat Yutasha memukul lengan Erlangga dengan sedikit keras. "Awas saja jika berani." ucap Yutasha menatap tajam ke arah suaminya. Dan Erlngga hanya membalasnya dengan sebuah cengiran.
"Hanya bercanda doang, Sayang. Mana mungkin aku berani melakukannya, sementara aku sudah mempunyai istri yang sangat cantik seperti kamu," balas Erlangga dengan rayuan gombalnya. Sedang Yutasha menatap suaminya jengah. Entah kenapa akhir-akhir ini dirinya selalu merasa cemburu kepada Erlngga. Mungkin saja ini bawaan hamil yang kedua, pikir Yutasha selama ini.
Kemudian Arkha mendudukkan tubuhnya dengan sempurna di kursi sebelah Kanaya. Pria muda berwajah asia ini menoleh ke arah calon istrinya terlebih dulu. Memberikan sebuah senyuman paling tampannya kepada wanita yang tinggal beberapa detik ini akan sah menjadi isterinya.
Arkha terus menatap Kanaya seolah tidak menghiraukan kehadiran sang penghulu yang duduk tepat di depannya. Hingga ia mendengar suara deheman yang cukup keras dari sang penghulu tersebut. Karena calon pengantin yang ada di hadapannya ini tidak merespon panggilan dari penghulu itu sendiri.
__ADS_1
"Khem! Bisa kita mulai sekarang? Atau besok saja?" tanya sang penghulu itu dengan sedikit gemas kepada Arkha. Sementara Arkha tersenyum malu ke arah sang penghulu.
"Ya sekarang dong, Pak. Kalau besok mah udah keburu pingin," jawab Arkha membuat semua orang tertawa dan menggelengkan kepalanya. Termasuk anggota keluarganya sendiri. Pria muda ini benar-benar tidak tahu tempat dan siapa lawannya jika sudah bersikap jahil. Lebih-lebih Gladio yang merasa sangat geram terhadap Arkha.
"Ya sudah, kalau begitu kita mulai sekarang. Biar nanti malam bisa langsung dicicipi," balas sang penghulu yang tak kalah jahilnya, rupanya. Membuat semua orang lagi dan lagi menggeleng kepala. Mereka sangat cocok sekali dalam hal seperti ini.
Kemudian acara akad pun dimulai. Suasana berubah menjadi hening seketika, di saat sang penghulu mulai melafalkan doa terlebih dulu. Wajah Arkha yang tadinya santai, kini terlihat sangat serius. Debaran jantungnya berpacu lebih cepat dari kondisi normal. Sedangkan Kanaya salung meremat jemarinya di bawah sana. Merasakan gugup yang sangat luar biasa.
Bersambung.
__ADS_1
Kalian pasti bingung kan? kenapa kok labelnya end😅. Aku sengajain. Seperti biasa, permainan lagi🤦🏻♀