Gadis Jebakan

Gadis Jebakan
Berat Rasanya


__ADS_3

Hari ini adalah hari ke empat Kanaya berada di Indonesia. Wanita bule itu sangat menikmati waktu paginya dengan bersenandung ria seraya sibuk menggunakan perlatan dapur. Ya, setelah orang tua Arkha pulang ke Surabaya, Kanaya menempati rumah mereka yang ada di kota Jakarta.


Sibuk dengan peralatannya untuk membuat camilan, Kanaya dikejutkan dengan adanya sepasang tangan yang melingkar di perutnya. Kanaya tahu betul siapa pelakunya. Karena ia hanya tinggal sendiri di sini, siapa lagi jika bukan tetangga sebelah rumah yang ia tinggali sekarang.


"Kenapa kesini pagi-pagi?" Tanya Kanaya tanpa mengalihkan pandangannya dari adonan kue yang sedang ia uleni.


"Aku merindukanmu, karena semalam nggak melihatmu ada di sampingku," jawab orang yang tengah memeluk dirinya dari arah belakang. Kemudian orang itu tanpa meminta ijin darinya terlebih dulu, menaruh dagunya di bahu lalu mengecup singkat pipinya.


"Jangan ganggu aku. Aku musti belajar lagi resep roti yang disukai orang di negara ini. Karena aku sudah tidak sabar ingin bantu Mama di toko," ucap Kanaya seraya menggeliatkan tubuhnya. Berharap pria yang tengah memeluknya sekarang melepas dirinya.


Bukan melepasnya, Arkha malah semakin mengeratkan pelukannya pada Kanaya. Pria itu menyerukan wajahnya ke ceruk leher Kanaya. Menghirup aroma alami yang menyeruak dari tubuh wanitanya itu.


"Iiiihhh ... geli. Sana-an, gih! Aku belum mandi." Kanaya menaruh adonan yang sedang ia uleni, lalu berusaha membalikkan tubuhnya untuk kemudian mendorong tubuh Arkha.

__ADS_1


Namun, usahanya sia-sia saja. Karena pria itu malah lebih menempelkan diri mereka. Mendorong sedikit tubuh Kanaya hingga menempel ke pinggiran meja.


"Aku suka aroma tubuhmu, Sayang," bisik Arkha kemudian. Membuat tubuh Kanaya secara tidak langsung menegang.


Kanaya mencoba mengendalikan perasaannya. Ia tidak tahu harus bersikap seperti apa lagi pada pria ini. Dengan satu tarikan napas, Kanaya segera mendorong tubuh Arkha. Menatapnya dengan tatapan tajam, lalu melayangkan protesnya.


"Jika kamu terus bersikap seperti ini, aku beneran marah sama kamu." Ucap Kanaya dengan nada kesal. Pria itu selalu saja bertindak sesuka hati. Tanpa memikirkan dirinya.


Melihat Kanaya yang sudah kesal dengannya, membuat Arkha menghentikan sikap jahilnya. Ia tidak mau jika sampai wanita bule itu marah beneran sama dirinya. Bisa-bisa minta pulang ke negara asalnya.


Hal ini lah yang berhasil membuat Arkha berpikir? semalaman, sampai ia tidak bisa tidur. Berat rasanya meninggalkan Kanaya di sini sendirian, meskipun banyak keluarganya yang tinggal di kota ini. Namun, jika ia ajak balik ke kota LA, ia tidak berani ambil resiko. Sementara yang ia dengar dari Alexander, keluarga Kanaya mulai mencari keberadaan wanita bule ini. Arkha tidak rela jika Kanaya harus merasakan penderitaan lagi akibat keluarga wanita itu sendiri.


Maka, langkah yang secepatnya harus ia ambil adalah meyakinkan Kanaya dan segera menikahi wanita itu. Cukup tinggi resikonya jika sampai Kanaya lebih dulu ditemukan oleh keluarganya terlebih dulu.

__ADS_1


Setelah lama berkutat di dapur, akhirnya Kanaya menyelesaikan resep pertamanya untuk membuat roti yang sesuai lidah orang Indonesia. Kanaya membersihkan diri terlebih dulu, sebelum ikut bergabung bersama Arkha dan juga ada Yutasha yang baru datang.


Di ruang santai rumah ini, terlihat Arkha sedang bermain bersama Gressya, putrinya Yutasha. Gressya nampak suka sekali berada di pangkuan Arkha. Gadis kecil itu tak hentinya tertawa saat perutnya digelitiki oleh Arkha. Mereka berdua begitu asik dengan duniannya sendiri. Hingga ada suara yang membuyarkan kegiatan mereka.


"Halo Princess ... rotinya sudah datang...," ucap Kanaya seraya melangkah ke arah mereka sambil membawa beberapa roti di atas piring.


Gressya langsung turun dari pangkuan Arkha, setelah melihat ada roti yang berbentuk karakter kesukaannya.


"Onty, Onty... Echa mau otinya," pekik gadis kecil itu seraya loncat kegirangan di depan Kanaya.


Sementara Kanaya nampak bingung, tidak paham dengan apa yang diucapkan oleh gadis kecil tersebut. Lalu matanya menatap ke arah Arkha, meminta penjelasan dari pria itu.


Maaf, bagi yang menunggu cerita Samuel dan Tisha, aku masukkan ke in novel. Buat kalian yang masih penasaran cerita mereka, boleh tekan tanda love. Makasih🙏🏻. Penjelasannya akan aku post ke FB dan Ige😊

__ADS_1



__ADS_2