
Badan Arkha terasa pegal semua, setelah dirinya menjadi tumpuan tidur wanita yang sampai saat ini masih terlelap dalam dalam tidurnya. Sekuat tenaga Arkha menekan keinginannya untuk menerkam wanita ini. Wanita ini nampak nyaman sekali tidur dengan berbantalan lengannya. Serta jangan lupakan tubuhnya yang menjadi guling paling ternyaman yang ada di dunia ini. Maka ridak heran, jika tubuh Arkha terasa remuk pagi ini.
"Semalam aja bilangnya takut, tapi lihatlah sekarang. Kamu bahkan tidak terusik sedikit pun saat aku goda," guman Arkha sambil menekan-nekan pipi Kanaya yang sedikit chubby dengan jari jemarinya. Tidak sedikit pun wanita ini terusik dengan tindakannya. Membuat senyum simpul terbit di bibirnya. Menertawakan tingkah Kanaya yang tidur bagaikan orang mati.
Puas memainkan pipi Kanaya, Arkha memutuskan untuk beranjak dari tidurnya. Karena jam terbangnya pada pukul delapan pagi. Kurang dari dua jam lagi untuk mereka berangkat.
Dengan gerakan pelan, ia mencoba menyingkirkan kaki Kanaya yang berada di atas tubuhnya. Kemudian langkah selanjutnya memindahkan tangan wanita ini yang melingkar di lehernya. Arkha memindahkannya ke atas dadaanya. Sebelum dirinya bangun, ide jahil itu melintas di kepala Arkha.
__ADS_1
Maka Arkha mengedarkan pandangannya, mencari sesuatu yang ia butuhkan saat ini. Beruntungnya, benda yang ia cari terletak tidak jauh darinya. Setelah mendapatkan benda itu, Arkha mengusap layarnya lalu mengarahkan kamera tepat membidik ke arah mereka.
Arkha tersenyum puas saat melihat hasil dari jepretannya. Posisi mereka di foto itu terlihat sangat intim. Tangan yang berada di atas dadaanya, serta ia memalingkan wajahnya dari kamera lalu mengarah ke wajah wanita yang tengah terlelap di lengannya. Sebelum jemarinya menekan tombol yang muncul di layar ponsel milik Kanaya, Arkha sempatkan untuk mengecup pelan bibir Kanaya tanpa wanita itu terusik. Benar-benar hasil yang sangat memuaskan untuk dirinya.
Arkha segera mengirim hasil foto itu ke nomornya. Lalu dengan sengaja menjadikan foto dirinya dan Kanaya sebagai walpaper di ponsel Kanaya.
Membayangkan wanita ini akan mengamuk kepadanya saja sudah membuat dirinya bahagia. Alangkah lebih indah jika wanita ini juga mempunyai perasaan yang sama seperti dirinya. Maka jika pada saat itu tiba, Arkha tidak akan membuang waktu lagi untuk menghalalkan wanita yang terlelap di lengannya.
__ADS_1
Melalui info yang disampaikan oleh Keanu sebelum dirinya mengenal Kanaya, dan mereka belum tinggal satu atap. Keanu pernah bercerita jika keyakinan mereka sama, yang artinya Tuhan mereka juga sama. Arkha dapat merasa lega, karena ia tidak harus menghadapi permasalahan perbedaan keyakinan di kemudian hari. Itulah mengapa Arkha selalu gencar untuk meluluhkan hati Kanaya dan mendapatkan wanita ini seutuhnya menjadi miliknya. Hanya miliknya seorang.
Setelah berhasil lepas dari Kanaya, Arkha segera menuju kamar mandi. Ia harus segera berkemas barang-barangnya. Setelah itu baru membuat sarapan untuk mereka. Ia akan membangunkan Kanaya jika semuanya sudah siap dan tinggal menunggu wanita itu.
Hanya butuh waktu satu jam untuk Arkha menyelesaikan semuanya. Termasuk membuat sarapan untuk mereka berdua. Kemudian ia berjalan menuju kamarnya yang sekarang ini menjadi kamar Kanaya.
Pada saat Arkha sampai di depan pintu kamar, ia dikagetkan dengan suara teriakan Kanaya dari dalam. Tanpa mengetuk pintu terlebih dulu, Arkha segera membuka dan berlari menuju dimana Kanaya yang masih duduk di atas ranjang.
__ADS_1
"Ada apa, Nay?" tanya Arkha begitu khawatir. Takut-takut jika wanita ini bermimpi buruk yang menimpa keluarganya.