Gadis Jebakan

Gadis Jebakan
Tidak Percaya


__ADS_3

Setelah berpamitan pada Stevhano, Arkha mengajak Kanaya keluar dari gedung tersebut. Namun, sebelum mereka keluar, ada dua orang yang menghadang mereka. Sehingga membuat langkah mereka mau tidak mau harus berhenti.


"Ada apa ini?" tanya Arkha menatap tidak suka kepada dua orang yang berdiri tepat di depannya.


Dua orang itu tidak menjawab pertanyaan Arkha. Mereka malah menatap ke arah Kanaya, hingga membuat Kanaya takut dan berlindung di belakang Arkha. Tidak berapa lama, muncul lah sepasang suami istri dari arah samping mereka.


"Lama tidak bertemu, Tuan Arkha," sapa seorang pria berusia lima puluh tahunan. Mereka melangkah mendekat ke arah Arkha dan Kanaya.


Mendengar suara yang sangat Kanaya kenali, semakin membuat ia mengeratkan tangannya di lengan Arkha. Rasa gugup serta takut menyelimutinya seketika. Dan Arkha menyadari perubahan sikap Kanaya yang tidak seperti biasanya.


"Tenang saja, ada aku," Arkha berusaha menenangkan Kanaya, meskipun tidak tahu penyebab wanita itu bersikap seperti ini.


Lalu ia membalas sapaan dari orang yang kini berdiri di depannya. Sementara dua orang yang menghadangnya tadi mundur teratur di belakang orang itu. Dari sini Arkha dapat menyimpulkan, jika dua orang yang menghadangnya barusan ialah bodyguard dari Philips Anderson.

__ADS_1


"Apa kabar, Mister Philips? Suatu kebanggaan bisa bertemu dengan Mister di sini," sapa Arkha dengan sopan.


"Aku juga senang bertemu dengan seorang pemuda yang sangat berprestasi dan menjadi pengusaha termuda di kota ini," balas Philips menyanjung kelebihan Arkha. Lalu Philips menatap ke arah Kanaya kembali. "Bagaimana kabar anda, Nona Kanaya Illonara Burrack?" sapa Philips dengan senyuman penuh arti pada Kanaya.


Sementara, seorang wanita paruh baya yang bediri di samping Philips, menatap penuh kerinduan ke arah Kanaya. Namun, wanita itu tidak berani menyapa Kanaya terlebih dulu. Karena kebencian Kanaya kepadanya.


"Seperti yang anda lihat," jawab Kanaya malas. Ia tetap berada di belakang Arkha.


Arkha menatap Kanaya dengan tatapan penuh pertanyaan. Bagaimana bisa Kanaya mengenal Philips Anderson, seorang pengusaha yang cukup berpengaruh di negara ini. Di tambah lagi juga merupakan seorang menantu dari keluarga Burrack, merupakan kelompok yang tidak boleh disinggung sembarangan. Lalu satu lagi yang membuat Arkha tidak mengerti saat ini. Barusan Philips menyebutkan nama Kanaya dengan lengkap.


"Sayang, aku capek," rengek Kanaya pada Arkha. Berharap Arkha segera mbawanya pergi dari sana. Terutama menjauh dari pria paruh baya ini. Ia tidak mau barada lebih lama lagi di sini.


"Kenapa? Apa hubunganmu dengan Mister Philips?" tanya Arkha dengan nada berbisik. Ia sangat penasaran dengan hubungan antara Kanaya dan Philips.

__ADS_1


"Nanti aku jelaskan," bisik Kanaya.


"Maaf, Mister. Sepertinya saya harus pulang. Karena kekasih saya ini tengah mendandung, jadi tidak baik jika berada di luar terlalu lama," pamit Arkha kepada Philips. Alasan yang dipakai Arkha membuat tiga orang itu terkejut.


"Maksud kamu, Kanaya sedang hamil?" tanya Liliana yang sedari tadi memilih bungkam. Ia menatap ke arah Kanaya tidak percaya. Sementara Kanaya membuang muka. Pasrah akan apa yang terjadi padanya setelah ini.


Arkha menganggukkan kepalanya sebagai jawaban dari pertanyaan Liliana. Kemudian ia meraih tangan Kanaya, berniat ingin pergi dari sana. Namun, langkahnya berhenti ketika tangan Kanaya yang satunya lagi di cekal oleh Liliana.


"Sayang, jelaskan pada Bibi," pinta Liliana dengan tatapan memohon kepada Kanaya.


"Seperti yang Bibi dengar. Tidak ada lagi yang perlu dijelaskan." jawab Kanaya dengan nada ketus. Kemudian ia mengibaskan tangan Liliana dengan pelan.


Kanaya melangkah pergi meninggalkan Arkha dan juga keluarga dari ayahnya. Ia tidak bisa bertahan lebih lama lagi untuk berhadapan dengan mereka. Kanaya tidak menghiraukan teriakan dari Liliana. Wanita keras kepala itu tetap melangkah maju ke depan, tanpa menoleh ke belakang sedikit pun.

__ADS_1


Tolong, simak lebih lanjut lagi. Kenapa dibagian part-part awal Kanaya dari kalangan biasa, tetapi di sini dari kalangan warbiasah. Baca lebih lanjut, sebelum menghujat, oke ^^


__ADS_2