Gadis Jebakan

Gadis Jebakan
Pingiiinnn....


__ADS_3

Kali ini Kanaya tidak bisa menikmati tidurnya, dikala ada orang yang tiba-tiba saja mengganggu tidur nyenyaknya tersebut. Karena kaget, setelah pikirannya kembali jernih, sontak Kanaya langsung membuka matanya dengan sempurna. Merasa ada yang meremas dirinya, reflek tangannya mendorong seseorang yang berani menerobos masuk ke dalam kamar apartemennya, dan terlebih lagi dengan lancang menyentuh dirinya.


"Aakhh!" Kanaya berhasil lepas dari pagutan orang itu. Tubuhnya bagian atas menajuh dari orang itu, namun tidak di bagian bawah. Karena lengan orang itu melingkar kuat di pinggangnya.


Matanya membola pada saat melihat siapa orang yang sedari tadi mengusik tidurnya. "Kau!" Pekik Kanaya tidak percaya.


Sedangkan Arkha mengulas senyumnya melihat reaksi Kanaya yang sangat menggemaskan di matanya. "Selamat malam, Sayang," sapa Arkha dengan menahan tawanya. Bisa-bisanya wanitanya ini sangat susah dibangunkan. Bagaimana jika tadi yang melakukan itu adalah pria lain. Arkha tak bisa membayangkannya.


"Iiihhh...! Kenapa nggak bilang kalau mau datang, sih!" Kesal Kanaya memukul Arkha. Melampiaskan kekesalannya pada pria itu.


Sedangkan Arkha hanya diam pasrah menerima semua kekesalan dari kekasihnya itu. Setelah dirasa puas, Arkha menangkap kedua tangan Kanaya lalu menariknya ke dalam dekapannya.


"Aku kangen banget, Sayang," ucap Arkha seraya memeluk erat tubuh Kanaya. "Sudah lama nggak bertemu, masa iya kamu cuman mau mukuli aku saja? Nggak ingin melakukan hal yang lain, gitu. Nyentuh yang lainnya juga boleh. Apalagi jika mau memperkosaku lagi. Aku akan dengan sangat pasrah menerimanya," sekian lama baru bertemu lagi, bukannya mengatakan hal yang romantis, tetapi malah berkata hal yang mesum seperti ini. Membuat Kanaya semakin geram saja.


Kanaya melayangkan cubitannya ke perut dan pinggang Arkha menggunakan kedua tangannya. "Bagaimana bisa kamu hanya memikirkan hal seperti itu tanpa memikirkan perasaanku?" Kanaya masih terus saja mencubit Arkha sembari melayangkan protesnya. "Lalu apa-apa an tadi? Cara kamu membangunkanku kenapa makai cara seperti itu? Dasar, mesuuumm...!!!" Dan puncak kekesalan wanita itu ialah memeluk erat tubuh kekasihnya yang telah lama ia rindukan.

__ADS_1


"Udah puas?" tanya Arkha membiarkan Kanaya memeluk dirinya.


"Kamu jahat!" Balas Kanaya.


"Iya, tapi kamu cinta,"


"Kamu nyebelin!"


"Tapi ngangenin juga, kan?" Dalam keadaan seperti ini pun Arkha tidak berhenti menggoda kekasihnya itu.


"Kamu mesuum!" protes Kanaya lagi.


"Tapi nggak seperti itu juga cara banguninnya," protesnya lagi. Kali ini dengan nada suara yang lirih. Pipinya tiba-tiba merona pada saat mengingat Arkha meremas bagian tubuh depannya.


Menyadari hal itu, lantas membuat Arkha ingin menggoda kekasihnya lebih lama lagi. Apalagi ia baru menyadari jika Kanaya saat ini menggunakan pakaian tidur yang sajgat tipis.

__ADS_1


"Jika aku tidak seperti itu, kamu tidak akan bangun-bangun, Sayang. Lagian juga, kamu yang telah menggodaku," sanggah Arkha seraya mendekatkan wajah mereka. Lalu entah siapa yang memulai lebih dulu. Mereka saling memagut, menyesap, serta menyalurkan rasa rindu mereka selama tidak bisa bertemu beberapa hari ini.


"Mmhhh...," tanpa sadar, Kanaya melenguh disaat tangan Arkha meremas pinggangnya.


"Sayang," panggil Arkha melepas pagutan mereka dengan terpaksa. Kanaya menatap mata Arkha dengan rona merah di pipinya. "Pingiiinn...," rengek Arkha dengan nada yang manja, serta menatap memohon pada Kanaya.


"Pingin apa?" Dengan polosnya Kanaya bertanya. Membuat Arkha menghembuskan napas dengan kasar.


Tidak ada cara lain selain menunjukkan kepada kekasihnya ini. Ia kira, setelah kejadian pada malam terindahnya bersama Kanaya, wanita ini mengerti semua hal. Ternyata anggapannya salah. Wanitanya ini tetaplah polos.


"Aku mau ini," tanpa Kanaya duga, Arkha langsung menyerang dirinya lagi. "Lalu ini," dari bibir, berpindah ke leher mulus Kanaya. Menyesapnya dengan kuat hingga meninggalkan bekas. "Terus ini," kali ini bibir nakalnya itu berpindah ke benda kenyal yang sebelumnya ia remas. Membuat tubuh Kanaya bergerak gusar.


Meskipun Arkha melakukannya diluar bajunya, namun tetap saja itu masih terasa. Karena kebiasaan tidur Kanaya selalu melepas kain pembungkus benda tersebut. Apalagi pada saat gigi Arkha menggigitbya kecil. Sungguh, membuat Kanaya merasa gelisah.


Setelah puas bermain dengan kedua benda itu, Arkha mengangkat wajahnya guna menatap intens mata Kanaya yang juga tengah menatap dirinya dengan tatapan yang memelas. Senyum seringai pun terbit di bibir pria ini.

__ADS_1


"Kemudian selanjutnya...,"


Hayoooo... jangan pada kotor🤭


__ADS_2