
Cukup berat bagi Arkha meninggalkan Kanaya di sini sendirian, meskipun hanya sebentar saja. Setelah berbicara dengan Kanaya kemarin, dan wanita itu bilang dia akan baik-baik saja di sini. Arkha memutuskan untuk segera bertolak ke kota LA. Ia tidak ingin menunda lagi untuk menyelesaikan masalah yang menyangkut dirinya.
Namun, sebelum itu Arkha ingin menghabiskan waktu seharian bersama Kanaya. Mengajak wanita bule itu hanya untuk sekedar berkeliling kota ini. Yang terpenting baginya sekarang ialah menjalin hubungannya dengan Kanaya agar lebih dekat lagi. Karena sudah berbagai cara Arkha lakukan, wanita bule itu tetap belum juga lukuh kepadanya.
Arkha ingin membuat Kanaya terbiasa akan kehadiran dirinya, serta membuat wanita itu terus bergantung dengannya. Dengan begitu wanita itu tidak akan pernah pergi lagi darinya. Itulah haraoannya satu-satunya saat ini. Serta akan segera menyelesaikan permasalahan yang sedang wanitanya itu hadapi.
Mempunyai keluarga, tetapi seperti tidak mempunyai siapa-siapa di dunia ini merupakan hal yang paling menyesakkan. Maka dari itu, setelah berpuas diri berkeliling dengan Kanaya. Arkh mengajak Kanaya duduk bersanti di ruang tengah rumah orang tuanya yang kini ditempati oleh Kanaya. Dan rumahnya itu terletak di sebelah rumahnya sendiri.
"Sayang, kesinilah sebentar," pinta Arkha pada saat Kanaya lewat di depannya dan menaruh camilan di ataa meja. Lantas Kanaya duduk di sebelah pria itu.
__ADS_1
"Ada apa? Kamu nggak capek? Seharian kita, kan keliling terus. Dan kamu mengemudi sendiri tanpa mau aku gantiin," ujar Kanaya yang memulai memijit lengan Arkha. Hal itu tidak luput dari perhatian Arkha. Tindakan kecil dari Kanaya yang seperti itu saja sudah berhasil membuatnya terbang ke atas awang.
Kemudian Arkha menggeleng, lalu menaril pelan lengan Kanaya. Menyuruhnya untuk berhenti, karena pria itu takut jika wanitanya itu capek. Sampai pada tingkat seperti itulah rasa sayang Arkha terhadap Kanaya. Bahkan tidak jarang Arkha memijit kaki Kanaya. Pria itu begitu memanjakan Kanaya bak seorang ratu.
"Ada sesuatu hal yang ingin aku tanyakan padamu," ucap Arkha sembari membenarkan posisi Kanaya di depan dadaanya. Saat ini posisi mereka, Kanaya duduk di depan Arkha dengan menyadarkan tubuhnya di dadaa pria berperawakan tinggi tersebut.
"Apa? Bukannya semua udah kamu tanyakan padaku, bahkan aku juga sudah menyetujui mau menikah denganmu. Apa masih kurang?" tanya Kanaya seraya mendongakkan kepalanya ke atas, guna menatap ke arah pria itu.
"Bagaimana menurutmu jika aku kembali ke LA?" Tanya Arkha pada Kanaya pada saat mereka berada di ruang tv.
__ADS_1
"Nggak masalah, memangnya ada apa kok kelihatannya buru-buru?" tanya Kanaya balik.
Arkha nampak menghembuskan napasnya kasar. "Ada masalah di kantor dan harus aku yang menyelesaikannya. Karena ini menyangkut diriku," jawab Arkha.
Terlihat sekali di wajah pria itu jika dia sedang lelah menghadapi masalah yang darang silih berganti. Salah satunya juga karena dirinya. Lantas, setelah Kanaya memikirkannya dengan penuh pertimbangan maka ia mengatakan sesuatu hal yang mengejutkan Arkha. Bahkan pria itu tidak pernah menduganua sebelumnya jika wanita bulenya ini mengatakannya terlebih dulu.
"Kamu pasti bisa menyelesaikan semua masalah itu, yang aku tidak tahu seberapa tinggi tingkat kesulitan itu. Yang aku tahu, aku akan di sini menunggumu dengan setia untuk kemudian manghalalkan diriku di depan para tamu yang hadir. Karena aku tidak sabar ingin dipamerkan oleh Mama," ujar Kanaya diiringi senyuman khasnya ke arah Arkha.
Tentu saja hal ituembuat jantung Arkha berhenti seketika. Benarkah pendengarannya bermasalah? Atau ini hanya halusinasinya semata. Lantas pria itu memastikan kembali apa yang telah diucapkan Kanaya kepada dirinya.
__ADS_1
"Dengan kata lain, kamu mau menikah denganku, Sayang? Benar begitu?" Tanya Arkha dengan binar bahagia.
Maaf, telat up lagi😅 ada sedikit masalah yang aku hadapi hari ini. Semoga malam nanti bisa up lagi🙏🏻