
Di saat yang berasamaan, di belahan dunia yang lain nampak seorang pria lanjut usia tengah memandang ke arah depan rumahnya. Pandangan pria tua itu nampak penuh harap. Sudah sejak lama dia mengharao kedatangan orang itu. Namun, orang yang diharapkan tak pernah kunjung menemuianya. Memang, dirinya lah yang melakukan banyak kesalahan di masa lalu. Akan tetapi dia mempunyai alasannya tersendiri. Dan karena alasannya yang salah mengmabil langkah itulah hingga membuatnya kehilangan dua orang yang sangat berarti dalam hidupnya. Bahkan sekarang mungkin menjadi tiga orang.
"Hari menjelang petang, dan hawa diluar mulai terasa dingin. Papa enggak masuk?" tanya seseorang dari arah belakang Glodio.
Mendengar ada suara yang memanggil dirinya, Glodio menoleh ke arah samping. Mendapati putri sulungnya yang sudah berdiri di sampingnya.
"Papa sedang menunggu Nara pulang, Liana. Papa khawatir dengan keadaannya diluar sana. Dia sudah terlalu lama sendirian," ungkap Glodio yang sangat merindukan cucu satu-satunya.
Tercetak jelas di wajahnya yang berkeriput tersebut. Tatapan pria itu selalu mengarah ke pagar rumahnya. Berharap tiba-tiba saja sang cucu membuka gerbang tersebut. Meskipun itu hanya sebuah angan semata.
__ADS_1
"Pa, beri waktu pada Nara. Dia pasti pulang, kok. Papa tahu sendiri, bukan? Jika gadis itu menuruni sifat Ayahnya, Arshen." jelas Liliana. Dia tahu betul bagaimana sifat adiknya yang keras kepala itu menurun pada Illonara, keponakannya.
"Dan kamu pasti juga tidak lupa, Liana. Nara juga menuruni sifat Ayahnya yang pendendam itu. Sementara banyak kesalahan yang aku buat dulu pada keluarganya. Hingga aku mengorbankan adikmu dan istrinya," lirih Glodio di akhir kalimatnya. Buliran bening pun mengalir dari pelupuk mata tuanya itu.
"Pa... kita semua tahu betul, waktu itu Papa berada dipilihan yang sangat sulit. Dan Akshen tahu jelas alasannya kenapa, bukan? Dia juga tidak mau sampai anaknya yang menjadi korban. Grandy pun juga sama. Dia tidak menginginkan anaknya hidup dalam bayang kesalahan keluarganya. Maka dari itu, dia menyetujui rencana itu untuk membebaskan Nara dari mereka. Mereka menginginkan Nara hidup tenang dan bahagia, meskipun dengan cara kehilangan orang tuanya. Serta pesan Akshen pada kita yang meminta mengajarkan Nara hidup mandiri, itu semua untuk membuat Nara lebih kuat."
Liliana mengingat dengan jelas pesan Akshen, adiknya pada dirinya. Akshen ingin Nara berjuang dengan hidupnya sendiri tanpa bantuan dari keluarganya yang lain. Meskipun Liliana sempat menolak, akan tetapi dia tidak bisa mengabaikan permintaan terakhir dari adiknya tersebut.
"Tapi kalian terlalu keras padanya. Kasihan cucuku yang malang itu," lirih Glodio. Ingin sekali dirinya menemui Nara, cucunya itu. Tetapi dia tidak mau memaksa kehendaknya pada Nara. Alih-alih akan senang dengan kedatangannya, yang ada malah kebencian cucunya itu semakin bertambah sebelum kesalah pahaman yang terjadi di antara mereka terselesaikan.
__ADS_1
"Liana juga merasa begitu, Pa. Nara memang tumbuh sebagai wanita yang sangat cantik, persis seperti Grandy. Namun, gadis itu juga sangat kuat. Sebenarnya kami pernah bertemu dengannya beberapa minggu yang lalu, Pa. Seperti biasa, gadis itu tudak mau mendengarkan penjelasan dariku," ujar Liliana dengan nada yang sendu.
Sebenarnya dirinya sangat menyayangi Kanaya Illonara Burrack, keponakannya itu. Namun, karena wasiat dari adiknya itulah yang membuat dirinya terpaksa bersikap sedikit lebih tegas pada nya.
"Kalau begitu, kamu atur pertemuan kita kembali. Buat seolah-olah kita bertemu tanpa disengaja. Agar cucuku itu tidak terlalu membenciku. Karena mau tidak mau, setelah umurnya genap dua puluh tahun dia harus bersiap untuk menjalani proses menjadi penerus Burrack Company. Sebelum musuh orang tuanya mulai bertingkah," titah Gladio kepada putri sulungnya.
Dia tidak mau menunda hal ini lagi. Entah nanti penolakan yang akan ia terima dari cucunya itu. Yang terpenting dirinya sudah mengalihkan perusahaannya beserta aset yang lain menjadi milik Kanaya Illonara Burrack.
"Iya, Pa. Liliana setuju akan permintaan Papa kali ini. Phillip juga sudah tidak sabar ingin mengambil masa pensiunnya. Meski begitu dia akan dengan senang hati membantu Nara dalam menjalankan perushaaan," balas Liliana.
__ADS_1
"Lebih cepat, lebih baik, Liana." Perintah Gladio kembali dan diangguki oleh sang putri.
Maaf, belum bisa konsisten lagi jamnya🙏🏻