
"Ka-kamu kenapa, Nay?" Revald sangat panik ketika Kanaya menangis tiba-tiba tanpa tahu sebabnya apa.
Sedangkan Kanaya masih saja menyelesaikan tangisannya agar rasa bersalahnya terhadap Arlha karena sempat meragukan ketulusan pria itu. Setelah puas menumpahkan semua rasa bersalahnya, Kanaya mulai mnghentikan tangisannya.
"Bawa aku menemui Arkha sekarang, Vald," pinta Kanaya dengan suara yang masih terisak.
Revald bingung musti bagaimana, bukannya barusan sudah ia jelaskan kalau Kanaya tidak bisa bertemu dengan Arlha, sebelum Arkha sendiri yang akan menemui wanita ini. Sementara itu tugasnya di sini untuk menjaga Kanaya dan lalau diperlukan juga akan menjadi kekasih pura-puranya. Tergantung kondisi yang akan mereka hadapi ke depannya.
"Sudah aku katakan, kan? Kalau kalian sementara ini tidak bisa bertemu terlebih dulu. Tolong bantu Arkha, Nay. Mengertilah posisi dia sekarang. Dia juga berjuang untuk masa depan kalian," jelas Revald dengan kalimat jenakanya.
Memang benar apa yang dikatakan oleh Revald. Namun, dirinya hanya ingin menemui kekasihnya itu sebentar saja. Apa salahnya di sini? Itu tidak akan diketahui oleh lawan Arkha, kan?
"Tidak bisakah diusahakan sebentar saja, Vald? Sebelum aku mamkai caraku sendiri?" Mohon Kanaya lagi dengan diiringi kalimat mengancamnya.
__ADS_1
Revald menghela napas panjang. "Kenapa harus aku yang repot dengan hubungan kalian?" desah Revald.
"Karena memang orang yang sayang kepada Arkha seperti saudarmu sendirj, bukan? Maka apapun yang menjadi kebahagiannya akan kamu usahakan. Bukan begitu?" timpal Kanaya. "Selain itu, kamu merupakan orang yang baik dan tulus, sama seperti Arkha. Semoga kamu nanti juga akan mendapatkan wanita yang baik juga," lanjut Kanaya kemudian.
"Dan yang penting tidaklah seperti kamu, selalu saja merepotkan," balas Revald cepat dan dihadiah sebuah pukulan di lengan dari Kanaya.
"Bagaimana? Bisa kan?" desak Kanaya kembali. Ia sudah sangat merindukan kekasihnya. Selain itu, Kanaya juga jngin meminta maaf pada Arkha karena sempat meragukan perasaannya.
"Baiklah, akan aku usahakan. Tetapi jika keadaan tidak memungkinkan, melihatnya dari jauh tidak apa-apa kan?" Bukan tanpa alasan Revald mengatakan itu. Karena jika sahabatnya sudah mengambil langkah seperti itu, maka sudah dapat dipastikan keadaannya memang sangat mendesak. Dengan kata lain pihak lawan memata-matai Arkha.
Kemudian mereka menuju apartemen yang sudah disiapkan oleh Arkha untuk Kanaya. Karena tidak mungkin menyuruh Kanaya untuk tinggal bersama dengannya lagi. Sedangkan Revald menuju apartemennya sendiri yang ada di kota ini. Apartemen Revald tidak jauh dengan apartemen milik Kanaya sekarang ini.
Di bangunan yang menjulang tinggi ke langit, nampak sekali rona bahagia dan puas di wajah seorang pria yang tengah duduk dengan ditemani dua orang wanita di kedua sisinya. Dengan kaki yang tertumpu pada kaki satunya, pria itu menikmati sekali setiap sentuhan yang diberikan oleh kedua wanita dengan pakaian yang kekurangan bahan tersebut.
__ADS_1
Sedang satu pria lagi yang tengah duduk di depannya, menatap jijik ke arah pria yang sedang dimanjakan oleh dua wanita tersebut.
"Apa kau tidak mau menikmati mereka, Kea?" tanya pria yang sedang menikmati sensasi yang terus dstang padanya.
"Cih! Menjijikkan sekali," balas Keanu yang dibalas suara gelak tawa oleh Aldirck.
Memang dirinya sangat berbeda sikap dengan apa yang dimiliki oleh Aldirck. Hanya saja sifat licik mereka saja yang sama.
"Bagaimana? Apa kau sudah puas dengan kondisi Arkha yang sekarang?" tanya Adirck seraya menyingkirkan dua wanita yang ada di kedua sisinya.
"Aku tidak memperdulikan keadaannya. Yang terpenting bagiku adalah keberadaan Kanaya sekarang ini. Aku sudah suruh orang-orangku, akan tetapi mereka tidak menemukan Kanaya. Sangat aneh sekali, bahkan di apartemen milik Arkha, dia juga tidak ada," ungkap Keanu.
Beberapa hari ini dia mencari keberadaan Kanaya, guna ingin mengambil hati wanita itu kembali. Karena sejujurnya diantara mereka tidak pernah terjadi suatu masalah. Jadi akan dengan mudah dirinya masuk kembali ke dalam hidup wanita itu, pikirnya.
__ADS_1
"Apa kau tidak pernah berpikir jika Arkha menyembunyikan wanita sok suci itu?" tanya Aldirck menatap penuh arti kepada Keanu.
Maaf, jika banyak typo. Karena mata ke-empatku minta ganti😅 jadi kurang bisa jeli.