
Pagi harinya, Kanaya membuka matanya terlebih dulu. Ia melihat pria yang menjadi suaminya ini masih terlelap di sampingnya. Kanaya menatap wajah Arkha yang begitu tenang dalam tidurnya. Benar-benar berbeda pada saat suaminya itu terbangun. Wajah jahilnya tidak nampak sedikit pun.
Puas memandangi wajah Arkha, Kanaya memilih untuk beranjak dari tempatnya lalu menuju kamar mandi berniat membersihkan dirinya. Meskipun masih terasa sakit dan ngilu dibagian dirinya paling dalam, Kanaya berusaha untuk sampai ke kamar mandi tanpa mengusik sedikit pun Arkha yang sedang tertidur dengan lelapnya.
"Kenapa masih terasa sakit?" tanya Kanaya pada dirinya sendiri sembari melangkahkan kakinya menuju kamar mandi. Kanaya melangkah dengan langkah yang sangat pelan dan hati-hati. Sehingga perjalanan menuju kamar mandi terasa sangat jauh baginya sekarang ini.
Sebenarnya Arkha sudsh terbangun dari alam mimpinya pada saat sang istri membelai wajahnya. Arkha berpura-purs untuk tetap terlelap, ingin tahu apa yang akan Kanaya lakukan kepada dirinya di saat dirinya sedang dalam keadaan terlelap.
Melihat istrinya yang berjalan sengan susah payah seperti itu, membuat Arkha kasihan. Karena semua itu akibat ulah perbuatannya semalam. Lantas pria itu beranjak dari tempatnya dan menuju ke arah sang istri.
"Kenapa tidak membangunkanku? Agar kamu tidak kesakitan seperti ini," ucap Arkha tanpa bertanya terlebih dulu dan langsung membawa tubuh sang istri ke dalam gendongannya. Membuat Kanaya terkesiap kaget. "Semua ini juga kan karenaku. Aku juga harus tanggung jawab sama kamu, Sayang," lanjut Arkha lagi. Kemudian membawa langkahnya menuju kamar mandi.
__ADS_1
"Sayang, turunkan aku. Aku bisa sendiri, kok." pinta Kanaya sedikit malu. Karena dirinya dan juga dalam keadaan sama-sama polos. Seperti tadi malam.
"Udah, nurut aja. Aku nggak akan apa-apain kamu kok kali ini, Sayang. Aku juga nggak tega jika liat kamu yang seperti ini," ucap Arkha yang memang tidak ada niatan untuk mengulang kegiatan yang membuat sepasang anak manusia candu akan dampaknya.
Sebenarnya Kanaya sedikit khawatir dengan apa yang Arkha lakukan nanti di dalam kamar mandi. Karena ucapan pria itu terkadang dusta semata. Sedangkan keadaan dirinya kali ini benar-benar tidak bisa melayani suaminya tersebut.
Namun, ternyata semua anggapannyang Kanaya khawatirkan tidaklah terjadi. Membuat Kanaya merasa lega dan tenang. Suaminya itu benar-benar hanya membantunya mandi. Tidak lebih dari itu.
Setelah selesai memakai baju, mereka berdua keluar dari dalam kamar menuju ruang dapur. Pasti para anggota keluarga yang lain tengah menunggu dirinya di ruangan itu. Pada saat menuruni anak tangga, Kanaya menggenggam erat tangan suaminya. Efek dari kegiatan mereka semalam masihlah sangat terasa di bagian kaki Kanaya.
"Masih terasa lemas, Mas," lirih Kanaya memanggil Arkha denga sebutan sesuai request dari sang suami. Sehabis mandi tadi, Arkha meminta Kanaya merubah panggilan kepada dirinya dengan sebutan 'Mas'. Panggilan yang ditujukan kepada laki-laki yang lebih tua darinya, jika berada di tanah jawa.
__ADS_1
Melihat pengantin baru yang memamerkan kemesraan di hadapan para anggota keluarga yang lain, membuat salah satu diantara mereka menatap jengah dengan apa yang pengantin baru itu tunjukkan. Belum sempat pengantin baru itu sampai dan bergabung dengan mereka, orang itu melayangkan protesnya kepada mereka berdua.
"Meskipun kalian pengantin baru, mbok ya dijaga to sikapnya dihadapan orang berkualitas sperti diriku ini," protes orang yang mengaku dirinya sebagai orang yang berkualitas tinggi.
"Orang jomblo dilarang protes," sahut Arkha menatap mengejek ke arah sahabatnya itu.
"Aku bukan jomblo, hanya sangat pemilih dan terlalu introvert saja," balas Revald yang tidak mau kalah dengan sahabatnya itu. Membuat semua orang yang ada di ruang makan menahan tawa mereka di saat melihat dua pemuda ini berdebat mengawali pagi mereka.
"Cih! Apa bedanya dengan jomblo. Sama-sama nggak laku," Arkha masih terus saja menyerang Revald. Tangabnya sembari menarik kursi untuk sang istri duduki.
"Heeiii.... Jaga bicaranya anak muda!" pekik Revald tiba-tiba. "Yang sopan kalo bicara. Sekarang aku ini Kakak sepupu Kanaya. Itu artinya kau harus memanggilku dengan sebutan Kakak. Ingat, Kakak." ucap Revald dengan tatapan penuh kemenangan. Serta senyuman pria yang sekarang menjadi anggota keluarga Burrack tersebut terlihat begitu menyebalkan di mata Arkha.
__ADS_1
"Ora sudi!" jawab Arkha dengan memakai bahasa jawa. Dan tidak semua orang mengerti apa yang diucapkan oleh Arkha kepada Revald.
~*B**ersambung*~