
Sepulang Dina dan Arjun, wajah Kanaya terlihat tidak seperti biasanya. Wanita dengan paras bule yang sangat kontras tersebut terlihat murung dan berdiam diri di depan tv. Arkha yang menyadari hal itu, segera menghampiri Kanaya dan ikut gabung dengannya.
"Ada apa? Nggak betah?" tanya Arkha yang ikut duduk di samping Kanaya. Menatap lekat wajah wanitanya. Menyibakkan anak rambut yang menutupi sebagian pipinya.
Kanaya menoleh sekilas ke arah Arkha, lalu mengalihkan pandangannya lagi ke arah tv yang sedang menampilkan drama Love Is True. Wanita itu tak ada sedikit niatan untuk menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Arkha. Sehingga membuat Arkha gemas dibuatnya.
"Kenapa lagi, sih?" tanya Arkha kembali.
Karena tetap tidak mendapatkan jawaban, kemudian Arkha menangkup wajah Kanaya di kedua sisi, lalu mengarahkannya tepat menghadap dirinya. Merasa sangat gemas dengan wajah cemberut Kanaya, Arkha mengarahkan wajahnya ke depan. Tentu saja Kanaya memundurkan posisinya.
__ADS_1
"Apa yang mau kamu lakukan?" protes Kanaya pada saat posisi wajah Arkha sangat dekat sekali dengannya.
Arkha sedikit menekankan kedua telapak tangannya, hingga bibir Kanaya maju ke arah depan dan sedikit terbuka. Lalu dengan gerakan cepat, sebelum wanita ini melayangkan protes kembali. Arkha kecup bibir yang selalu menggoda dirinya itu, serta sedikit menyesapnya dengan kuat dan kemudian ia lepaskan.
Kanaya langsung mendorong tubuh Arkha dengan sangat kuat. Kesal dengan pria ini yang selalu saja memanfaatkan setiap kesempatan yang dia buat sendiri. Bisa-bisanya mencium dirinya di saat ia sangat kesal.
"Apa-an, sih!" Kesal Kanaya seraya mengusap bibirnya dengan ibu jarinya. Hal itu tak luput dari perhatian Arkha. Ia ingin merasakan bibir itu kembali. Seolah tidak puas jika menikmatjnya hanya sebentar saja.
"Hmmm ... udah berani ngancam, sekarang?" Arkha berucap dengan nada menggoda. Lalu dengan sifat jahilnya yang tidak pernah hilang darinya, Arkha memajukan tubuhnya ke arah Kanaya. Sementara wanita bulenya itu memundurkan tubuhnya dari posisi semula.
__ADS_1
"Lakukan saja jika memang cintamu tidak tulus padaku. Akan aku anggap semua ucapanmu hanya semu belaka," tantang Kanaya sambil memicingkan matanya ke arah Arkha.
Setelah mengatakan itu, Kanaya tidak lagi menggeser tubuhnya ke belakang. Meskipun Arkha tetap maju ke arahnya. Ia ingin melihat seberapa seriusnya pria di hadapannya ini. Jika sampai pria ini mencium dirinya lagi, maka kali ini Kanaya tidak akan tertipu lagi dengan ucapan serta keseriusan yang Arkha lakukan kepada dirinya.
Mendengar dan melihat wajah Kanaya yang tidak main-main. arkha langsung menghentikan niatannya untuk sekedar menggoda Kanaya. Ia cukup takut dengan ancaman yang dilayangkan kepadanya.
"Aku, kan hanya bercanda doang, Sayang. Mana mungkin aku berani melakukan apa yang kamu tidak suka. Lebih-lebih lagi akan membuatmu jauh dariku," lirih Arkha dengan nada menyerah.
Sebenarnya, melihat Arkha yang penurut seperti ini cukup membuat Kanaya terhibur. Diam-diam wanita bule ini menahan tawanya. Ternyata asyik juga jika bersikap tegas kepada pria pemilik kehormatannya. Dibalik sisi pemaksa yang dimiliki Arkha, ternyata dia juga mempunyai sisi penurut seperti ini. Maka langkah selanjutnya yang akan ia lakukan adalah memanfaatkan kelemahan pria ini, yakni dirinya.
__ADS_1
"Jangan sesekali kamu bilang kalau ingin pergi dariku, ya? Aku bisa gila, bahkan aku bakalan bunuh diri dan akan menghantuimu selamanya," seloroh Arkha dengan tatapan memohon. Cukup membuat Kanaya tidak tahan lagi untuk tidak tertawa.