Gadis Jebakan

Gadis Jebakan
Perasaan Hangat


__ADS_3

Setelah sesi perkenalan, yang ternyata tidak semenyeramkan seperti apa yang ada di bayangan Kanaya. Ternyata kuarga Akha merupakan keluarga yang hangat dan humoris. Tentu saja selama sesi perkenalan itu Arkha menjadi translatornya. Sehingga membuat Kanaya tahu, karakter dari kedua orang tua Arkha. Mereka juga tidak pernah melunturkan senyuman mereka kepada Kanaya. Hal itu membuat Kanaya merasa seperti memliki keluarganya kembali. Perasaan hangat menyeruak begitu saja di dalam hatinya.


"Apa Mama akan pulang hari ini juga?" tanya Kanaya pada Arkha dan diangguki oleh pria itu. "Tidak bisakah mereka tinggal di sini bersamaku lebih lama lagi?" Lanjutnya lagi dengan wajah yang sedih. Seolah tidak rela jika Dina dan Arjun pulang ke Surabaya, sore nanti.


Arkha megulas senyumnya ke arah wanita yang kini menjadi kekasihnya. Lalu meraih tangan wanita itu yang tengah memegang gelas berisi teh hijau yang terletak di atas meja. Mereka saat ini berada di balkon rumah orang tua Arkha. Menikmati siang menjelang sore sembari menunggu orang tua Arkha bersiap-siap.


"Kenapa? Apa kamu menyukai mereka? Ingin tinggal bersama mereka?" Arlha mencecar berbagai macam pertanyaan kepada Kanaya. Jari jemarinya tidak henti mengusap lembut punggung tangan Kanaya yang berada di genggamannya sekarang ini.


"Aku menyukai mereka. Bolehkah aku tinggal bersama mereka di Surabaya saja?" tanya Kanaya begitu antusias sembari menatap Arkha dengan tatapan memohon.

__ADS_1


Tinggal bersama kedua orang tua pria yang kini menjadi kekasihnya itu sepertinya akan sangat menyenangkan. Apalagi dirinya tidak akan sendirian. Dia juga bisa membantu orang tua Arkha mengelola toko roti mereka.


Karena gemas melihat tatapan Kanaya yang seperti anak kecil, lantas membuat tangan Arkha tidak tahan jika tidak mencubit hidung mancung wanita bule yang kini cemberut, karena ulahnya.


"Tunggu aku dipindahkan ke sana dulu. Baru kamu boleh tinggal bersama mereka. Tapi tentu saja ada syarat yang harus kamu penuhi," terang Arkha dengan seringai terbit di bibirnya. Serta tatapannya yang menggoda Kanaya, membuat wanita itu langsung melayangkan pukulannya kepada lengan Arkha.


"Aku sudah kenyang kamu modusin mulu," kesal Kanaya seolah hapal betul tabiat pria yang kini terkekeh karena tingkahnya.


Cinta memang tidak bisa dipaksakan kepada siapa ia berlabuh. Seperti halnya untuk Kanaya. Meskipun Arkha sudah bersikap lembut kepadanya, bahkan memprioritaskan dirinya, namun tetap saja. Ia belum bisa mencintai Arkha. Hanya saja merasa nyaman berada di dekat pria itu.

__ADS_1


"Jangan mulai, deh." Kanaya terlalu jengah selalu dirayu oleh pria yang kini berpindah duduk tepat di sampingnya.


Tentu saja Kanaya tidak bisa berpindah tempat, karena pria ini mengunci aksenya untuk keluar. Dan apa yang dilakukan pria gombal ini? Arkha semakin menggeser duduknya hingga Kanaya menempel ke dinding. Membuat wanita itu kesal bukan main.


"Iiihhh ... sanaan! Kamu jangan gila! Ini tempat terbuka," Kanaya tak habis pikir dengan pikiran pria ini.


Bagaimana bisa melakukan hal seperti ini, di saat mereka ada di tempat terbuka. Meski di balkon, bisa saja merka dilihat oleh tetangga yang sering kali berubah menjadi kamera cctv yang paling ampuh.


"Aku memang sudah gila, di saat bertemu denganmu," bisik Arkha dengan nada suara yang serak. "Apalagi setelah kamu perkosa aku. Bikin pingin lagi," ungkap Arkha dengan tatapan memohon, serta mata dikedip-kedipkan beberapa kali. Jangan lupakan bibir Arkha yang sengaja dibuat cemberut. Begitu terlihat lucu di mata Kanaya.

__ADS_1


Bukannya kesal ataupun marah, Kanaya malah terlihat malu saat Arkha mengingatkan kejadian pada malam itu. Hal yang paling gila, yang pernah Kanaya ambil. Bisa-bisanya dirinya memgambil sikap yang sangat murahan seperti itu. Hal yang paling ia jaga selama ini, malah dengan mudahnya ia berikan kepada pria yang tidak ia cintai. Belum, mungkin.


"Udah, ah. Jangan bahas masalah itu," pinta Kanaya seraya memalingkan wajahnya dari Arkha. Pipinya terlihat sangat merona kali ini. Membuat Arkha semakin semangat untuk menggoda wanitanya.


__ADS_2