Gadis Jebakan

Gadis Jebakan
Bukan Urusanmu!


__ADS_3

"Ada syarat yang harus kamu penuhi," aahut Ura tanpa basa-basi dan tersenyum penuh arti. Awbentar lagi, Arkha akan menajdi miliknya. Apalagi jika pria itu mau memenuhi keinginannya. Akan lebih membahagiakan sekali hidupnya.


Arkha sudah memprekdiksikan ini sebelumnya. Wanita ini memang bersengkongkol dengan lawannya untuk bisa menyudutkan dirinya. Memejamkan matanya sejenak, memikirkan wajah kekasihnya yang selalu tersenyum kepadanya membuat Arkha yakin dengan pilihannya kali ini.


"Sebutkan saja," balas Arkha. Ia tahu jika percakapan mereka sekarang tengah di rekam oleh wanita yang kini duduk di hadapannya. Ia bukanlah pria bodoh yang tak mempersiapkan semunya sebelum bertempur. Arkha pun juga sama, merekam percakapan mereka.


Ursulla tersenyum penuh kemenangan. Akhirnya dirinya akan mendapatkan lelaki yang selama ini ia sukai. Tidak rugi juga bekerja sama dengan Keanu, pikirnya. Memanfaatkan keadaan Arkha saat ini, memang terlihat sangat kejam. Namun, demi mendapatkan pria itu apapun akan Ursulla lakukan.


"Jadilah kekasihku, dan umumkan pada publik. Maka aku akan membantumu menginvestasikan sebagian apa yang aku punya ke perusahaanmu," ucap Ursulla dengan tersenyum miring. Terlihat begitu menjijikkan di mata Arkha. Akan tetapi mau bagaimana lagi, demi bisa mengecoh lawannya. Arkha harus mengikuti permainan mereka. Jika waktunya tiba, ia akan menyerang tanpa ampun.

__ADS_1


"Tak masalah, asal perusahaanku terselamatkan," jawab Arkha dengan nada tenang, dan berusaha menajaga air mukanya agar tidak terlihat jika dirinya sangat muak dengan wanita yang ada di hadapannya ini.


Bibir Ursulla semakin mengulas senyum. Hidupnya sekarang terasa begitu bahagia, karena sudah berhasil mendapatkan apa yang ia inginkan dengan cara yang sangat mudah seperti ini. Kemudian wanita itu berdiri, berniat berpindah tempat ke sisi Arkha. Namun, sebelum itu ada seseorang yang datang mengganggu kesenangan dirinya sekarang ini. Membuat Ursulla semakin jengkel kepada orang itu.


"Wah ... wah ... ada yang baru jadian, nih?" Ucap pria itu tanpa sungkan mendudukkan tubuhnya di sebelah Arkha.


Tangan Arkha mengepal di bawah sana. Jika tidak demi mengikuti rencana mereka, sudah pasti ia melayangkan tinjunya ke arah pria yang kini tengah menatapnya dengan senyuman mengejek.


"Ngqpain kamu di sini? Ganggu orang saja!" Terlihat jelas jika wanita itu tidak suka dengan kedatangan seorang pria yang baru saja ikut bergabung dengan mereka.

__ADS_1


Sedangkan pria itu tersenyum mendengar kalimat Ursulla yng sarkas kepadanya. "Aku hanya kebetulan lewat, dan tidak sengaja mendengar kalau kalian saat ini telah menjalin kasih. Sebagai sahabat yang baik bagi kalian, aku mengucapkan dengan sangat tulus kalau aku ikut merasa senang," elak pria itu. Nyatanya semua ini adalah rencana darinya.


Pria itu, kemudian beralih menatap Arkha yang hanya diam saja tidak menanggapi perkataan dirinya. "Lalu bagaimana dengan kekasihmu itu, Kha? Apa kalian sudah putus?" tanya Keanu sok perhatian.


Semenjak kejadian Arkha membawa Kanaya untuk tinggal dengannya, dan juga pada saat mengetahui Kanaya mengundurkan diri dari restorannya. Membuat Keanu sangat benci kepada Arkha. Sahabatnya ini selalu saja mendapatkan apa yang dia inginkan dengan begitu mudah. Tanpa bersusah payah seperti dirinya.


"Bukan urusanmu!" ketus Arkha. Cukup malas sekarang meladeni Keanu. Bisa-bisa dirinya tidak dapat menahan dirinya lagi.


"Haha ... kalau begitu, boleh dong aku menghiburnya. Pasti dia akan merasakan sakit hati lagi, jika sampai kamu mempublishkan hubungan kalian ini," cibir Keanu dengan senyuman tertahan.

__ADS_1


Akhirnya, setelah menghasut beberapa orang, dirinya mempunyai kesempatan untuk memiliki Kanaya. Kini tugasnya tinggal mencari keberadaan Kanaya yang tiba-tiba saja menghilang dari kota ini. Ia yakin, jika Arkha menyembunyikan keberadaan Kanaya darinya.


Maaf, baru bisa up. Karena ada sedikit kendala😁


__ADS_2