
Sementara itu orang suruhan Gladio segera pergi ke apartrmen yang ditinggali oleh Kanaya khir-akhir ini. Di sana sudah ada Arkha yang baru saja memberi pelajaran kepada Aldirck. Pria yang dengan berani menyentuh kekasihnya.
Sejujurnya Arkha sangat ingin melenyapkan pria itu. Namun, ia teringat akan pesan dari Keanu, untuk tidak membunuh sepupu sahabatnya itu. Karena hal itulah Arkha hanya mematahkan tangan Aldirck saja. Setidaknya, dia masih bisa berjalan dengan normal dan bernapas dengan mudah.
"Apa kamu masih ingin bertanding denganku?" Tanya Arkha seolah sedang meledek Aldirck dengan tatapan merendahkan pria yang saat ini duduk bersimpuh di pantai. Dengan kaki yang Arkha ikat. Serta tangannya yang ia biarkan begitu saja, karena memang sudah tidak bisa apa-apa meskipun masih bisa digerakkan.
Sedangkan Aldirck hanya bisa berdecak kesal terhadap Arkha. Mungkin saat ini dia memang tidak bisa membalas pria licik itu. Tapi suatu saat nanti, ia akan membalas perbuatan pria itu terhadap dirinya. Janji Aldirck di dalam hati. Dendamnya kepada Arkha semakin menumpuk saja. Belum berhasil membalaskan dendam saudara tirinya, kini ditambah pria itu yang telah mematahkan kedua tangannya.
"Apa kau sudah merasa menang kali ini?" Aldirck menatap penuh arti ke arah Arkha. Pria ini rupanya memiliki sesuatu yang akan ia berikan kepada Arkha, nanti.
__ADS_1
"Tidak ada yang menang ataupun kalah. Karena memang ini bukanlah sebuah kompetisi. Aku hanya ingin kau sadar, dengan apa yang kamu lakukan selama ini salah. Masih ada kesempatan untukmu berubah," ucap Arkha.
Mungkin emosinya terhadap pria ini memang sangat tinggi. Namun, Arkha bukan lah orang yang kejam dan sadis. Yang selalu melenyapkan lawannya tanpa memberinya sebuah kesempatan untuk berubah.
"Cih! Nggak usah sok menasehati. Bukankah kita sangat mirip? Selalu ingin menang dan melenyapkan lawan yang mengganggu jalan kita?" Tanya Aldirck sengan tersenyum miring. Seolah merendahkan ucapan Arkha. "Bukankah begitu?" Lanjutnya lagi dengan tatapan yang sinis.
"Tapi setidaknya aku tidak lah seperti dirimu. Yang dengan sangat rendahan memeras wanita yang berada di posisi tersulitnya." Sindir Aldirck. "Aku akan selalu memanjakan wanita yang aku sayangi, bukan malah memberinya luka berkali-kali." Lanjutnya lagi.
"Cih! Kau pikir kau orang yang suci? Lantas apa orang suci merenggut kesucian wanita yang katanya dicintainya itu?" Kini giliran Aldirck yang memutar balikkan keadaan. Ia tahu, jika Arkha kali ini tidak akan bisa menyangkalnya lagi. Karena Aldirck tahu jika Kanaya sudah tidak perawan lagi, pada saat dirinya mencoba memasukinya dengan jemari laknatnya.
__ADS_1
"Asal kau tahu saja, bukan aku yang memulainya. Namun Kanaya sendiri lah yang memberikannya padaku," balas Arkha dengan senyum kemenangan. Karena kini wajah Aldirck terkejut tak terkira. Pria itu pasti tidak menyangka jika Kanaya bisa bersikap seperti itu.
Bukan Arkha namanya jika tidak bisa membalikkan keadaan dengan begitu mudahnya. Pria berdarah asia ini memang sangat lihai untuk berbagai macam hal. Butuh keahlian khusus untuk mengalahkan Arkha dalam hal berdebat. Apa pun itu topiknya. Bahkan Erlangga yang terkenal sulit dihadapi, bisa Arkha kalahkan begitu saja.
Pada saat mereka masih berdebat, terdengar beberapa derap langkah yang mendekat ke arah mereka. Lantas Arkha menoleh ke asal suara. Di ambang pintu ada beberapa orang yang berpakaian seperti preman. Arkha pikir itu orang suruhan Aldirck, dan ingin menolong pimpinan mereka tersebut. Namun, anggapannya salah pada saat dirinya menodongkan pistol ke arah Aldirc dan mereka malah berdiam saja.
"Silahkan saja jika Tuan Arkha jngin menghabisi pria itu. Maka Tuan Gladio akan sangat berterimakasih kepada anda," ucap salah satu diantara orang-orang itu. Yang tidak lain adalah Rudy, asisten pribadi Gladio sekaligus tukang kebun jika berada di kediaman Burrack.
Maaf, ya🙏🏻 baru sempet nulis yang ini. Dan masih ada satu lagi, nunggu lulus review
__ADS_1