
"Kenapa kau semakin hari semakin menggoda saja, Sayang," bisik Arkha yang masih berpacu dalam kegiatannya di atas sangat istri. Tidak sekalipun Arkha membiarkan istri cantiknya itu menganggur. Terlebih lagi lagi semalam kakek Gladio menanyakan perihal kehamilan Kanaya yang Arkha karang dulu sewaktu Arkha meminta restu kepada kakek Gladio.
"Dan kenapa kamu seolah tidak pernah bosan untuk merasakanku, Mas," balas Kanaya dengan napas yang terengah akibat ulah sangat suami yang memang benar-benar tidak membiarkan dirinya menikmati tidur nyenyak nya di siang hari ini. Bahkan Arkha rela pulang ke rumah di saat jam makan siang di kantor, hanya untuk menyantap sang istri yang selalu menjadi candunya.
"Semua itu salahmu yang semakin hari semakin nikmat, Sayang. Terlebih lagi benda ini yang terlihat semakin membesar saja," ujar Arkha meremas bagian yang dia sebutkan barusan, seraya menyentakkan dirinya lebih kuat dan lebih dalam lagi ke sudut yang terdalam istrinya. Membuat perut Kanaya merasa ngilu namun juga nikmat bersamaan.
Memang ada yang berbeda dari Kanaya. Wanita ini semakin terlihat seksi di mata Arkha. terlebih bagian dadaa dan bookongnya yang semakin berisi, membuat Arkha semakin berselera tentunya. Juga kebiasaan baru sang istri. Sebelumnya Kanaya tidak pernah satu kali pun tidur di siang hari. Dia akan menciptakan resep-resep baru guna persiapannya yang ingin kembali ke tanah air, dan mengurus perusahaannya sendiri di sana. Sementara Kanaya berniat ingin mengembangkan toko roti yang dimiliki mertuanya tersebut.
Namun, hal kebiasaan itu berubah beberapa hari belakangan ini. Istrinya nampak begitu malas dalam melakukan sesuatu. Bahkan sesuatu yang sebelumnya sangat disukai oleh Kanaya.
"Mas... jangan terlalu dalam," lirih Kanaya dengan wajah memohon serta mata yang terpejam menikmati permainan suaminya.
__ADS_1
Hal itu justru membuat Arkha semakin bersemangat, sehingga ia lebih cepat menaikkan temponya sampai-sampai tubuh sang istri meliuk-liuk.
"Kenapa, Sayang? Nikmat bukan? " tanya Arkha dengan senyuman penuh arti.
Perubahan Kanaya tidak hanya dari segi fisik saja. Akhir-akhir ini Kanaya juga menyukai permainan Arkha yang lebih liar, terutama di tempat terbuka seperti saat ini mereka melakukannya di pinggiran kolam renang yang ada di rumah mereka.
"Kalau itu sudah pasti, Mas. Aku suka kamu yang seperti ini. Tapi permasalahannya, jika kamu terlalu masuk ke dalam takutnya kamu akan menyakitinya," ujar Kanaya seraya mendorong tubuh Arkha agar menurunkan temponya.
Tidak berapa lama, Arkha pun mencapai kepuasannya. Meskipun dia tidak akan pernah berpuas diri jika hanya melakukan nya satu kali dengan sang istri. Rasa nikmat yang berasal dari tubuh Kanaya mampu membuat Arkha tidak bisa berpaling lagi dari Kanaya.
"Sudah aku bilang jangan terlalu dalam, Mas," kesal Kanaya setelah mereka saling melepas diri dan kini duduk di sofa yang terdapat di pinggir kolam renang.
__ADS_1
"Bukannya kamu semakin suka jika aku seperti itu, Sayang?" Arkha tidak mengerti salam perubahan emosi sang istri akhir-akhir ini. Dirinya hanya menuruti sang istri yang memintanya untuk bermain dengan sangat liat dan brutal. Namun, detik berikutnya malah dirinya yang kena marah. Memang wanita itu tidak mudah dimengerti, dari manapun asalnya. Semua wanita sama saja. Batin Arkha.
"Aku sedang hamil, Mas. Awas saja kalau terjadi apa-apa sama dia," ucap Kanaya sambil mengusap perutnya yang polos. Sementara Arkha menajamkan pendengarannya lagi.
"Makasud kamu, Sayang?" Arkha nampak terkejut dengan pernyataan yang dilontarkan oleh Kanaya.
~Bersambung~
Aduuuhhh Maass Arkhaaaa..... 🙈
Aku kan jadi pingin juga😒
__ADS_1