Gadis Jebakan

Gadis Jebakan
Balasan


__ADS_3

Arkha nampak begitu serius dalam menangani permasalahan ini. Terlihat pria itu melewatkan makan siangnya. Hingga tidak sadar jika ada orang yang masuk ke dalam ruangannya. Orang itu berjalan menuju tempat dimana Arkha duduk dan seriys menatap ke arah layar.


"Sebegitu sibuknya kah? Sampai-sampai kamu tidak menyadari kedatanganku," ujar seseorang yang kini berdiri tepat di sisi Arkha.


Sedikit terperanjat mendengar ada orang berbicara di sebelahnya, lantas Arkha mengalihkan pandangannya dari layar laptopnya guna mengetahui siapa yang tengah berbicara dengannya.


"Apa kau melupakan tata cara sopan santun?" sarkas Arkha setelah mengetahui siapa tang datang ke ruangannya. Cukup malas meladeni orang itu sekarang ini.


Orang itu terkekeh kecil, melihat Arkha yang kesal melihat dirinya. Terlebih lagi cara dirinya masuk yang memang tidak mengetuk pintu terlebih dulu.


"Tidak bisakah kau bersikap lembut kepadaku? Seperti kau memperlakukan kekasihmu itu. Aku dengar-dengar dari Joshep, kau sangat tergila-gila padanya," ucap orang itu tanpa memperdulikan perkataan yang diucapkan Arkha kepadanya.


"Apa kau tidak mendengarkanku? Jika memang tidak bisa menaati peraturan di perusahaan ini, silahkan keluar dari ruanganku." Sarkas Arkha. Tidak ada lagi nada kelembutan yang diucapkan oleh Arkha seperti dulu yang pernah ia lakukan kepada orang itu.

__ADS_1


Orang itu tersenyum mendapati Arkha yang sudah jauh berubah kepadanya. Namun, hal itu tidak melunturkan niatannya untuk ingin kembali kepada Arkha.


"Apa kau tidak rindu padaku, Sayang?" Dengan manja, orang itu semakin mendeka ke arah Arkha dan mengusap lengan Arkha dengan lembut. Tentu saja, Arkha segera menghempaskan tangan orang itu.


"Apa kau sekarang sudah tidak punya harga diri lagi? Menggoda pria lain meskipun dirimu sudah mempuanyai suami?" tanya Arkha menatap tajam ke arah orang itu, lalu tersenyum tertahan. Seolah merendahkan orang yang kini berdiri mematung mendengar setiap perkataannya yang kasar. "Ckk! Aku lupa, kalau memang dirimu tidak mempunyai harga diri jauh sebelum ini," ucapnya lagi dengan nada sindiran.


Deg!


"Kenapa kau cepat sekali berubah sikap kepadaku, Kha?" Tanya Shanaz dengan nada suara yang lirih. Seolah dirinya merasa tersakiti dengan perkataan yang dilontarkan oleh Arkha.


"Keluarlah! Aku sedang tidak ingin diganggu." Menghadapi permasalahan yang baru saja terjadi di perusahaan ini, di tambah dengan kedatangan wanita yang tidak ia inginkan. Semakin menambah Arkha ingin marah saja. Namun, ia sadar jika lawannya ini seorang wanita. Tidak mungkin ia berucap kasar lebih dari ini.


"Aku ke sini ingin kita kembali bersama, Kha. Aku tidak ingin hidup bersama Stevhano lagi. Ternyata aku hanya sebagai wanita keduanya," lirih Shanaz dengan nada suara tercekat. Menahan sesuatu yang ingin mengalir dari pelupuk matanya.

__ADS_1


Mendengar itu, Arkha sedikit terkesiap. Namun, cepat-cepat pria itu menjaga air mukanya agar tidak terlihat kaget. Semua itu karena tindakan Shanaz sendiri. Mungkin ini balasan untuk wanita itu yang telah menduakan cintanya, dulu.


"Tidak ada hubungannya denganku." Ketus Arkha menambah kesedihan di hati Shanaz.


Shanaz yakin, jika Arkha masih menyimpan namanya di hati pria itu. Maka dari itu ia memutuskan untuk datang ke sini, mengajak pria itu menjalin kasih dengannya lagi. Meskipun kemungkinan besar akan ditolak. Tetapi nyatanya apa yang ia lihat sekarang. Pria itu benar-benar telah menghapus perasaan cintanya kepada dirinya. Dan yang paling membuatnya sakit, saat tahu Arkha tergila-gila dengan wanita yang pernah Arkha ajak di pesta pernikahannya.


"Apakah tidak ada lagi kesempatan untukku berada di sisimu lagi, Kha?" Lirih Shanaz kembali. Dengan perut yang sedikit membuncit, wanita itu menatap memohon kepada Arkha yang tak sekalipun menatap dirinya.


Tidak bosan aku ingatkan, bagi kalian yang punya aplikasi in novel, dan penasaran sama cerita baru aku. Boleh lah tab love. Tapi jangan tanya lanjutannya kapan, karena masih nunggu kontrak turun dulu. Makasih aku ucapkan bagi kalian yang mau mendukung aku di sana juga. Tenang saja, aku nggak ninggalin kalian di sini kok. Aku tetap nulis di sini juga, karena ingat cicilanku pada Mas Erlangga belum lunas😥



__ADS_1


__ADS_2