Gadis Jebakan

Gadis Jebakan
Dari Mana Saja?


__ADS_3

Di sisi lain, Kanaya baru sampai di apartemen milik Arkha. Kanaya pulang tidak diantar oleh Keanu, karena Kanaya tidak bilang yang sesungguhnya pada Keanu, jika dirinya sekarang tinggal bersama Arkha.


Karena tidak memiliki kunci cadangan apartemen Arkha, maka Kanaya menunggu kedatangan Arkha di lobby. Sambil menikmati ice cream yang baru saja ia beli, Kanaya menelisik setiap orang yang lewat di sekitarnya. Berharap jika tuan penculiknya itu pulang cepat. Mau menghubunginya, juga tidak bisa. Karena batrei ponselnya habis.


"Sampai kapan aku harus menunggunya pulang? Aku udah capek, dari tadi jalan mulu," keluh Kanaya sembari memijat kakinya yang terasa pegal semua.


Di saat Kanaya sedang membungkuk dan memijat kakinya, ada sebuah tangan yang mengulur ke arahnya. Tangan itu ikut membantunya memijat kakinya yang terasa pegal. Lalu Kanaya mengangkat wajahnya, melihat siapa orang yang tengah membatunya saat ini.


"Dari mana saja? Sampai bengkak begini?" Tanya Arkha tanpa menatap Kanaya. Tangannya fokus memijat kaki Kanaya yang ternyata sedikit membengkak. Arkha memijatnya dengan gerakan lembut dan penuh kehatian. Takut jika Kanaya merasa sakit, akibat pijatannya yang terlalu keras.

__ADS_1


Kanaya memperhatikan setiap gerakan Arkha. Wanita itu tidak percaya jika Arkha bisa bersikap lembut seperti saat ini kepadanya. Karena penasaran, kemudian Kanaya memberanikan diri untuk menyentuh kening Arkha denganemempelkan punggung telapak tangannya.


"Nggak panas," ucap Kanaya tiba-tiba, sambil menyentuh kening Arkha. Membuat Arkha mengalihkan tatapannya pada Kanaya. "Di sini juga nggak panas," tangan Kanaya berpindah ke leher Arkha.


Sementara itu, Arkha menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan oleh Kanaya. Hingga Kanaya menarik tangannya perlahan dari leher Arkha. Namun, gerakan tangan Kanaya terhenti, disaat Arkha mencekalnya.


Ditatap seperti itu oleh Arkha, tetapi sikap dia yang begitu lembut, membuat Kanaya bingung sendiri. Bagian mana diri Arkha yang sebenarnya. Pria ini cepat sekali berubah-ubah sikapnya terhadap dirinya.


"Ah, maaf. Aku lupa mengabarimu tadi, karena mendadak Keanu ngajak aku nonton setelah belanja tadi." Jelas Kanaya. Dia merasa tidak enak pada Arkha. Karena Arkha yang lebih dulu membuat janji dengannya.

__ADS_1


Kemudian Arkha menaruh telapak tangan Kanaya di pipinya. Mengecup sedikit lebuh lama, lalu ia tempelkan kembali ke pipinya. Berusaha meredam amarahnya pada Keanu. Tidak mungkin Arkha bilang terus terang saat ini pada Kanaya, jika dirinya cemburu hanya karena mendengar Kanaya pergi nonton dengan Keanu. Sedangkan dirinya tadi rela melewatkan makan siangnya, untuk mencari Kanaya.


"Kak, apa yang kamu lakukan?" Tentu saja Kanaya kaget dengan tindakan Arkha yang tiba-tiba seperti itu kepadanya. Sungguh itu diluar perkiraan Kanaya.


"Lain kali hubungi aku terlebih dulu, jika kamu bepergian dengan orang lain. Aku juga sudah mengatakan padamu, untuk tidak berinteraksi dengan pria lain selain aku." Arkha menatap tajam ke arah Kanaya. Membuat Kanaya semakin bingung dengan Arkha. Sebentar lembut, sebentar lagi dingin.


Setelah mengucapkan kalimat itu, tanpa meminta ijin terlebih dulu pada Kanaya, Arkha berdiri untuk kemudian mengangkat tubuh Kanaya ke dalam gendongannya. Hingga wanita itu memekik kaget, lalu dengan reflek mengalungkan lengannya ke leher Arkha.


"Berteriaklah lebih keras lagi, jika ingin semua orang memperhatikan kita," ucap Arkha sambil melangkah menuju lift. Sudut bibirnya terangkat membentuk sebuah senyuman. Sedangkan Kanaya, semakin menyembunyikan wajahnya di dadaa Arkha. Sangat malu jika diperhatikan dengan posisi seperti ini. Tentu saja Arkha menang banyak, setelah dibuat kalang kabut oleh wanita ini.

__ADS_1


__ADS_2