Gadis Jebakan

Gadis Jebakan
Semakin Panas


__ADS_3

Karena tidak tahan dengan apa yang diucapkan oleh Arkha, yang sedari tadi membahas tentang kehamilan, hingga membuat hatinya semakin panas.


"Apa maksud dari perkataanmu, Kha?" sahut Shanaz yang sedari tadi hanya memilih diam dan menyimak.


"Kekasihnya Arkha juga hamil, Sayang. Sama seperti kita, mereka juga akan menjadi orang tua," jawab pria yang kini menjadi suami Shanaz.


Suami Shanaz memang tidak mengetahui hubungan antara Shanaz dan Arkha. Yang pria itu tahu ialah Shanaz dan Arkha merupakan teman satu kampus.


"Itu tidak mungkin, Sayang!" Elak Shanaz. Karena selama ia menjalain hubungan sama Arkha, pria itu merupakan tipe orang yang gila kerja. Jadi mana mungkin Arkha juga main di belakang seperti dirinya.


"Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, Nyonya Stevhano." Sanggah Arkha seraya menekankan kalimatnya.

__ADS_1


Sementara Kanaya memilih diam, tidak berani ikut campur ke dalam masalah mereka. Apalagi sekarang mereka saling menatap intens dan senyuman meremehkan terbit dari bibir pria yang tengah setia merengkuh pinggangnya.


"Tapi sejak kapan?" Shanaz masih tidak percaya dengan pengakuan Arkha. Kemudian ia beralih menatap ke arah Kanaya. Sedangkan Kanaya menatapnya balik dengan penuh kebingungan. "Apa benar yang dikatakan Arkha kalau kamu sedang hamil anaknya? Bukan anak orang lain?" Tanya Shanaz begitu sarkas.


Shanaz tahu betul seperti apa tabiat mantan tunagannya itu. Selama menjalin hubungan dengan Arkha, tak sekalipun pria itu menuruti keinginannya yang ingin tidur bersamanya. Arkha selalu menolaknya dengan lembut, dengan alasan tidak mau merusak hidup Shanaz.


Namun, pada nyatanya saat ini pria itu malah berkata jika kekasih barunya tengah hamil. Sesuatu hal yang sangat mustahil, pikirnya. Karena ia baru memutuskan hubungannya dengan Arkha belum ada satu bulan. Bagaimana bisa pria itu mencari wanita secepat ini.


"Apa Nyonya secara tidak langsung menuduh saya sebagai wanita yang tidak benar? Yang bisa tidur dengan sembarang pria di luaran sana?" bukan Kanaya jika tidak bisa membalas kata yang dituduhkan padanya. "Aku bukanlah wanita seperti itu, Nyonya. Bahkan, Arkha lah pria pertama yang menyentuhku," tuturnya lagi.


Melihat Kanaya yang bersikap manis kepadanya, membuat Arkha semakin gemas dengan wanita yang ia jebak ini. Tangannya terangkat, mencubit pelan pipi yang sedikit chubby tersebut, hingga membuat bibir Kanaya semakin cemberut.

__ADS_1


"Aku tau, kamu wanita yang berbeda, Sayang. Hingga kamu mampu menarikku dari dunia yang sangat membosankan sebelumnya," tutur Arkha menenangkan amarah Kanaya.


Sementara Shanaz yang tidak pernah memperlakukan dirinya selembut itu di depan umum, hanya bisa melongo di tempatnya. Ia tidak menyangka Arkha bisa secepat ini bisa move on darinya. Padahal dirinya masih menyimpan rasa pada Arkha. Ia lebih memilih Tristhan karena pria itu bisa memberikan apa yang selama ini tidak bisa Arkha berikan.


"Waaahhh ... tidak kusangka, Arkha yang terkenal dingin di kalangan perempuan ternyata bisa bersikap manis seperti ini terhadap pasangannya," puji Stevhano yang baru melihat sikap manis Arkha pada seorang wanita.


"Itu sudah pastilah, Stev. Karena hanya wanita tertentu saja yang pantas mendapat perlakuan manis dariku," jawab Arkha seraya melirik ke arah Shanaz yang berubah semakin kesal.


Merasa bosan dengan suasana yang semakin memanas antara Arkha dan mantan tunangannya, Kanaya berinisiatif mengajak Arkha pergi dari sana. Karena jika terus dibiarkan, bisa-bisa pesta pernikahan orang ini akan rusak.


"Sayang, aku lapar," ucap Kanaya begitu manja. Tentu saja hal itu membuat Arkha mengalihkan pandangannya kepada Kanaya, lalu melemparkan senyuman paling manisnya.

__ADS_1


"Sebentar ya, Sayang. Sekalian kita pamit. Lagian tidak baik untuk ibu hamil berdiri terlalu lama," balas Arkha begitu perhatian, seraya mengusap lembut kepala Kanaya. Membuat wanita itu jengah dengan akting Arkha. Namun, itu hanya bisa Kanaya pendam di dalam hati.


Melihat Arkha yang begitu perhatian kepada wanita lain, melebihi terhadapnya dulu. Shanaz memutuskan untuk meninggalkan mereka, sebelum Arkha berpamitan kepadanya.


__ADS_2