Gadis Jebakan

Gadis Jebakan
Meminta Maaf


__ADS_3

Meskipun tidak tahu pasti apa yang terjadi di antara Kanaya dan keluarganya, Arkha mewakili Kanaya meminta maaf pada Philips dan Liliana. Mereka pun memaklumi sikap Kanaya yang belum bisa memaafkan mereka. Mereka pernah menyiakan gadis itu di masa lalu, demi kepentingan bersama.


Selesai meminta maaf, Arkha segera menyusul Kanaya di dalam mobil. Terlihat wanita itu tengah mengibaskan tangannya di depan wajahnya. Sepertinya wanita itu berusaha sebisa mungkin menahan sesuatu yang akan keluar dari matanya.


Arkha masuk ke dalam mobil tanpa berkata apapun kepada Kanaya. Pria itu melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Arkha sengaja tidak mengambil jalan seperti biasa yang ia lewati menuju unit apartemennya. Ia ingin memberi waktu pada Kanaya, untuk menata perasaannya. Karena wanita itu terlihat tidak sedang baik-baik saja, setelah bertemu dengan Phlilips beserta istri.


"Kita mau kemana?" tanya Kanaya bingung. Dia baru sadar jika ini bukanlah jalan menuju apartemen Arkha.


"Jalan-jalan sebentar," jawab Arkha dengan santai. Pandangannya lurus ke depan. Ia ingin memberi rasa nyaman terlebih dulu pada Kanaya, baru menyakan segudang pertanyaan yang menumpuk di kepalanya sedari tadi.


"Aku mau pulang saja," lirih Kanaya.

__ADS_1


Kanaya sudah berusaha menahan aoa yang ingin ia tahan, tetapi bendungan air di pulupuk matanya tidak bisa ia cegah lagi. Air itu mengalir begitu anggunnya. Perlahan namun pasti. Hingga membasahi pipi mulus Kanaya.


Ingin rasanya Arkha memeluk wanita yang kini tengah menunduk dengan diiringi isak tangis yang keluar dari mulutnya. Namun, hal itu Arkha tahan. Ia ingin mengajak Kanaya di suatu tempat yang bisa membuat wanita melepaskan semua apa yang selama ini mengganjal di hati wanita itu.


Tidak berselang lama, mobil yang di kemudikan Arkha terparkir di tempat yang semestinya. Kemudian Arkha mematikan mesin mobilnya, melepas sabuk pengaman yang melingkar di tubuhnya. Begitu juga dengan yang di Kanaya.


Dengan gerakan lembut, Arkha meraih tubuh wanita yang masih terisak dalam diam ke dekapannya. Menepuk pelan punggung Kanaya, berusaha menenangkan wanita itu.


"Keluarkan semua yang mengganjal di hatimu," perintah Arkha dengan lembut.


"Kenapa mereka muncul lagi di dalam hidupku? Setelah mereka memutuskan apa yang sedang aku perjuangkan di masa lalu! Apa salah keluargaku kepada mereka?" Teriak Kanaya disertai isak tangis yang memilukan.

__ADS_1


Arkha tetap diam, mendengarkan apa yang selama ini Kanaya rasakan. Meskipun Kanaya berteriak, tidak akan ada orang yang memperhatikan mereka. Karena saat ini Arkha membawa Kanaya ke sebuah danau buatan milik keluarga Elajar, yang belum resmi di buka untuk khalayak umum.


"Aku hanya ingin keadilan untuk kedua orang tuaku, tapi kenapa mereka menghalangi usahaku? Bahkan mereka membebaskan tersangka utama yang menjadi dalang meninggalnya kedua orang tuaku. Apa salah keluargaku kepada mereka? Padahal Ayah tidak pernah mengusik kehidupan mereka selama ini. Nyatanya Ayah lebih memilih keluar dari kartu anggota keluarga Burrack. Apa salah kedua orang tuaku? Apa salah mereka kepada orang yang keji itu?" Kanaya mengucapkan semua itu seraya memukul dadaa Arkha. Ia melampiaskannya pada pria yang masih setia menenangkannya.


Mendengar kenyataan yang baru saja terungkap perihal keluarga Burrack, keluarga yang selama ini menutup jati diri mereka kepada media. Namun, keluarga itu bergerak dengan lincah dibalik layar. Dalam bidang apapun itu.


"Apa itu yang mengganggu hidupmu selama ini?" tanya Arkha begitu penasaran. "Jika memang iya, aku akan membantumu mencari jawabannya," tawar Arkha.


Entah mengapa Arkha ingin terlibat dalam masalah yang tengah di hadapai oleh wanita yang kini berada di dekapannya. Ia usap puncak kepala Kanaya dengan lembut.


Mendengar hal itu, Kanaya menghentikan isak tangisnya. Lalu mengangkat kepalanya, menatap lekat wajah Arkha. Kenapa pria ini mau ikut campur dalam permasalahannya. Sementara selama ini ia berusaha memecahkan misteri itu, tetapi nihil hasil yang ia dapat.

__ADS_1


"Kenapa kamu mau bersusah payah dalam urusanku?"


Jempol kalian pada sakit, a? Kok makin ke sini like nya makin musret🙈 Padahal aku udah berusaha semampuku agar bisa up banyak. Kalo begini mah, aku rada....


__ADS_2