
Benar apa yang diperkirakan oleh Arkha. Kakaknya itu akan sangat marah jika menyangkut melakukan hubungan diluar nikah. Karena itu sama saja seperti menjatuhkan harga seorang wanita itu sendiri.
Pria ini benar-benar tidak bisa berkutik sama sekali sekarang. Biasnya dia mempunyai banyak akal yang sangat menguntungkan dirinya. Namun kali ini dia nggak bisa berpikir sama sekali.
Melihat adiknya yang sangat serius memikirkan permasalahan ini, membuat Yutasha tidak tega. Akhirnya waniat berparas cantik ini berniat ingin menemui kakek Gladio sebelum pernikahan ini akan berlangsung besok.
"Dek, bisa titip Gressha sebentar?" tanya Yutasha kepada Arkha yang tak kunjung menemukan solusi pada masalahnya kali ini.
"Memang Kakak mau kemana?" tanya Arkha yang penasaran. Ia tidak mungkin untuk membiarkan kakaknya itu keluar sendirian.
"Kakak ada urusan sebentar. Sebentar saja, kok." Balas Yutasha yang kemudian bersiap untuk pergi.
Jika sudah berkata seperti itu, maka Arkha tidak bisa menghalangi kakaknya untuk pergi. Yang bisa dia lakukan ialah memberi kakaknya seorang pengawal, karena Arkha tidak mau mengambil resiko yang tinggi.
"Kalau begitu Kakak pergi sama Boy saja. Dan ingat, selalu aktifkan ponsel Kakak." Ingat Arkha kepada kakaknya. Karena dengan begitu dia bisa melacak keberadaan kakaknya jika terjadi sesuatu.
__ADS_1
"Iya, iya...," balas Yutasha lalu mengecup singkat putrinya yang sudah terlelap di tempat tidur Arkha.
Setelah itu Yutasha pergi dengan ditemani Boy, pengawal yang ditugaskan untuk menjaga Yutasha. Diam-diam Yutasha meminta Boy untuk mengantarkannya ke kediaman keluarga Burrack. Wanita ini ingin berbicara kepada kakek Gladio secara langsung mengenai kebohongan yang Arkha ciptakan.
Tidak berselang lama mobil yang ditumpangi oleh Yutasha pun sampai ke kediaman keluarga Burrack. Wanita itu turun dari mobil dengan gaya yang begitu anggun. Boy pun mengulurkan tangannya untuk membantu Yutasha keluar dari dalam mobil.
"Kau tunggu saja di sini, Boy. Aku tidak akan lama," ucap Yutasha dengan nada yang begitu ramah kepada Boy.
"Baik, Nyonya." Balas Boy dengan menundukkan kepalanya sopan.
"Wah ... siapa ini yang datang? Selamat datang Nyonya muda Elajar," sapa Gladio disaat menemui Yutasha yang sedang duduk menunggunya di ruang tamu. Sedangkan Kanaya berjalan mengikuti kakeknya dibelakang. Sedang Yutasha hanya melempar senyumnya ke arah Gladio.
"Selamat malam, Kak. Tumben Kakak ke sini? Nggak sama Arkha?" sapa Kanaya yang kemudian memeluk calon kakak iparnya tersebut.
"Kakak datang ke sini untuk membereskan kebohongan yang kekasihmu sebabkan. Bukankah kamu tahu, Naya? Apa yang Kakak maksud?" tanya Yutasha seraya mengurai pelukannya. Kemudian Yutasha beralih menatap Gladio. "Apa anda akan keberatan jika saya datang ke sini membawa nama adik saya, Tuan Gladio?" tanya Yutasha sopan.
__ADS_1
Gladio terkekeh mendengar perkataan Yutasha. Ternyata bocah tengik itu merupakan adik kesayangan dari istri ahli waris keluarga Elajar. Pantas saja bocah tengik itu sangat menjaga harga diri seorang wanita. Lha kakaknya saja merupakan aktifis perempuan di beberapa negara. Gladio tahu jika wanita yang ada dihadapannya ini sangatlah berpengaruh dalam beberapa bidang yang menyangkut sebuah organisasi ternama di bidang kegiatan sosial.
"Aku tahu maksud kedatangan anda, Nyonya muda. Dan aku memang sengaja menguji bicah tengik itu, agar kelak tidak asal bicara jika itu tidak terbukti benar nyatanya," balas Gladio yang tahu apa yang akan Yutasha katakan.
"Lantas, apakah itu akan mempengaruhi pernikahan ini?" tanya Yutasha dengan sangat hati-hati. Sedangkan Kanaya hanya diam dan menyimak obrolan mereka. Tidak berani menyahut, sepatah kata pun.
"Kamu tenang saja, Nyonya muda. Aku hanya ingin tahu, langkah apa yang akan bocah tengik itu ambil. Karena bagaimana pun, kebohongan tetaplah sebuah kebohongan. Meskipun itu sangat kecil, namun dampaknya bisa jadi besar jika dia salah mengambil solusi. Lebih baik jujur, namun menyakitkan. Daripada berbohong, yang malah bisa menhilangkan rasa kepercayaan." Jelas Gladio membuat Yutasha merasa lega. Setidaknya pernikahan adiknya akan tetap berlangsung.
"Baiklah, Tuan. Jika begitu terserah pada anda untuk memberi balasan kepada bocah nakal itu, agar jera dengan sikapnya yang suka sekali menggunakan sebuah kebohongan untuk melancarkan akalnya," balas Yutasha kemudian mempasrahkan semuanya kepada Gladio.
Maaf, telat update🙏🏻
Kondisi badanku beneran drop kali ini😂
Doakan aku agar bisa tetap up, ya😘
__ADS_1