
Hari ini Kanaya ikut mengantarkan Arkha ke bandara. Dalam perjalanan menuju ke bandara, Arkha tidak pernah melepas pagutan tangannya pada tangan Kanaya. Pria itu tak jarang pula megecup singkat punggung tangan Kanaya, namun berkali-kali. Sehingga membuat Kanaya merasa sedikit tidak enak hati. Karena di dalam mobil tidak hanya ada mereka berdua. Melainkan juga ada Revald yang seperti biasa menjadi sopir Arkha jika pria itu pulang ke tanah air. Meskipun Revald mempunyai.pekerjaan yang menumpuk, sahabatnya Arkha itu selalu menyempatkan diri untuk mengantarkan Arkha kemana pun pria itu meminta. Karena biar bagaimana pun Arkha juga merupakan atasannya.
Karena tidak tahan dengan keromantisan yang Arkha perlihatkan secara terang-terangan, Revald ada akhirnya melayangkan protes kepada dua sejoli yang sedang dimabuk asmara tersebut.
"Apa kita belok arah saja, ya?" tanya Revald tiba-tiba dengan nada tertahan.
Mendengar Revald yang tiba-tiba saja berkata ingin membelokkan arah, membuat Arkha mengalihkan pandangannya pada Revald. Melalui kaca depan, Arkha menatap mata Revald penuh pertanyaan.
"Belok arah kemana?" tanya Arkha tidak mengerti. Sedang Revald mencoba menahan tawanya lalu menjawab rasa penasaran Arkha.
"Ke hotel, misal?" Balas Revald dengan terkekeh geli. Muak saja sedari tadi melihat kemesraan mereka berdua.
__ADS_1
Tentu saja pernyataan Revald tersebut membuat Arkha kesal pada sahabatnya itu. "Memangnya kamu mau nanggung akibatnya?" kesal Arkha.
"Nikahin Naya? Ya mau lah! Nggak apa-apa deh, meskipun itu bekasmu. Aku akan menerima dia dengan sangat ihklas dan legowo," seloroh Revald yang semakin memancing emosi Arkha.
Akhirnya pun mereka saling melempar cacian serta sindiran yang sudah biasa mereka lakukan. Sedang Kanaya hanya menggeleng kepala melihat dua pria yang sedang beradu argumen. Meskipun dirinya sendiri tidak tahu pasti apa yang sedang mereka bicarakan hingga sampai saling melayangkan benda kecil yang ada di sekitaran mereka.
Tidak berselang lama, mobil yang mereka tumpangi sampai juga di kawasan bandara. Bandara yang beberapa hari lalu Darren blokir atas permintaan Arkha.
"Yaelah, mulai lagi, dah!" Cibir Revald pada sata melihat adegan yang berhasil membuatnya muak.
Bukan karena apa, pasalnya pria ini tidak pernah sekali pun menjalin kasih dengan seorang wanita. Pernah sekali dulu menyukai gadis yang ada di sekolah, namun nyatanya gafis itu malah menyukai Arkha. Meski Arkha dan gadis itu tidak menjalin hubungan, Revald memilih mundur secara teratur. Ia sadar diri jika dibandingkan dengan Arkha, dirinya masih kalah jauh. Meskipun Revald dapat dibilang sebagai pria tampan.
__ADS_1
Arkha nampak acuh dengan cibiran yang dilayangkan Revald terhadap dirinya. Ia lebih fokus memuaskan diri dengan menatap kekasihnya yang kini duduk bersebelahan dengan dirinya. Sementara Revald duduk di depan mereka. Tak ayal saja jika pria itu selalu merasa panas karena adegan yang sangat ia benci, terlihat secara live dan sangat jelas sekali di matanya.
"Sayang, berjanjilah padaku untuk setia menungguku pulang, dan jangan pernah sekalipun kamu berani berdekatan dengan pria lain. Meskipun itu dia," tunjuk Arkha pada Revald yang mengalihkan pandangannya ke arah lain.
Sementara Kanaya tersenyum manis mendengar larangan Arkha yang sangat posesif seperti itu. Lantas, muncul ide jahil di kepala Kanaya. Sesekali ingin menggoda pria yang berhasil meluluhkan perasaannya tersebut.
"Emmm ... bagaimana, ya? Aku merupakan tipe orang yang tidak suka menunggu terlalu lama. Karena menunggu itu suatu pekerjaan yang membosankan," ujar Kanaya dengan nada tenang seraya ekspresi yang nampak sedang mempertimbangkan sesuatu.
Sementara itu, mendengar Kanaya yang menjawab peekataan Arkha dengan kalimat yang tentu saja membuat tensi sahabatnya itu naik. Revald tertawa lepas. Suka sekali melihat ekspresi Arkha yang terlihat seperti tak percaya seperti itu. Pasti pria itu tidak akan menyangka kekasihnya membalas ucapannya bukan dengan kata-kata romantis sesuai harapannya.
"Tertawa dosa nggak, sih?" sahut Revald yang langsung mendapat tatapan tajam dari Arkha.
__ADS_1
"Bunuh orang yang nggak dosa, asal orang itu ngeselin." Sahutnya ketus.