Gadis Jebakan

Gadis Jebakan
Posesif Akut


__ADS_3

Arkha tidak bisa menutupi kebahagiaannya setelah pernyataan dari sang istri jika dia sedang hamil. Arkha langsung membawa tubuh Kanaya yang hanya terbalut selimut tipis setelah mereka melakukan kegiatan bercinta yang panas baru saja, masuk ke dalam rumahnya. Lebih tepatnya dia membawa Kanaya menuju kamar mereka, lalu mandi bersama dan memakaikan Kanaya baju. Seolah istrinya itu seorang anak kecil.


Sampai-sampai Arkha tidak membiarkan Kanaya berjalan meskipun jaraknya begitu dekat. Hal itu membuat Kanaya semakin tidak nyaman dan kesal terhadap suaminya. Karena pergerakannya terbatasi oleh sikap posesif Arkha yang tiba-tiba saja kambuh dan malah lebih parah dari sebelumnya.


"Mas, aku ini sedang hamil. Bukan sedang sakit," protes Kanaya kepada Arkha.


"Kamu pingin apa, Sayang? Atau pingin aku bagaimana?" Arkha mengabaikan protes yang dilayangkan okeh Kanaya. Pria yang akan menjadi seorang ayah ini begitu antusias melayani istrinya yang baru diketahui sedang berbadan dua. Bahkan Arkha membatalkan rapat sore nanti, karena ingin menemani istrinya.

__ADS_1


"Oh, ya. Sudah berapa minggu usia dia sayang?" tanya Arkha lagi karena Kanaya tidak menjawab pertanyaan darinya. Arkha nampak begitu penasaran dengan janin yang ada di dalam rahim sang istri. Sudah ada napasnya kah? Sampai-sampai Arkha menempelkan telinganya di perut Kanaya. "Belum ada gerakannya ya, Sayang?" tanya Arkha yang tidak merasakan ada sesuatu di dalam perut Kanaya.


Kanaya terkikik geli melihat tingkah Arkha yang seperti ini. "Ini masih tujuh minggu, Mas. Belum ada detak jantungnya lah," balas Kanaya yang tidak berhenti tersenyum melihat suaminya yang tiba-tiba kehilangan kecerdasan.


"Ya aku kan nggak tau, Sayang." bela Arkha. "Oh, ya. Bagaimana kalau kita tunda saja pulang ke Indonesianya? kita menetap di sini sampai bayi ini lahir," usul Arkha.


Mereka memang sudah berencana ingin menetap di Indonesia. Namun, jika Kanaya sedang berbadan dia seperti ini maka Arkha memilih untuk kepulangannya. Ia tidak mau Kanaya sampai kenapa-napa nantinya.

__ADS_1


Arkha tidak menyangka jika istrinya ini lebih memilih untuk pulang ke Indonesia, daripada menetap di sini yang notabennya adalah tanah kelahiran dia.


"Apa kamu yakin Sayang?" tanya Arkha ulang. Ia ingin memastikan jika Kanaya memang mau pulang ke tanah airnya.


"Aku yakin, Mas. Lagian di sini banyak menyisakan luka, meskipun keluargaku masih tinggal di sini. Aku ingin memulai lembaran yang baru, di tempat yang baru juga. Tidak mau sampai anakku kelak tahu perihal masalah yang pernah kita alami di sini," ungkap Kanaya.


Benar juga apa yang dikatakan oleh Kanaya. Di negara ini mereka mempunyai kenangan yang manis dan juga buruk. Namun lebih banyak buruknya bagi Kanaya. Arkha juga tidak ingin jika anaknya nanti tahu kelakuan bejad nya di kota ini yang sampai pernah membunuh seseorang.

__ADS_1


"Baiklah kalau itu yang terbaik menurutmu. Kita akan pamit ke Kakek, meskipun itu agak sulit. Sebelum perutmu membesar dan akan sangat susah bergerak nantinya," ucap Arkha yang memutuskan untuk sesuai rencana awal mereka. Setelah urusannya selesai di sini, Arkha berencana akan langsung memboyong Kanaya ke Indonesia.


~Bersambung~


__ADS_2