Gadis Jebakan

Gadis Jebakan
Apa Tidak Apa-apa?


__ADS_3

Hari ini Arkha ada pertemuan penting dengan Ursulla. Sebenarnya dirinya sangat malas untuk bertemu dengan wanita itu. Karena semenjak mereka melakukan hubungan simbiosi, wanita itu berubah sikap terhadapnya. Menjadi lebih manja dan suka sekali menempel pada dirinya. Membuat Arkha sangat risih.


"Hai, Sayang. Apa tidurmu nyenyak semalam?" sapa Ursulla dengan genitnya berjalan menuju di mana Arkha berdiri.


Saat ini mereka sudah ada di ruang rapat. Tidak hanya ada mereka berdua saja di ruangan ini. Ada juga beberapa para petinggi perusahaan yang juga akan mendiskusikan permasalahan yang terjadi pada perusahaan saat ini.


Karena yang mereka tahu, sampai saat ini mereka belum menemukan model yang cocok. Sementara Lena Smith sudah tidak bisa diharapkan lagi. Karena tiba-tiba saja wanita itu pergi keluar kota yang entah mereka tidak tahu di mana tempat pastinya.


"Jaga sikapmu, Sulla." geram Arkha pada saat Ursulla ingin memeluk dirinya dihadapan para dilegasi perusahaan. Tentu saja Arkha akan menolaknya dengan sangat tegas. Karena memang dirinya tidak sudi untuk disentuh oleh wanita itu.

__ADS_1


Melihat penolakan dari Arkha membuat Ursulla kesal di tempatnya. Lagi-lagi pria ini tak tersentuh olehnya. Mekipun ia tahu hubungannya saat ini yang sedang ia jalin bersama Arkha hanya rekayasa semata, namun Ursulla rupanya mengharapkan hal yang lebih dari hubungan barter ini.


Sedang Arkha memang dengan sengaja bersikap seperti itu. Agar wanita itu tahu sampai mana batasan-batasan yang harus dia patuhi. Meskipun Ursulla saat ini penolongnya, namun jik wanita itu menarik semua investasinya maka Arkha tak masalah. Karena Gladio dengan senang hati akan menolong pemuda licik ini.


Tidak mau membuang waktunya, Arkha segera memulai inti dari pertemuan ini. Karena memang dirinya sudah tidak sabar lagi untuk mempertemukan Kanaya dengan Gladio. Dengan bertemunya mereka, maka langkah untuk menikahi Kanaya akan semakin cepat.


"Aku tidak setuju jika modelnya adalah dia!" Protes Ursulla pada saat sedang membahas model yang akan mereka palai untuk peluncuran produk terbaru dari perusahaan Elajar Corp.


"Dia terlalu genit. Aku tidak setuju jika wanita itu yang akan menjadi pasangan Arkha. Kenapa kalian tidak memilihku saja untuk model wanitanya?" Tawar Ursulla yang selalu ambisius untuk menjadi pasangan Arkha dalam keadaan apapun.

__ADS_1


Dipertemuan ini, Arkha menawarkan diri sebagai model prianya. Tentu saja tidak akan ada yang menolak, karena memang wajah Arkha sangat mendukung. Apalagi garis keturunan orang Asia sangat kentara di wajah Arkha. Membuat daya tarik dari pria muda itu bertambah.


"Sayang, kenapa bukan aku saja yang menjadi modelnya? Toh chemistry diantara kita sudah tidak perlu diragukan lagi," dengan sikap manjanya Ursulla menghampiri Arkha yang duduk di paling ujung. Tanpa malu wanita itu langsung memeluk lengan Arkha dihadapan semua petinggi perusahaa yang hadir di ruangan itu.


"Sulla, jaga sikapmu!" Bentak Arkha. Ia sudah tidak tahan lagi dengan sikap wanita ini.


Melihat Arkha yang membentak Ursulla seperti itu di depan para petinggi perusahaan yang hadir, Joshep hanya bisa memijat pelipisnya. Pasti sebentar lagi akan ada perang dunia ke lima. Batin Joshep. Karena ia juga tahu kalau memang Arkha tidak menyukai saat berada di samping wanita itu. Apalagai kemarin Gladio dengan begitu mudahnya mengatakan kalau akan membantu mereka keluar dari situasi semacam ini.


"Sayang, kamu membentakku di depan mereka?" Lirih Ursulla menatap Arkha dengan mata yang berkaca-kaca.

__ADS_1


"Kamu sendiri yang tidak bisa menjaga sikap. Tolong pisahkan urusan personal dan pekerjaan. Profesional lah sedikit," ingat Arkha dengan nada yang datar. Membuat Ursulla tidak tahan menahan rasa sakit di hatinya. Kemudian Ursulla memutuskan keluar dari ruangan itu terlebih dulu tanpa memgucap sepatah kata pun kepada Arkha.


"Apa tidak apa-apa anda bersikap seperti itu?" Bisik Joshep setelah Ursulla melenggang pergi dari ruangan rapat.


__ADS_2