
Setelah memutuskan untuk mengundurkan diri, keesokan harinya Kanaya menemui Keanu di sebuah taman. Sebelumnya dia sudah mengirim pesan terlebih dahulu pada Keanu, untuk bertemu di taman yang terletak tidak jauh dari restoran Ken-Ken.
Ternyata Kanaya datang lebih awal, dan menunggu Keanu di sebuah bangku yang ada di taman tersebut. Dengan memainkan ponsel miliknya, tanpa terasa Kanaya duduk di bangku taman tersebut sudah lima belas menit.
"Tidak biasanya dia telat begini," gumam Kanaya sambil melihat ke arah jam yang melingkar di tangan kirinya.
Ini pertama kali Keanu datang terlambat. Biasanya pria itu jika diajak ketemuan selalu tepat waktu. Malah lebih sering datang lebih dulu dari Kanaya.
Karena merasa khawatir, Kanaya memutuskan untuk menghubungi Keanu. Namun, sebelum panggilannya tersambung, ada sepasang tangan menutup matanya dari arah belakang. Kanaya bisa menebak siapa pemilik tangan tersebut.
"Kea, nggak lucu, tau!" ucap Kanaya seraya melepas tangan yang menutupi matanya.
"Kok tau, kalau ini aku?" tanya Keanu, lalu pria itu mendudukkan dirinya dengan sempurna di samping Kanaya.
"Kan memang aku sedang menunggu kedatanganmu dari tadi," balas Kanaya. "Tumben lama banget? Biasanya kamu yang datang lebih dulu jika kita ketemuan di luar seperti ini," protes Kanaya dengan wajah cemberut. Membuat Keanu semakin gemas dan memberanikan diri untuk menarik pipi chubby Kanaya.
__ADS_1
"Kenapa? Apa udah kangen?" goda Keanu semakin berani.
"Mana ada." Balas Kanaya.
"Ya ... siapa tau kamu kangen sama aku," Keanu masih tetap menggoda Kanaya. "Oh, ya. Tumben ngajak ketemuan lebih dulu. Ada apa? Lalu kenapa kok nggak masuk kerja? Udah sarapan belum?" Keanu memberondong berbagai pertanyaan kepada Kanaya.
"Iiihh ... bisa nggak sih, satu-satu nanyanya," kesal Kanaya sambil memukul pelan lengan Keanu.
"Bukan gitu, Kay. Tumben aja kamu bolos kerja dan malah ngajak aku ketemuan. Ada apa sebenarnya?" tanya Keanu begitu penasaran dan terlihat tidak sabar.
"Kay... ada apa? Bicaralah padaku jika ada masalah," bujuk Keanu dengan nada yang lembut. Bahkan lebih lembut pada saat Arkha mengungkapkan kata-kata manis tempo hari padanya.
"Maafkan aku, Kea," lirih Kanaya tidak berani menatap ke arah Keanu. Nyalinya cukup ciut sekarang ini.
Sebenarnya Kanaya tidak tega mengatakannya, akan tetapi dia juga tidak boleh bersikap egois. Tidak hanya satu pegawai saja yang dibuat iri olehnya, lebih dari itu.
__ADS_1
"Kay," panggil Keanu seraya memegang tangan Kanaya. Tercetak jelas raut khawatir di wajah Keanu. Bahkan saat ini Keanu duduk menghadap ke arah Kanaya, menatap wanita itu dengan lembut.
Melihat Keanu bersikap seperti itu terhadapnya, membuat Kanaya ingin segera menuntaskan apa maksud dari pertemuannya kali ini dengan Keanu.
"Aku ingin mengundurkan diri dari restoran, Kea," ucap Kanaya menatap lekat wajah Keanu.
Kaget? Sudah pasti. Keanu tidak pernah menyangka jika Kanaya akan mengatakan hal itu. Karena yang dia tahu, Kanaya sangat membutuhkan pekerjaan untuk menyambung hidupnya.
"Kenapa, Kay? Apa bekerja denganku membuatmu tidak nyaman?"
"Justru sebaliknya, Kea. Aku sangat nyaman kerja denganmu, hingga membuatku bersikap sesuka hati. Aku hanya tidak ingin egois dalam hal ini. Kamu yang selalu memperlakukan aku dengan begitu spesial, juga sikapku yang tidak professional saat bekerja. Itu semua telah menimbulkan rasa tidak nyaman bagi pegawai yang lain. Aku hanya tidak mau dibenci orang lain, Kea. Kalau memang keberadaanku membuat mereka tidak nyaman, aku pasti akan menjauh." Jelas Kanaya.
"Enggak, Kay. Aku tidak akan menyetujui kamu keluar dari restoranku." Putus Keanu.
Jangan lupa dukung cerita ini, ya😉
__ADS_1