Gadis Jebakan

Gadis Jebakan
Mencarinya


__ADS_3

Arkha mengemudikan mobilnya dengan kecepatan penuh. Dia ingin segera sampai di restoran tempat kerja Kanaya, sebelum jam makan siang. Arkha sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Kanaya. Setelah mengatakan rencananya tadi pada Joshep, Arkha bertekad akan membawa Kanaya pulang ke tanah air, setelah urusannya di sini selesai.


Dua puluh menit Arkha melajukan mobilnya di jalanan kota LA. Panasnya terik matahari tidak menyurutkan niatan Arkha untuk menjemput wanita yang kini berhasil merebut sebagian besar perhatiannya. Arkha tidak menyangka, kalau dirinya bisa melupakan Shanaz secepat ini. Maka dari itu, sebelum semuanya terlambat, Arkha jngin mengambil tindakan yang benar menurutnya.


Akan tetapi, nampaknya langkah yang akan Arkha tempuh cukup berat untuknya. Karena wanita itu tidak mempunyai rasa ketertarikan terhadapnya sedikitpun. Bahkan, wanita itu selalu menentang apa yang dikatakan Arkha kepadanya.


Mobil sports itu terparkir dengan sempurna di depan restoran milik Keanu. Arkha turun dari mobil lalu melangkah masuk ke dalam restoran. Suasana restoran begitu ramai, penuh dengan orang yang tengah makan siang.


"Di mana Kanaya?" Tanya Arkha pada salah satu pegawai restoran. Orang itu berhenti seketika.

__ADS_1


"Dia belum kembali dari pagi tadi, Tuan." Jawab pegawai itu. Kemudian pegawai itu melanjutkan aktifitasnya yang sangat sibuk, meninggalkan berbagai pertanyaan lagi di dalam benak Arkha.


"Kemana wanita ceroboh itu?" Tanya Arkha pada dirinya sendiri. Lalu mengingat kembali percakapannya dengan Kanaya sebelum mereka berangkat kerja tadi pagi. Arkha ingat, jika Kanaya mengatakan kalau dia akan belanja stok bahan masakan untuk restoran ini.


Arkha segera bergegas setelah mengingat dengan siapa Kanaya pergi. Dia tidak ingin mengambil resiko akan kehilangan wanita itu. Mengingat pertikaiannya terakhir kali dengan Keanu.


"Aargghh! Awas saja jika terjadi sesuatu dengan Kanaya. Aku tidak akan melepasmu, Kea!" Teriak Arkha di dalam mobil sambil memukul setir mobil.


Bukan tanpa alasan Arkha mengumpat Keanu seperti itu. Dia tahu betul tabiat sahabatnya tersebut. Ini negara yang bebas akan pergaulan. Laki-laki dan wanita berduaan di dalam satu ruangan itu sudah biasa. Bahkan, mempunyai anak di luar nikah itu sudah menjadi hal yang sangat lumrah di sini. Banyak juga yang tinggal bersama tanpa adanya ikatan pernikahan.

__ADS_1


Dia tidak bisa membayangkan, jika hal itu akan terjadi pada Kanaya. Hatinya sudah terpikat oleh wanita itu. Apapun yang terjadi nantinya, Arkha harus bisa membawa Kanaya kembali padanya.


Setelah sampai di tempat yang dituju, Arkha segera berlari masuk ke dalam. Bermodalkan nekat, Arkha berlari ke berbagai arah menurut felling-nya. Karena percuma saja menghubungi mereka. Hasilnya akan tetap saja.


Dua puluh menit lamanya Arkha berlari tanpa tujuan. Hingga napasnya tersengal-sengal. Namun, tidak menyurutkan niatnya untuk menemukan Kanaya. Arkha sudah mencarinya di bagian bahan masakan, tetapi hasilnya tetap nihil. Lalu Arkha ber-inisiatif mencarinya di lantai atas. Tepatnya di bagian pakaian. Entah kenapa, Arkha yakin kalau Kanaya ada di lantai atas.


Sesampainya di lantai atas, Arkha kembali mengitari setiap stand yang ada. "Sebenarnya di mana kamu, Nay?" Arkha tidak tahu lagi harus mencari Kanaya di mana lagi. Sudah hampir satu jam dia mencari wanita itu. Akan tetapi belum juga ketemu.


Akhirnya Arkha memutuskan untuk kembali, dan menunggu Kanaya di apartemen. Dia bisa menyakan nanti jika Kanaya pulang. Yang bisa Arkha lakukan sekarang, ia berharap Kanaya baik-baik saja. Tidak seperti apa yang ia pikirkan.

__ADS_1


__ADS_2