
Arkha sudah sangat muak dengan sandiwara ini. Namun ia harus bisa bersabar sedikit lagi demi kelancaran rencana yang sudah ia susun dengan rapi. Akan tetapi Ursulla mengacaukan perasaannya. Bagaimana bisa wanita itu bersikap manja kepadanya di depan para peserta rapat yang hadir. Dan puncak kekeasalan Arkha pada Urssulla ialah ketika wanita itu merengek kepadanya sambil memeluk lengannya. Membuat Arkha tidak bisa menahan emosinya.
Melihat kesabaran atasannya sepertinya sudah mencapai pada puncaknya, Joshep mendekat ke tempat dimana Arkha duduk. Lalu membisikkan sesuatu.
"Apa tidak apa-apa anda bersikap seperti itu?" Tanya Joshep. Takut-takut jika wanita itu akan bertindak diluar dugaan mereka. Bisa-bisa rencana mereka berantakan.
"Aku sudah mempunyai solusi dari konsekuensi yang akan terjadi nantinya," balas Arkha dengan tenang. Ia kembali mengatur napasnya. Menariknya dalam, lalu menghembuskannya dengan pelan guna meredakan emosinya.
__ADS_1
"Maaf, ada sedikit gangguan barusan. Bisa kita mulai lagi?" Tanya Arkha kemudian kepada mereka yang masih setia menunggu Arkha untuk melanjutkan jalannya rapat.
Pada saat Arkha bilang ingin menjadi model produk mereka sendiri, lantas mereka berpikir siapa kiranya model wanita yang cocok untuk bersanding dengan wajah Asia yang melekat pada diri Arkha. Lama mereka berpikir dan tidak menemukan jawaban yang pas, maka salah satu diantara mereka memberanikan diri untuk bertanya. Mewakilkan rasa penasaran dari teman-temannya yang lain. Karena waktu mereka mengutarakan pendapatnya, Arkha selalu menolak dengan tegas.
"Lalu siapa yang sekiranya cocok menjadi pasangan anda dalam pemotretan nanti, Tuan Arkha?" Tanya salah satu di antara mereka yang cukup penasaran dengan kreteria model yang sesuai keinginan Arkha.
Lantas Arkha mengulas senyum di bibirnya. Hal langka yang sangat jarang terjadi dan mereka semua melihat itu. Hanya dengan mengingat wajah Kanaya saja sudah membuat Arkha merasa senang tak terkira. Mereka yang melihat senyuman Arkha bergidik ngeri. Pasalnya pria muda yang bernama Arkha Al-Fatih Maerran ini tidak pernah sekali pun tersenyum, terlebih lagi di ruang rapat seperti sekarang ini.
__ADS_1
Mendengar jawaban yang Arkha lontarkan, para peserta rapat yang ada di ruangan itu pun mempercayai jika memang CEO mereka pasti memiliki model yang pas dengannya. Dan mereka tinggal menunggu waktu itu datang saja untuk melihat siapa sebenarnya model yang aka menjadi pasangan CEO mereka yang terkenal sangat jeli dalam memilih sesuatu.
"Baiklah, jika Tuan berkata seperti itu. Maka kami akan percayakan kalau pilihan Tuan Arkha memang yang terbaik untuk perusahaan." putus orang yang bertanya barusan dan di angguki oleh anggota yang lain.
Akhirnya rapat yang cukup menguras emosinya, selesai juga. Kemudian Arkha membawa langkah kakinya menuju ruangannya dengan Joshep yang selalu setia mengikuti kemana pun dirinya pergi.
"Kau kerjakan saja apa yang menjadi tugasmu, Josh. Aku akan menyelesaikan ini dengan cepat," ucap Arkha pada saat mereka sampai di depan ruangan CEO. Joshep mengangguk paham dengan apa yang dimaksud oleh Arkha. Untuk kemudian pria campuran itu mohon pamit undur diri.
__ADS_1
Sedangkan Arkha masuk ke dalam ruangannya setelah Joshep pergi. Pikirnya hari ini dirinya akan cepat menemui Kanaya lagi dan akan mengajaknya untuk pergi menemui Gladio, sesuai janjinya semalam. Namun ternyata ada satu masalah yang datang kepadanya. Rupanya pria ini terlalu cepat datang kepadanya, setelah apa yang ia perbuat pada perusahaan pria itu secara diam-diam.
"Waaahh ... ternyata ada tamu yang tak diundang yang datang," ucap Arkha yang baru saja masuk ke dalam ruangannya. 'Maaf, jika saya tidak menyambut anda. Karena memang anda tamu yang tak diundang. Seperti halnya Jelangkung," lanjut Arkha dengan nada sindiran terhadap tamunya yang memang belum membuat janji bertemu dengannya.