Gadis Jebakan

Gadis Jebakan
Tanpa Sengaja


__ADS_3

Kanaya berlari tanpa melihat ke arah depan. Hingga membuatnya menabrak seseorang tanpa disengaja. Untung saja orang yang ditabrak tanpa disengaja oleh Kanaya dengan sigap meraih tubuh Kanaya. Jika tidak, wanita itu pasti akan merasakan sakitnya jatuh di bebatuan yang terdapat dipinggiran taman tersebut.


"Maaf," ucap Kanaya tanpa melihat ke arah orang yang ditabraknya barusan. Kemudian melangkah mundur dan berniat segera pergi dari sana.


"Tunggu! Kamu Kanaya, kan?" tanya orang itu sembari menarik tangan Kanaya kembali. Memperhatikan lagi jika dirinya memang tidak salah orang.


Mendengar namanya diucapkan, membuat Kanaya mengankat wajahnya. Menatap dalam wajah orang itu. Mencoba mengingat, siapa orang yang ada dihadapannya saat ini.


"Maaf, apa kita pernah bertemu?" tanya Kanaya dengan raut bingung yang kentara di wajahnya.


"Apa kamu lupa sama aku, Kanaya Illonara Burrack?" wanita itu bertanya dengan binar bahagia di matanya. Seolah bahagia bisa bertemu dengan Kanaya lagi.

__ADS_1


Mata Kanaya melebar, mendengar nama lengkapnya disebutkan. Karena tidak banyak yang tahu nama marga keluarganya. Lantas Kanaya mengingat-ngingat kembali siapa wanita ini. Dilihat dari penampilannya, wanita ini tidaklah jauh usianya dengan dirinya.


"Kamu lupa sama aku, Kay? Aku Lena, tetangga kamu sewaktu tinggal di kota L!" Seru wanita itu. Mencoba mengingatkan Kanaya kembali. "Lena Smith. Apa kamu lupa? Seorang anak kecil yang selalu kamu bela jika sedang diganggu teman yang lain." Jelas Lena.


Mendengar nama lengkap wanita itu, membuat Kanaya berseru senang. "Kamu Lena? Yang dulu suka digangguin sama Diego?" Kanaya mencoba memastikan kembali.


"Iya, aku Lena. Anak yang sering dibully dulu," balas Lena.


Sedangkan disisi lain, tepatnya di sebuah restoran yang juga tidak jauh dari taman. Seorang pria terlihat melempar semua barang yang ada di atas meja tempat kerjanya. Pria iti terlihat sangat kacau. Bahkan baju yang dia kenakan, terbilang sudah tidak rapi lagi.


"Apa kurangnya aku hingga kamu menolakku, Kay?" desis pria itu dengan kilatan merah di matanya. "Apa kai lebih memilih berada di samping Arkha, daripada di dekatku?" Lanjutnya lagi.

__ADS_1


Ya. Pria itu adalah Keanu, pemuda yang baru saja mengalami patah hati untuk kedua kalinya dan dikalahkan oleh orang yang masih sama, yaitu Arkha. Rasa dengki di hatinya mulai timbul. Keanu memendam dendam pada Arkha. Dia tidak bisa terus menerus menerima kekalahannya dari Arkha.


"Semua ini gara-gara kamu, Kha!" Teriak Keanu kemudian melempar vas bunga yang ia ambil dari atas meja, dan melemparnya ke dinding dekat pintu ruangannya. Hingga membuat orang yang mau masuk ke dalam ruangannya terkejud bukan main. Namun, sedetik kemudian bisa menangkap apa yang sedang terjadi pada Keanu. Melihat penampilan Keanu yang berantakan.


"Wiiiihhh... Apakah ada gempa di sini?" tanya orang tersebut setelahnya duduk di sofa. Menumpukan kakinya di atas kaki yang lain, lalu menyilangkan kedua tangannya di depan dadaanya. Orang itu terlihat seolah sedang menikmati pertunjukkan yang dilakukan oleh Keanu.


"Kenapa kau kesini?" tanya Keanu menatap nyalang ke arah tamunya tersebut.


"Haha ... santai saja, Bro! Aku kesini bukan bermaksud untuk mengganggu hidupmu. Aku hanya merasa kasihan padamu," balas orang itu dengan nada santai.


Sejurus kemudian orang itu mengeluarkan bungkus rokok dari dalam sakunya, mengeluarkan satu batang untuk ia hisap setelahnya. Sebelumnya ia bakar satu sisi ujung batang rokok tersebut. Menghembuskan asapnya ke udara, seraya matanya melirik mengejek ke arah Keanu. Membuat Keanu tidak bisa menahan rasa geramnya kepada tamu tidak diundang tersebut.

__ADS_1


"Semua ini gara-gara kamu, hidup Kanaya hancur!" Sarkas Keanu mencekik leher orang itu. Hingga membuat rokok yang dipegang oleh tangan orang itu jatuh ke lantai.


__ADS_2