Gadis Jebakan

Gadis Jebakan
Sengaja


__ADS_3

"Apa kamu sengaja memakai pakaian seperti ini, Sayang?" tanya Arkha dengan suara yang begitu sensual. Sementara tangan pria itu tidaklah diam sedari tadi. Dengan gerakan pelan namun pasti, Arkha berhasil menarik tali simpul yang berada di puncak baju Kanaya. Membuat Kanaya menahan bajunya seketika.


"Kak, udah malam. Sebaiknya kita segera tidur saja. Karena besok kita langsung bergi ke pulau Bali untuk berbulan madu, kan? Katanya kamu mau memperkenalkan aku dengan keindahan pulau itu?" Sebisa mungkin Kanaya mengulur waktu mereka.


Sejujurnya, Kanaya merasa sangat malu dan gugup sekarang ini. Walaupun ia sudah pernah melakukannya, bahkan dirinya yang terlebih dulu menyerang Arkha. Dulu Kanaya melakukannya dengan penuh emosi, sehingga ia melakukannya tanpa kesadaran yang penuh. Sangat berbeda sekaki dengan kondisi mereka saat ini. Saat ini mereka sama-sama sadar dan dengan perasaan yang saling menginginkan.


Namun kenapa dirinya bisa merasa sangat gugup seperti ini? Bahkan pria jahil yang sekarang ini menjadi suaminya pun bukan pertama kalinya melihat dirinya dengan keadaan yang sedikit polos. Bahkan dulu Arkha sering melihat, bahkan menyentuh permukaan kulitnya yang halus ini tanpa terhalang oleh suatu kain sedikit pun. Dan dirinya merasa biasa saja.


"Apa kamu mencoba mengulur waktu, Sayang?" Bisik Arkha yang kemudian langsung menyesap permukaan kulit leher Kanaya dengan sangat kuat. Sehingga membuat Kanaya mendesis seketika. "Untuk apa diulur lagi jika waktunya sudah tiba? Waktu yang sebenar-benarnya untuk melakukan hal seperti ini," lanjut Arkha lagi dengan tangannya yang merobek secara paksa kain tipis yang menghalangi penglihatannya dalam menikmati setian inci keindahan dari tubuh sang istri.

__ADS_1


Belum sempat Kanaya melayangkan protes, Arkha sudah lebih dulu menyesap dengan sangat kuat salah satu benda yang terlihat kencang dan menantang di hadapannya. Membuat Kanaya memekik seketika. Antara merasa ngilu di ujungnya, karena Arkha tidak segan untuk menggigitnya kecil guna memberikan sensasi yang luar biasa, dan terkesiap kaget dengan tindakan suaminya yang selalu dadakan.


"Kak...," lirih Kanaya yang tidak bisa lagi menahan pergerakan Arkha atas tubuhnya. Wanita ini hanya bisa pasrah menikmati sensasi dari sentuhan yang Arkha berikan kepadanya. Yang mampu membuat dirinya tidak bisa lagi mengelak.


Sedangkan Arkha masih terus melanjutkan aksinya. Memuja setiap keindahan yang dimiliki oleh sang istri. Arkha tidak membuang kesempatan lagi, seperti yang sudah-sudah. Kali ini dirinya bisa dengan puas menikmati setiap rasa yang dihasilkan dari tubuh sang istri. Dia juga tidak mau jika tugasnya diambil alih oleh istrinya, seperti pada pengalaman pertama mereka.


Kemudian Arkha mengarahkan wajahnya turun ke tempat lebih bawah lagi, dimana tempat itu bagian paling dalam diri Kanaya. Jemarinya mulai membuka tali simpul dari kain yang menutupi bagian terdalam istrinya tersebut, lalu membuang kain yang hanya lebar dua centi meter dibagian tengahnya itu melayang ke udara. Entah kemana mendaratnya. Arkha tidak meperdulikan lagi barang itu, dia hanya memperdulikan apa yang ada di hadapannya saat ini.


"Kamu benar-benar bisa membuatku terlena, Sayang," ucap Arkha lagi lalu menyentuh ujung dari bagian terdalam Kanaya tersebut hingga membuat Kanaya mengeluarkan suara paling merdu menurut Arkha.

__ADS_1


Tubuh Kanaya menggelinjang ke sana kemari di saat suaminya menggodanya tanpa henti dibagian terdalamnya. Suaminya itu seolah tidak membiarkan dirinya untuk merasakan ketenangan kembali. Arkha terus menggodanya bahkan jemari nakal suaminya itu turut ikut andil dalam membuatnya melayang hingga terasa terbang ke antariksa. Sampai-sampai Kanaya tidak kuat menahan gejolak yang ingin keluar dari dalam dirinya.


"Kenapa Sayang? Apa kamu sudah tidak tahan lagi? Ini masih belum usai," ucap Arkha dengan tatapan tanpa bisa Kanaya artikan. Kanaya tidak mengerti kenapa suaminya ini mempermainkan dirinya terlalu lama. Dia tidak tahu saja jika dirinya sudah tidak bisa menahannya lebih lama lagi.


"Sayang...," lirih Kanaya dengan menatap memohon ke arah suaminya yang terlihat menakutkan di matanya malam ini.


~Bersambung~


Huaaaa... sengaja aku post siang, biar Mak Emak polos pada belingsutan cari lawan😅

__ADS_1


__ADS_2