
Arkha seolah tidak pernah bosan untuk menikmati, mencecapi setiap rasa dari istrinya. Menggoda sang istri hingga mengeluarkan suara-suara yang terdengar sangat merdu di telinganya. Suara yang dulu tidak ia dengar pada sejarah pengalaman pertama mereka. Hanya suara rintihan yang Arkha dengar. Berbeda dengan sekarang ini. Kanaya mengeluarkan suaranya tanpa dia tahan seperti sebelumnya. Membuat selera Arkha semakin meningkat dan semakin bersemangat dalam menciptakan malam kedua yang berkesan untuk sang istri.
"Sayang...," lirih Kanaya kembali menatap memohon kepada suaminya.
"Ada apa Sayang? Ini masih belum seberapa. Kamu lihat dan kamu rasakan apa yang akan aku lakukan setelah ini. Hingga mampu membuatmu tidak bisa melupakan malam kedua kita, Sayang," ujar Arkha yang kemudian memulai permainan jemari dan bibirnya. Kedua bagian itu berkolaborasi dengan sangat epic.
Saling mengambil bagian mereka tepat waktu dan tepat sasaran. Lagi dan lagi membuat Kanaya tidak bisa berkata apa-apa lagi. Wanita itu hanya bisa mengerluarkan suara desahannya dan lenguhan yang sangat disukai Arkha. Serta tubuh Kanaya merespon dengan gerakan yang begitu sesual di mata Arkha.
"Terus, Sayang. Teriakkan namaku disela kenikmatan yang kamu rasakan," suruh Arkha kepada istrinya yang terlihat sudah sangat pasrah dan memohon pada Arkha untuk melakukan kegiatan inti dari kegiatan mereka malam ini.
__ADS_1
Kemudian Arkha menghentikan kegiatannya, memberi jeda kepada Kanaya untuk mengatur napasnya sebelum dirinya memulai kegiatan inti ini. Lalu di saat Kanaya merasa sedikit tenang, baru Arkha masuk lebih dalam lagi. Membuat Kanaya kembali menjerit tak tertahankan lagi. Bahkan dirinya kembali meneteskan air mata, membuat Arkha bingung kenapa istrinya ini menangis. Padahal ini sudah kali kedua dirinya bertamu di bagian terdalam sang istri. Hal ini lantas membuat Arkha khawatir lalu menghentikan pergerakannya meskipun tanpa melepasnya.
"Kamu tidak apa-apa kan, Sayang? Kenapa menangis? Harusnya kan sudah tidak terasa sakit." Terlihat sangat jelas di wajah Arkha jika pria.itu sangat mengkhawatirkan sang istri.
Sementara itu Kanaya malu ingin menjawabnya. Karena pembicaraan mereka serta kegiatan yang sedang mereka lakukan saat ini sangatlah tabu jika diucapkan. Sedangkan Arkha selalu mendesak Kanaya, menyakan hal yang sama. Sampai-sampai dirinya hampir menarik diri dari Kanaya. Namun dengan ragu, Kanaya menghentikan pergerakan Arkha.
"Jangan gerak-gerak dulu. Tambah sakit nantinya," lirih Kanaya dengan rona merah di wajahnya karena malu. Hal itu membuat Arkha mengulas senyumannya dan merasa gemas dengan tingkah istrinya yang begitu menggemaskan di matanya.
"Maaf, Sayang. Meskipun kamu menangis untuk yang kedua kalinya, aku tidak akan menghentikan diriku." Ucap Arkha kemudian lalu menggerakkan lebih dalam dan lebih cepat lagi dari sebelumnya. Serta kali ini bibirnya tak hanya ia buat mengucapkan kalimat manis saja. Arkha menyesap bagian terkenyal yang ada pada sang istri dan meremasnya secara bersamaan. Hal ini membuat Kanaya mendongakkan kepalanya dan pasrah dengan apa yang dilakukan oleh suaminya. Sesekali Kanaya mengeluarkan suara desahaannya yang membuat Arkha semakin bersemangat dalam memacu kecepatannya.
__ADS_1
Mereka terus mengulang kegiatan itu. Arkha seolah belum puas jika belum membuat istrinya benar-benar menyerah akan kegiatan yang sedang mereka lakukan. Hingga pada akhirnya Kanaya benar-benar terkulai lemas di bawah kuncian dirinya. Bahkan pada saat sang istri berniat ingin pergi ke kamar mandi, kaki Kanaya tidak kuat untuk menyangga beban tubuhnya. Sehingga Arkha menggendong dan membantu istrinya untuk pergi ke kamar mandi.
Arkha tersenyum di saat menatap wajah lelah istrinya yang terlelap dalam dekapannya akibat ulahnya. Malam ini benar-benar malam yang tidak pernah Arkha lupakan. Bisa membuat Kanaya menyerah, sangatlah hal yang memuaskan baginya.
"Makasih Sayang, atas malam yang memuaskan ini," bisik Arkha dengan nada suara yang lirih. Takut-takut jika istrinya terusik dengan suaranya. Lalu mengecup kening Kanaya, sebelum dirinya beranjak menyusul sang istri ke alam mimpi.
~Bersambung~
Hutangku sudah lunas loh, ya pada kalian🙄
__ADS_1
Sekarang aku tinggal ngurusin Mas Revald dulu😅 Siapa tau judul dia akan lebih gila lagi dari Arkha. Ups🤠keceplosan