Gadis Jebakan

Gadis Jebakan
Seandainya


__ADS_3

Tercetak dengan jelas di wajah Kanaya, jika wanita itu tidak baik-baik saja. Tidak seperti sebelumnya yang masih menampilkan senyuman manisnya pada saat berada di depan Tanisha. Tanisha yang menyadari itu, lantas menarik lembut pergelangan tangan Kanaya untuk kemudian ia ajak masuk ke dalam rumah. Karena Arkha sudah di kudeta sama mama Karina, mamanya Tanisha.


"Siapa nanammu?" tanya Tanisha dengan nada suara yang ramah serta tersenyum pada wanita bule yang dibawa Arkha pulang.


"Kanaya," jawab Kanaya dengan nada suara lirih. Kemudian menatap perut Tanisha yang membesar. "Sudah berapa bulan, emm...?" Kanaya bingung mau memanggil apa pada Tanisha. Kalau di negaranya ia biasa memanggil miss atau hanya dengan nama saja.


"Panggil Kak, saja. Sama seperti Arkha," balas Tanisha tahu yang membuat Kanaya bingung.


"Ah, iya. Kak--" lagi-lagi Kanaya berhenti berucap karena tidak tahu nama Tanisha.


"Kak Nisha, saja," ucap Tanisha tersenyum ramah pada Kanaya.


Kanaya terlihat masih sangat canggung berbicara dengan Tanisha. Untung saja wanita yang hamil besar itu ramah padanya.

__ADS_1


"Sudah berapa bulan, Kak?" Tanya Kanaya kembali. Dia begitu penasaran.


Kanaya menatap lekat perut Tanisha, matanya berbinar pada saat perut Tanisha terlihat ada benjolan di sebelah samping. Kemudian benjolan itu berpindah tempat. Sementara Tanisha tersenyum melihat reaksi Kanaya.


"Kak, itu perutnya kenapa bisa begitu? Enggak sakit emangnya?" Tanya Kanaya dengan mengernyitkan dahinya. Membayangkan pasti akan terasa sakit.


"Enggak, kok. Ini tandanya mereka sangat aktif, meski rada ngilu sedikit. Tapi ini sangat menyenangkan. Coba saja kamu pegang," tawar Tanisha lalu meraih kedua tangan Kanaya untuk kemudian ia letakkan di kedua sisi perutnya. Kini, posisi Kanaya duduk berjongkok tepat di depan Tanisha yang tengah duduk di sofa.


Tampak sekali raut terkejut dari wajah wanita bule itu. Lagi-lagi ini hal pertama bagi Kanaya memegang perut seorang ibu hamil. Apalagi janin yang ada di dalam perut itu bergerak aktif. Membuat Kanaya semakin betah mengusap perut Tanisha.


Sementara Tanisha hanya tersenyum saja membalas ucapan wanita bule ini. Hingga sampai ia terkejut di detik berikutnya saat Kanaya mengucapkan sesuatu hal tak pernah ia duga sebelumnya.


"Apa nanti perutku juga akan seperti ini? Pasti akan sangat menyenangkan setiap hari merasakan dia bergerak seperti ini," ucap Kanaya tanpa sadar. Ia terlalu terbuai dengan perasaan yang tidak bisa ia ungkapkan pada saat memegang perut Tanisha.

__ADS_1


Tanisha menutup mulutnya setelah mendengar pernyataan wanita bule ini barusan. Apa benar, yang ia tebak tadi terhadap Arkha itu benar-benar terjadi? Arkha sunguh melewati batasan yang sudah ditentukan oleh kakaknya, Yutasha Geraldine.


Tanisha harus membicarakan hal ini pada Yutasha. Ia tidak mau jika Arkha menyembunyikan kebeneran ini dan tidak bertanggung jawab di kemudian hari. Maka jika hal itu terjadi, dirinyalah yang akan turun tangan untuk mendisiplinkan adik kecilnya tersebut.


"Nay, bentar. Apa itu maksudnya kamu sedang hamil juga?" tanya Tanisha membuat Kanaya tersentak seketika. Lalu wanita bule ini menutup mulutnya yang telah tanpa sadar mengucapkan kalimat yang dilarang oleh Arkha.


"Ah, bukan, Kak. Maksudnya suatu saat nanti jika aku juga hamil, pasti akan merasakan apa yang seperti Kak Nisha rasakan saat ini," sanggah Kanaya dengan nada suara yang takut. Takut-takut jika Arkha mengetahui kalau dirinya telah mengatakan kalimat itu.


"Nay, aku bukanlah wanita yang bodoh. Aku tahu yang tadi kamu katakan itu adalah kondisimu yang sekarang. Apa Arkha yang melarangmu mengatakannya?" Tebak Tanisha. Wanita ini memang tidak mudah untuk dibohongi, pikir Kanaya.


Kanaya tidak punya pilihan lain jika sudah disudutkan seperti ini. Memang benar apa yang diucapkan Tanisha. Arkha melarang dirinya untuk mengatakan tentang mereka. Maka sedetik kemudian Kanaya mengangguk pelan, kemudian menundukkan kepalanya. Merasa cukup malu dengan dirinya sendiri yang seperti ini. Sudah pasti dirinya akan dinilai sebagai wanita tidak baik-baik oleh keluarga Arkha.


"Ikut aku ke kamar, Nay." Ajak Tanisha.

__ADS_1


Tolong untuk yang sudah baca, tekan jempolnya. Karena itu merupakan bayaran paling berharga untukku😭


__ADS_2