Gadis Jebakan

Gadis Jebakan
Memanfaatkan


__ADS_3

Di tengah perjalanan menuju Bandara, Arkha teringat akan papa angkatnya yang mempunyai pengaruh besar di negara ini. Lantas, Arkha memanfaatkan itu. Ia langsung memutar balik arah laju mobilnya untuk kemudian menuju ke kediaman Elajar.


Tidak menunggu lama, mobil yang Arkha kemudikan sampai di plataran kediaman Elajar. Dengan langkah lebar, Arkha bergegas masuk ke dalam rumah dan mencari Darren di ruang kerjanya.


"Loh, tumben kamu pagi-pagi ke sini, Kha. Ada apa?" tanya Tanisha yang tidak sengaja berpapasan dengan Arkha waktu wanita itu berjalan ke arah dapur.


"Papa ada di mana, Kak? Urgent banget," tanya Arkha terlihat sangat buru-buru.


"Biasanya jam segini ada di ruang kerjanya. Ada apa sih?" Tanisha semakin penasaran di saat Arkha langsung melenggang pergi dari hadapannya setelah mendapatkan jawaban darinya.


"Nanti akan aku ceritakan setelah semuanya selesai," ucap Arkha sedikit berteriak. Karena posisi mereka yang sedikit jauh.

__ADS_1


Tanisha semakin dibuat penasaran dengan sikap Arkha yang seperti itu. Lantas ia menginkuti Arkha yang menuju ruang kerja ayahnya. Namun, sebelum sampai di depan ruang kerja Darren, ada sebuah suara yang memanggil Tanisha.


"Sayang, jadi apa enggak?" tanya seorang pria yang berjalan mendekati ke arah Tanisha berdiri sekarang.


"Ah!" kaget Tanisha. "Mas, bolehkah ditunda nanti saja jalan-jalan paginya? Aku penasaran dengan Arkha yang terlihat buru-buru mencari Papa sepagi ini," ucap Tanisha kepada suaminya.


"Mungkin memang ada hal yang harus dia bicarakan dengan Papa, Sayang. Kamu itu harus rajin olahraga agar nanti waktu persalinan bisa lancar," balas Devan. Keingin tahuan istrinya itu memang semakin meningkat semenjak hamil anak kembar mereka.


Bahkan, pernah suatu ketika dicecar berbagai pertanyaan hanya karena ia ketiduran dan lupa tidak menghubungi Tanisha terlebih dulu. Yang lebih parahnya lagi, Tanisha langsung menyuruh orang suruhannya untuk mengawasi dirinya selama dua puluh empat jam.


"Mommy...," rayu Devan memanggil Tanisha dengan sebutan sesuai keinginan wanita cantik ini. "Ya sudah kalau masih ngambek. Mas ganti baju aja dan lanjut berangkat ke kantor. Lumayan, kan? Bisa bertemu dengan para pegawai Mas yang masih muda-muda itu," ucap Devan seraya melangkahkan kakinya pergi menjauh dari Tanisha. Matanya sambil melirik ke arah Tanisha, melihat reaksi yang ditampilkan malaikat pencabut nyawa yang menjelma seorang wanita dengan kecantikan yang sangat sempurna.

__ADS_1


"Sampai kamu berani melakukan itu, maka jangan harap untuk bisa menemui anak-anakmu." Geram Tanisha yang terpancing dengan omongan Devan.


Devan tertawa tertahan melihat reaksi istrinya yang mudah sekali marah. Lalu berbalik arah untuk kemudian meredakan emosi Tanisha akibat ulahnya dengan cara memeluk istrinya itu. Dan hal itu sangat ampuh. Terbukti, kini wanita itu bersikap manja kepada Devan.


"Apa Mas berani melakukan seperti apa yang Mas katakan? Memperhatikan mereka di saat Mas sedang kerja? Jika memang benar, aku akan membunuh mereka dihadapanmu," ancam Tanisha sambil memeluk erat Devan. Devan hanya terkekeh mendengar ancaman sang istri.


Sementara itu, di ruangan kerja Darren, Arkha menjelaskan semua yang tengah ia hadapi sekarang. Berharap papa angkatnya itu mau mengerti keadaannya dan membantu dirinya.


"Pa, Arkha mohon, tolong bantu Arkha sekali ini saja. Arkha berjanji, akan menuruti semua perintah Papa setelah ini," pinta Arkha dengan nada memohon kepada Darren.


Darren nampak mencerna semua cerita yang baru saja Arkha ungkapkan. Merasa sedikit kasihan, karena memang masa muda Arkha dihabiskan hanya untuk belajar sesuai keinginannya. Dan selama ini Arkha selalu menuruti semua perintahnya. Bahkan, tidak jarang juga selalu menolak bantuan darinya pada saat tengah menghadapi masalah perihal urusan kantor.

__ADS_1


"Baiklah, Papa akan membantumu. Akan tetapi, Papa juga tidak bisa mengabaikan keinginan menantu Papa. Setelah ini, kamu harus siap berpindah ke kantor cabang yang berada di Surabaya. Tinggalkan perusahaan yang ada di sana. Biarkan Joshep yang mengurusnya. Dan ingat, jangan lagi mengekang wanita itu. Apapun pilihannya nanti, kamu harus menghargainya tidak boleh memaksanya lagi." Ingat Darren. Karena ia juga sudah mendengarkan penjelasan dari Yutasha lewat telepon.


Maaf, jika selalu ada typo🙏🏻


__ADS_2