
Orang itu masuk setelah melumpuhkan beberapa orang yang berajaga di luar apartemen Kanaya. Setelah itj masuk dengan kunci yang dipegang oleh salah satu pengelola gedung ini. Tentu saja, hal itu mudah dia lakukan karena orang itu cukup banyak membayar pengelola gedung ini. Uang bukanlah masalah bagi orang berperawakan tinggi, serta tumbuh rambut di rahanya yang cukup lebat. Terlihat orang ini sangatlah menyeramkan. Seperti seseorang pemimpin kelompok sebuah genk.
Orang itu membawa langkahnya semakin dekat dengan keberadaan Kanaya saat ini. Bibir pria itu terangkat ke atas, mengulas sebuah senyuman seringai yang sangat menakutkan bagi siapa saja yang melihatnya. Bahkan mungkin jika Kanaya melihat seringai bibir pria itu, pasti akan langsung menjerit dengan suara yang lantang.
"Apa kau sedang sibuk, Sayang?" Tanya orang itu dengan suara boritonnya. Membuat Kanaya langsung terkesiap kaget mendengar suara seseorang yang sangat dia kenal.
__ADS_1
Kanaya langsung membalikkan tubuhnya, lalu segera melangkah mundur seiring pria itu melangkah maju mendekat pada dirinya.
"Apa yang kamu lakukan di sini?" Tanya Kanaya setengah berteriak pada orang itu. Ada nada gemetar dari suaranya yang keluar. Tidak menutup kemungkinan jika Kanya merasa sangat takut dengan pria itu. Karena pria itulah, dirinya hampir kehilangan nyawanya.
Ya! Pria yang menyelinap masuk itu adalah Aldirck, mantan kekasih Kanaya yang menggerogoti semua tabungan yang dimiliki oleh Kanaya. Aldirck nampak tersenyum melihat Kanaya yang ketakutan seperti itu. Ekspresi ketakutan wajah wanita yang pernah menjalin kasih dengannya dulu, merupakan suatu hiburan bagi Aldirck.
__ADS_1
Aldirck langsung mengunci tubuh Kanaya yang ia dorong hingga terbentue dinding di belakang Kanaya. Mengangkat kedua tangan Kanaya ke atas kepala wanita itu sendiri. Hal ini membuat Kanaya takut tak terkira.
"Kenapa menatapku seperti itu, Sayang? Bukankah kau masih mencintaiku?" Aldirck mengarahkan jemarinya lalu menyentuh dagu Kanaya. Agar wanita itu tepat menghadap ke arahnya. Lalu kemudian mengusap dengan lembut bibir Kanaya yang sedikit terbuka. "Apakah rasa bibir ini masihlah sama?" Tanya Aldirck seraya memajukan wajahnya. Berniat ingin merasakan bibir mantan kekasihnya yang sudah lama tidak dia rasakan. Apalagi sekarang bibir Kanaya terlihat lebih menggoda, dan menggugah seleranya. Maka hal selanjutnya yang Aldirck lakukan ialah mempertemukan bibir mereka.
Aldirck menyesapnya dengan penuh minat. Merasakan sensasi rasa yang disuguhkan oleh bibir wanita yang berada di dalam kungkungan dirinya saat ini. Rasanya lebih nikmat daripada saat dulu dirinya masih dengan leluasa menikmatinya.
__ADS_1
Sedangkan Kanaya tidak berdiam diri begitu saja. Ia memberontak sekuat tenaga, meskipun ia tahu perbandingan kekuatan di antara mereka sangatlah signiftikan. Tangan Kanaya yang berhasil lepas dari kuncian Aldirck, meraih apa saja yang bisa ia raih. Tubuhnya juga ikutan memberontak. Hingga pada saat puncaknya, Aldirck dengan sengaja menyusupkan jemari tangannya yang lain ke dalam pahaa Kanaya. Mengangkat rok yang sedang dikenakan oleh wanita yang sedang ia nikmati itu. Sembari tidak melepaskan pagutan bibir mereka, meskipun berkali-kali Kanaya menggigit bibir serta lidah milik Aldirck. Tak sedikit pun pria itu bergeming dari posisinya.
"Aku hanya ingin mengambil bagianku yang tertunda," bisik Aldirck tepat di sebelah telinga Kanaya. Kemudin pria itu menyesap permukaan kulit leher Kanaya dengan sangat kencang. hingga meninggalkan bekas. Mengulang kegiatan itu lalu beralih ke bawah. Serta tangannya yang masuk semakin dalam lagi.