
Hari ini Arkha mendapat kabar dari kakaknya, Yutasha. Agar adiknya itu pulang dalam waktu dekat. Karena ada sesuatu yang begitu mendesak, hingga membutuhkan kehadiran Arkha juga di dalam keluarga besarnya.
"Josh, kamu kosongkan jadwalku tiga hari ke depan. Karena aku harus pulang ke Indonesia." Perintah Arkha pada Joshep disela kesibukannya memeriksa beberapa dokumen yang ada di atas meja kerjanya.
Mendengar perintah dari atasannya, Joshep yang juga tengah sibuk memeriksa beberapa dokumen, mengangkat kepalanya. Menatap penuh tanya pada atasannya tersebut.
"Sudah berapa kali saya katakan, Tuan. Tuan tidak bisa membatalkan semua pertemuan itu begitu saja. Apalagi mendadak seperti ini." Balas Joshep dengan berkata formal kepada Arkha. Karena ini masih jam kerja, dan mereka juga tengah berada di dalam ruangan Arkha.
"Ini human karena kemauanku sendiri, Josh. Kau kenal dengan Kakak angkatku yang perempuan, kan?" tanya Arkha. Mengalihkan pandangannya dari dokumen yang ia pegang. Menatap dalam ke arah Joshep. "Ini semua demi memberi kejutan untuknya. Karena suaminya akan pulang besok," jelas Arkha.
__ADS_1
Joshep menelan salivanya dengan susah payah. Siapa yang tidak mengenal kakak angkat Arkha yang perempuan, yang tidak lain adik kandung dari pemilik perusahaan ini. Siapa lagi jika bukan Tanisha Elajar. Wanita yang sangat cantik, tetapi juga sangat membahayakan.
Tidak di negaranya saja wanita itu terkenal sebagai julukan Barbie Devil. Namun, di beberapa negara tertentu, nama itu juga sangatlah menakutkan. Wanita itu selalu bertindak tanpa ampun, jika orang tersdekatnya diusik. Apalagi keluarganya.
Bahkan para kalangan mafia yang berada di kota ini, sebagian adalah pengikut wanita itu. Membayangkan akan kemarahan Tamisha saja sudah membuat Joshep merinding. Apalagi menghalangi kepulangan adik tersayang dari wanita itu. Bisa-bisa nyawanya lah yang menjadi taruhan.
"Gimana? Apa kau masih mau menahan diriku untuk tidak pulang?" tanya Arkha disertai senyuman menyeringai. Arkha tahu, pasti asisten pribadinya itu sedang membayangkan adegan dimana Tanisha mengamuk. Sungguh lucu sekali.
Daripada dirinya menghadapi kemarahan dari Nona besarnya, lebih baik ia bersusah payah sedikit untuk membujuk para klien Arkha, agar mau menjadwal ulang pertemuan mereka sekembalinya Arkha dari Indonesia.
__ADS_1
Mendengar jawaban itu, membuat Arkha tersenyum penuh arti. Memang takdir selalu berpihak kepadanya, meskipun dirinya pernah dipermainkan oleh takdir. Namun, Arkha tidak menyesali itu semua. Karena dengan cara itulah dirinya dipertemukan dengan Kanaya. Wanita yang mampu membuat dirinya selalu terhibur setiap berada didekat wanita itu. Karena selalu saja ada momen yang membuat dirinya untuk menggoda Kanaya.
Arkha sengaja tidak memberitahukan hal ini kepada Kanaya. Karena jika dirinya memberitahu wanita itu sekarang, pasti wanita itu akan menolaknya dengan tegas. Terkadang Arkha merasa pusing menghadapi sikap Kanaya yang masih tidak bisa melihat dirinya. Dalam artian tidak melihat ketulusan perasaan yang dia berikan untuk wanita itu.
Entah dengan cara apa lagi untuk mengikat wanita itu dalam hubungan yang sesungguhnya. Meski tinggal satu atap, dan ia sering mencium wanita itu, berharap wanita itu segera mempunyai perasaan suka kepadanya. Namun, sepertinya Arkha harus ekstra lebih keras lagi dalam meluluhkan hati wanita itu. Karena tidak sedikit pun wanita itu tertarik kepadanya.
Contohnya saja seperti sekarang ini. Arkha pulang kerja dan mendapati Kanaya belum kembali. Kemudian pria itu memutuskan memasak untuk makan malam mereka. Bukan masakan yang susah, Arkha memilih membuat nasi goreng cumi. Makanan yang jarang ditemui di neagara ini, jika bukan di restoran yang menyuguhkan masakan Indonesia.
Tepat pada saat masakan itu siap disantap, terdengar suara pintu apartemen yang terbuka. Segera Arkha membersihkan alat-alat yang dia gunakan barusan untuk memasak nasi goreng cumi. Meskipun ini dapurnya, Kanaya pasti akan mengomel jika melihat dapurnya berantakan. Wanita itu tidak akan henti mengomeli dirinya yang notabennya pemilik apartemen ini.
__ADS_1
"Tuan memasak?" tanya Kanaya seraya mendekat ke arah Arkha.
Jangan lupa, vote dan kasih gift ke cerita ini😘