
Tidak ingin membuang waktu lebih lama lagi, Kanaya segera mengganti pakaian yang dia kenakan dengan pakaian yang diberikan oleh Keanu barusan. Kanaya memasuki ruang ganti yang disediakan untuk pegawai restoran ini. Mematut sebentar penampilannya di balik cermin, merasa ada yang kurang dengan riasan di wajahnya, Kanaya segera mengoleskan kembali bedak serta lip tint yang ia simpan di dalam tasnya.
"Sepertinya ini nggak berlebihan," ucap Kanaya sembari melihat lagi riasan di wajahnya. Karena Kanaya tipe wanita yang tidak suka berhias terlalu menor.
Kanaya melangkahkan kakinya keluar, berniat mencari keberadaan Keanu di ruangan pria tersebut. Namun, sebelum Kanaya sampai di ruangan Keanu, ada sepasang tangan yang menariknya dan masuk ke ruangan kosong.
Kanaya terperanjat kaget, menatap tajam ke arah pria yang kini sedang mengunci tubuhnya dan di pepetkan ke dinding.
"Apa mau Tuan? Saya sedang bekerja saat ini," ucap Kanaya dengan nada kesal. Tidak di apartemen, di tempat kerja, dan di manapun. Selalu saja pria ini mengganggunya. Tunggu dulu, kenapa pria ini berada di sini pada saat jam kerja?
__ADS_1
"Apa kau yakin, jika kau sedang bekerja saat ini?" tanya Arkha dengan mata memicing ke arah Kanaya. "Kenapa baju kerjamu bisa berubah menjadi gaun bak cinderella? Lalu ini," Arkha menyentuh lembut bibir Kanaya dengan jemarinya. "Aku tidak suka kamu memperlihatkan betapa menggodanya bibirmu ini. Dan jangan pernah memakai pewarna bibir jika tidak sedang bersamaku."
Belum sempat menjawab dan melayangkan protes kepada Arkha, bibir Kanaya dibungkam terlebih dulu sama Arkha. Hingga mata Kanaya melebar tidak percaya. Dia mencoba memberontak, tetapi Arkha memagut, menghisap bibir atas dan bawah secara bergantian dan berulang.
Memaksa Kanaya untuk membalasnya, dan semakin dalam. Hingga Kanaya tidak tahan lagi untuk tidak membalasnya. Mereka saling mengecap dan menarik, sampai napas mereka tersengal. Baru setelah itu Arkha melepasnya dengan sangat terpaksa. Karena jika dibiarkan berlanjut, maka dia tidak akan mengikuti rapat sebentar lagi yang diadakan di restoran ini.
"Ini peringatan peetama untukmu, Nay. Jangan pernah mencoba mewarnai bibirmu selain di depanku," ingat Arkha lalu mengecup singkat bibir Kanaya kembali. Kemudian meninggalkan wanita itu dengan perasaan campur aduk. Marah, kesal, malu, menjadi satu. Kenapa lagi-lagi Kanaya tidak bisa terlepas dari pria pemaksa tersebut. Seolah dirinya selalu terlena dengan sentuhan pria itu.
Rona bahagia tercetak jelas di wajah Arkha. Pria itu berjalan sembari mengulas senyum, serta mengelus bibirnya sendiri. Menggoda wanita itu setiap saat, tidak ada bosan-bosannya untuk Arkha. Bahkan kegiatan itu merupakan hal yang paling menyenangkan untuknya akhir-akhir ini.
__ADS_1
Arkha datang ke restoran ini karena sebuah undangan rapat yang dikirim relasi bisnisnya, Ursulla Midgwen. Rencananya mereka akan membahas perluasan bisnis mereka di negara ini. Serta akan membuka cabang di kota-kota kecil agar terjangkau oleh masyarakat menengah ke bawah.
Belum sampai pada ruangan yang dituju, Arkha bertemu dengan Keanu. Ia menghentikan langkahnya, lalu menyapa Keanu.
"Kelihatannya kau sibuk sekali, Kea?" tanya Arkha menyapa lebih dulu. Karena ia tahu, sahabatnya itu masih marah kepadanya.
"Ya." jawab Keanu ketus. Ia masih sakit hati dengan Arkha yang beranggapan mengambil Kanaya darinya. Nyatanya, antara dirinya dan Kanaya tidaklah ada suatu hubungan yang mengikat mereka.
"Mau sampai kapan kau bersikap seperti itu padaku?" Arkha lelah jika bertengkar dengan Keanu hanya karena wanita. Namun, ia juga tidak akan melepaskan Kanaya pada Keanu.
__ADS_1
"Sampai kau melepaskan Kanaya. Aku tahu kalian saat ini tinggal bersama, dan cara yang kau gunakan itu sangatlah murahan, Kha," cibir Keanu. Tidak terima Arkha memanfaatkan Kanaya hanya demi kepentingannya saja.
"Jika kau tidak terima, maka marilah kita bersaing secara sehat untuk mendapatkan hati wanita itu. Tapi tetap, aku tidak bisa membiarkan dia keluar dari apartemenku, sebelum dia sendiri yang memintanya padaku. Tanpa paksaan dari siapapun," tekan Arkha pada kalimatnya. Kemudian dia meninggalkan Keanu yang masih berdiam diri di tempatnya.