Gadis Jebakan

Gadis Jebakan
Perintah


__ADS_3

Mau tidak mau Arkha harus menunda keinginannya untuk segera pulang ke Indonesia. Dia akan memikirkan cara lain, agar bisa mengajak Kanaya bertemu dengan keluarganya secepatnya.


Sementara itu di sisi lain, Kanaya tengah sibuk mempersiapkan salah satu ruangan yang akan menjadi tempat pertemuan dengan pengusaha muda yang ingin menanam saham di restoran tempatnya bekerja.


Kanaya harus memastikan semuanya aman dan bersih. Karena ini salah satu tugasnya. Meski dia dulunya orang yang berada, akan tetaoi tidak membuat Kanaya kikuk dengan semua pekerjaan yang terbilang berat ini. Karena kedua orang tuanya semasa hidupnya, selalu mengajari Kanaya hidup dalam kesederhanaa. Bahkan mereka tidak memakai jasa maid.


Apalagi setelah sepeninggal mereka, hidup Kanaya terbilang lebih keras lagi. Tidak ada wakyu yang dia sia-siakan untuk mencari pundi-pundi dollar. Kalau bukan dirinya sendiri, lalu sipa lagi yang mau membiayai hidupnya. Itulah yang ada di pikiran Kanaya.


Baru setelah bertemu dengan Arkha akhir-akhir ini, hiduonya sedikit lebih ringan. Karena dia tidak memikirkan lagi hutang yang ditangguhkan kepadanya. Pria itu membayar lunas semua hutangnya, dengan syarat Kanaya harus tinggal bersama.

__ADS_1


Menurut Kanaya itu bukanlah hal yang besar jika dipikirkan lagi. Namun, yang masih mengganjal di dalam benaknya, ialah tentang kehamilan dirinya. Kanaya ragu jika ia hamil. Karena selama ini ia tidak merasakan gejala-gejala yang biasa di alami layaknya orang hamil.


Maka dari itu, Kanaya memutuskan untuk membeli alat test kehamilan setelah pulang kerja nanti. Tentu saja ia harus berhati-hati dalam melakukannya agar tidak ketahuan oleh Arkha. Jika sampai hal itu terjadi, maka Kanaya harus membayar uang denda sesuai apa yang tertera di isi kontrak. Karena sudah melakukan hal tanpa seijin Arkha terlebih dulu.


"Kay, apa kamu udah selesai?" tanya Keanu yang muncul dari balik pintu. Lalu berjalan mendekat di mana Kanaya berdiri.


"Tinggal sedikit lagi, Pak. Ada yang bisa saya bantu?" tanya Kanaya dengan bahasa formal kepada Keanu. Karena saat ini dia sedang bekerja sebagai bawahan, dan Keanu adalah atasan Kanaya.


Tentu saja membuat Kanaya shock. Dia hanya pegawai restoran biasa, kenapa harus menemani seorang general manager untuk datang di sebuah pertemuan penting seperti saat ini.

__ADS_1


"Bapak tidak salah orang? Saya? Saya, kan hanya pegawai biasa, Pak. Mana bisa saya menemani Bapak dipertemuan penting seperti ini," Kanaya tidak mau mengambil resiko akan mempermalukan Keanu dipertemuan nanti.


"Udah, kamu nurut aja. Anggap aja ini perintah dari atasanmu, dan kamu wajib melaksanakannya," putus Keanu. Kemudian ia memberikan bingkisan yang ada di tangannya kepada Kanaya. "Cepat, ganti bajumu." Setelah mengatakan itu, Keanu berlalu pergi meninggalkan Kanaya.


Melihat Keanu yang sudah keluar, Monica buru-buru menghampiri Kanaya yang masih membeku di tempatnya. Wanita itu nampak bingung. Antara ingin menurut atau tidak.


"Udah, turutin saja. Daripada nanti kamu di pecat gara-gara nggak nurut sama atasan. Meskipun kalian teman," saran Monica. Kanaya nampak mempertimbangkannya.


"Tapi, apa tidak apa-apa jika aku yang mendampingi Pak Keanu? Masalahnya, kan aku hanya pegawai biasa yang tidak memiliki kelebihan apapun," Kanaya masih tidak percaya diri.

__ADS_1


"Kamu punya kelebihan, Kay. Kamu pegawai paling cantik di sini. Pantas saja jika Bu Stevani benci banget padamu," ucap Monica diselingi gelak tawa. Dia sangat suka menggoda Kanaya di saat wanita itu sedang merasa bimbang.


"Mana ada. Jangan sampai dia dengar loh, Mon. Bisa-bisa aku dibuat campuran dimsum, ntar," balas Kanaya tanpa tahu ada seseorang yang memperhatikan sikap mereka.


__ADS_2