Gadis Jebakan

Gadis Jebakan
Waktu Jeda


__ADS_3

Tentu saja pria itu tidak akan pernah menyetujuinya. Karena jika memang Kanaya tidak bekerja di restorannya, maka tidak ada lagi kesempatan untuknya bertemu dengan Kanaya setiap hari.


"Maaf, Kea. Keputusanku sudah bulat. Aku hanya tidak mau egois dalam hal ini," ucap Kanaya setelah itu dia beranjak dari duduknya. Namun, tangannya ditahan oleh Keanu pada saat dirinya akn melangkahkan kakinya pergi dari sana.


"Kamu egois, Kay," ucap Keanu membuat Kanaya menoleh kepadanya. "Apa kamu selama ini tidak sadar dengan perasaanku padamu? Atau kamu hanya pura-pura tidak peduli?" Keanu menatap lekat netra kehijauan milik Kanaya. Kemudian ptia itu berdiri dengan tetap tidak mengendurkan genggaman tangannya pada Kanaya.


Pernyataan Keanu barusan berhasil membuat Kanaya kaget bukan main. Pasalnya selama ini pria itu tidak pernah bersikap melebihi batas dari layaknya seorang teman.


"Apa maksud dari perkataanmu, Kea?" tanya Kanaya bingung. Dia benar-benar tidak mengerti dengan ucapan yang dilontarkan Keanu kepadanya.

__ADS_1


Keanu menarik napas dalam. Bagaimana bisa wanita ini tidak menyadari perasaannya, padahal selama ini sudah jelas sikap yang ia tampilkan pada Kanaya.


"Aku menyukaimu, Kay. Bahkan pada saat kamu masih menjalin hubungan dengan Aldirck!" Jelas Keanu menatap dalam wajah Kanaya yang kini nampak kebingungan.


"Ma-maksud kamu, kamu meyukaiku? Selama itu?" Kanaya melepas tangannya dari Keanu, mundur dua langkah guna mencerna kenyataan yang baru saja ia dapati. "Kamu tidak sedang bercanda, kan Kea?" Kanaya masib belum percaya dengan perasaan Keanu terhadapnya.


"Aku serius, Kay. Aku memang menyukaimu sedari dulu," Keanu melangkah maju, mendekati wanita yang sekarang ini menjauh darinya.


Cukup disayangkan jika memang benar nyatanya Keanu menyukai dirinya. Karena ia pasti akan menjauhi Keanu. Semua itu Kanaya lakukan karena tidak ingin melukai perasaan orang yang sudah berjasa di dalam hidupnya. Kegagalan dalam menjalin hubungan dengan seorang pria sebelumnya, membuat Kanaya menutup rapat hatinya. Sakit hati yang dia rasakan, masih melekat dalam di hatinya. Kanaya belum siap jika menerima perasaan baru lagi. Terlebih itu perasaan Keanu. Orang yang paling dia hormati, dan sayangi. Dalam hal batas teman.

__ADS_1


"Tapi perasaan tidak bisa dipaksa, Kay. Begitu juga dengan rasa sukaku padamu. Aku dengan tulus menyukaimu. Aku berjanji tidam akan menuntut, maupun meyakitimu. Seperti apa yang telah pria brengsek utu lakukan kepadamu." Keanu mencoba meyakinkan Kanaya bahwa dirinya tidaklah sama dengan Aldirck. Pria kurang ajar yang hanya memanfaatkan Kanaya selama mereka menjalin hubungan.


"Enggak, itu tetap nggak bisa, Kea. Aku nggak bisa menerima perasaanmu. Maaf." setelah mengatakan itu, Kanaya beringsut menjauh dati hadapan Keanu.


Seperti apa yang dikatakan oleh Keanu. Bahwa perasaan tidak bisa dipaksa. Dirinya juga tidak bisa menerima perasaan Keanu, karena memang Kanaya menganggap Keanu sudah seperti bagian dari keluarganya sendiri. Kebaikan pria itu tidak akan pernah bisa Kanaya lupakan, meski sekarang dengan terpaksa Kanaya harus menjauh dari Keanu. Pria itu pantas mendapatkan yang lebih baik darinya.


Kanaya masih belum percaya, jika selama ini pria itu memendam rasa kepadanya. Ia pikir, kebaikan yang diberikan Keanu adalah rasa simpatik pria itu.


"Maafkan aku, Kea. Maafkan aku," lirih Kanaya sembari mempercepat langkahnya.

__ADS_1


Inilah yang ia takutkan. Jika sampai Keanu memiliki rasa kepadanya. Maka dirinya yang akan menjauh, demi hubungan pertemanan mereka tetap terjalin, meskipun membutuhkan waktu jeda untuk menerima semua ini kembali.


__ADS_2